Dalam Kristus seharusnya ada kedamaian

“Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Tetapi mereka masing-masing akan duduk di bawah pohon anggurnya dan di bawah pohon aranya dengan tidak ada yang mengejutkan, sebab mulut TUHAN semesta alam yang mengatakannya.” Mikha 4: 3-4

Hari ini hampir semua media di dunia memberitakan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat. Pelantikan serupa pada tahun-tahun yang silam selalu mengisi berita utama media, tetapi tahun ini agaknya lebih menjadi perhatian orang. Mengapa demikian? Ada banyak sebabnya, antara lain karena adanya demo besar-besaran yang terjadi minggu sebelumnya yang berbuntut tewasnya 5 orang, dan juga karena Presiden yang digantikan tidak mau menghadiri acara pelantikan itu.

Dengan alasan keamanan, suasana pelantikan kali ini tidaklah seperti biasanya karena hanya orang-orang tertentu yang boleh hadir. Memang situasi di Amerika saat ini sangatlah genting dengan adanya pandemi yang sudah menewaskan lebih dari 400 ribu orang dan juga adanya jurang perbedaan pendapat yang besar di antara rakyat Amerika yang disebabkan oleh persaingan antara kedua partai politik utama. Dalam keadaan seperti itu, sungguh membesarkan hati bahwa dalam upacara pelantikan itu ada seorang gadis berkulit hitam, Amanda Gorman, yang membawakan sebuah puisi yang berisi harapan akan masa depan.

Dalam salah satu bait dari puisinya, Amanda menyebutkan bahwa “Alkitab mengajak kita untuk membayangkan bahwa setiap orang akan duduk di bawah pohon anggur dan pohon ara milik mereka sendiri dan tidak ada yang akan membuat mereka merasa takut.” Dari mana Amanda mengambil cuplikan di atas? Dari Mikha 4: 4 yang menyebutkan bahwa pada saatnya, umat Tuhan akan hidup dalam damai sejahtera dan bisa menikmati segala berkat Tuhan. Pada waktu itu, tidak ada lagi orang atau bangsa yang berperang karena semua umat Tuhan akan hidup dalam kedamaian.

Barangkali harapan Amanda untuk bangsa Amerika adalah seperti harapan umat Tuhan yang percaya akan apa yang dijanjikan Tuhan. Tidak akan ada permusuhan, kekacauan dan penderitaan di masa depan. Sudah tentu ini hanyalah harapan. Selama hidup di dunia, manusia harus membanting tulang untuk mencari nafkah dan menghadapi segala macam tantangan. Pandemi Covid-19 ini sudah berlangsung satu tahun, dan kita belum tahu kapan itu akan berakhir. Bagaimana pula dengan perseteruan antar golongan dan antar manusia? Sejak Kain membunuh Habel, manusia tidak pernah bisa memadamkan api kemarahan, iri hati dan kebencian!

Memang di dunia ini semua orang yang bijak tentunya ingin hidup dalam kedamaian, ingin untuk menikmati pohon anggur dan pohon aranya. Tetapi di dunia ini iblis mengembara, dan seperti singa yang mengaum-aum ia mencari orang yang dapat ditelannya (1 Petrus 5: 8). Karena itu, di dunia ini selalu ada masalah, permusuhan dan kebencian. Ayat di atas mungkin menggambarkan keadaan setelah kedatangan Kristus kedua kalinya yang tidak kita ketahui saatnya. Lalu bagaimana pula dengan hidup kita selama di dunia?

Hari ini firman Tuhan mengingatkan kita bahwa Tuhan yang sudah berfirman bahwa selaku umat pilihanNya kita akan mengalami saat dimana kita secara bersama bisa menikmati suasana damai. Selaku umatNya sebenarnya kita tidak perlu menunggu sampai saat kedatangan Kristus untuk memperoleh keadaan damai. Sebagai orang Kristen seharusnya kita mau untuk membawa damai di bumi ini karena hanya kita tahu dalam Kristus ada rasa damai yang sempurna. Karena itu biarlah kita bisa menjadi orang-orang yang membawa damai dalam masyarakat di sekeliling kita, dan bisa menunjukkan kepada seisi dunia bahwa kita adalah anak-anak Allah.

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” Matius 5: 9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s