Dalam kesulitan kita harus tetap teguh

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” Roma 8: 18

Pandemi Covid-19 sudah menyebabkan berbagai kesulitan dan penderitaan dalam hubungan antar manusia karena adanya lockdown dalam berbagai bentuk. Pemerintah Australia saat ini tidak mengizinkan warganya untuk ke luar negeri setidaknya sampai akhir tahun ini. Begitu juga orang yang ingin mengunjungi Australia haruslah memenuhi syarat-syarat tertentu, termasuk karantina selama dua minggu di hotel atau perumahan yang ditetapkan pemerintah. Bagaimana pula dengan warga Australia yang berada di luar negeri yang ingin pulang ke negaranya? Inilah yang sangat menyedihkan karena banyak di antara mereka yang tidak dapat menemukan pesawat yang bisa membawa mereka pulang. Sekalipun ada pesawatnya, banyak orang yang tidak sanggup membayar harga tiket pesawat yang sangat mahal saat ini.

Pandemi tidaklah memandang bulu, siapa pun bisa merasakan akibatnya. Bagaimana umat Kristen bisa bertahan dalam menghadapi semua tantangan hidup mereka? Paulus adalah seorang rasul yang suka menggambarkan bahwa hidup orang Kristen adalah seperti seorang atlit, petinju atau pelari yang berjuang untuk menang dalam pertandingan. Itu bukan karena ia adalah seorang olahragawan, tetapi ia sadar bahwa seorang olahragawan perlu mempunyai dedikasi tinggi dalam berlatih dan berlomba. Ia bisa melihat bahwa ada banyak orang yang menyebut dirinya Kristen, tetapi hidupnya tidak seperti yang seharusnya karena kurangnya dedikasi dan iman.

Seperti seorang pelari yang harus menghadapi berbagai perlombaan, kita tahu bahwa sebagai manusia kita akan mengalami berbagai tantangan kehidupan. Jika seorang atlit harus hidup sehat, giat berlatih dan mempunyai keberanian untuk menghadapi semua pertandingan, orang Kristen harus hidup menurut perintah Tuhan, rajin mempelajari firmanNya, giat berdoa dan berani menghadapi tantangan hidup.

Masalahnya adalah adanya satu saat dalam kehidupan kita dimana kita, sekalipun sudah berusaha untuk hidup dalam kebenaran, menghadapi persoalan hidup yang sangat besar sehingga kita seakan membentur sebuah tembok besar. Apa yang terjadi pada diri kita mungkin tidak bisa dirasakan orang lain karena itulah masalah kita pribadi.

Seperti seorang pelari yang sudah merasa sangat lelah, keputusan ada ditangan kita, apakah kita akan terus berlari sebisa mungkin, atau berhenti berlari dan meninggalkan perlombaan. Bagi seorang pelari, perasaan lelah akan bertambah besar ketika ia melihat bagaimana pelari-pelari lain mendahului, tidak ada seorangpun yang bisa menolong untuk mengatasi kelelahannya. Tetapi dalam hidup, kita yang mempunyai iman kepada Tuhan mengerti bahwa kita tidak akan tertinggal sendirian, karena Tuhan sebenarnya ikut berlari bersama kita sampai garis finish (Matius 28: 20).

Hari ini biarlah kita menyadari bahwa hidup ini memang terkadang sangat berat, ketika tubuh dan jiwa kita menjerit seakan ingin menyerah. Begitu banyak hal-hal berat yang sudah terjadi sejak awal tahun lalu dan untuk menghadapi hari-hari mendatang terasa hati kita menjadi semakin kecil. Pada saat yang demikian, seperti seorang atlit yang bertekad untuk mencapai garis finish, iman kita harus mengambil alih pikiran manusiawi kita. Hidup ini memang penuh tantangan, tetapi kekuatan dan keberanian kita akan datang dalam pengharapan kepada Tuhan yang akan memberi mahkota kehidupan di masa depan.

“…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Filipi 3: 13-14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s