Sabar dalam menghadapi kesulitan

“Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran” 2 Korinttus 6: 4

Adanya pandemi di dunia ini agaknya sudah membuat banyak orang resah karena hilangnya kebebasan untuk hidup normal. Apa yang disebut “new normal” atau “normal baru” dimana orang harus memakai masker ke mana-mana, menjaga jarak, dan bahkan mengurung diri di rumah sudah membuat orang yang paling sabar pun menjadi tidak sabar. Kapan semua ini bisa berakhir?

Bagaimana kita harus menghadapi situasi ini sebagai orang Kristen? Kesabaran di Alkitab PB pada umumnya dikaitkan dengan ketekunan. Kesabaran bukannya pasif tetapi aktif. Bukan membiarkan segala sesuatu terjadi di sekeliling kita, seperti membiarkan penderitaan, kesesakan dan kesukaran tanpa bereaksi. Kesabaran adalah ketekunan dalam menghadapi persoalan dan dalam usaha mencari penyelesaian.

Sebagai orang Kristen kita menghadapi berbagai tantangan dan masalah kehidupan. Mungkin dalam pekerjaan, sekolah, keluarga, gereja dan negara. Orang Kristen dipanggil untuk bersabar dalam arti tetap tekun dalam berdoa dan tetap hidup dan bisa bekerja sesuai dengan keadaan yang ada. Sekalipun penyelesaian masalah belum ada, tetapi ketekunan membuat kita tetap percaya bahwa segala sesuatu akan berjalan sesuai dengan rencana Tuhan. Ini sebenarnya bukan cara hidup “normal baru”, tetapi seharusnya adalah cara hdup yang normal bagi setiap orang Kristen.

Kesabaran tidak bisa berkembang dalam waktu yang singkat. Kesabaran tumbuh sebagai proses pertumbuhan kedewasaan umat Tuhan. Kesabaran hanya bisa tumbuh dengan kekuatan dari Tuhan.

“…dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaanNya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar… ” Kolose 1: 11

Selanjutnya, kita juga harus sadar bahwa ujian hidup akan memberi ketekunan:

“sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” Yakobus 1: 3

Walaupun kita tahu bahwa kesabaran/ ketekunan akan membawa kita lebih dekat kepada Tuhan, tidak mudah buat kita untuk bisa mempraktikkannya dalam hidup kita. Adakah hal-hal yang bisa membantu kita?

Yang pertama adalah hidup bersyukur. Orang yang kurang bisa bersyukur akan merasakan kehidupan yang lebih berat dari yang sebenarnya. Orang yang demikian sering bertanya “mengapa ini harus terjadi padaku?” Sebaliknya, rasa syukur akan membuat apa yang berat menjadi ringan.

“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” Filipi 4: 4

Yang kedua, kita harus sadar bahwa segala sesuatu ada sebabnya. Kadang kita mengalami kesulitan supaya kita bisa menjadi saksi atas perlindunganNya dan bisa makin bertumbuh dalam hal-hal yang baik. Kita harus percaya bahwa segala sesuatu akan membawa kebaikan kepada orang yang percaya.

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8: 28

Yang ketiga, kita harus sadar bahwa sebagai manusia, kesabaran dan ketekunan kita ada batasnya. Ada saatnya dimana kita mungkin hanya bisa bertekun dalam penyerahan kepada Tuhan.

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!” Mazmur 46:10

Semoga kita bisa memahami bahwa kesabaran dan ketekunan dapat menyuburkan pertumbuhan iman kita sehingga kita bisa mengerti bahwa Allah kita adalah Tuhan yang mahakuasa, mahakasih dan mahabijaksana; yang membuat segala sesuatu terjadi sesuai dengan rencana dan waktuNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s