Apakah maksudMu, Tuhan?

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” Yesaya 55: 8-9

Dengan adanya pandemi yang tidak kunjung mereda saat ini, setidaknya keadaan ekonomi, pendidikan dan pekerjaan di banyak negara mengalami kemunduran. Sekalipun beberapa vaksin sudah ditemukan dan bahkan mulai disuntikkan, dalam kenyataannya keadaan dunia tidak akan membaik dengan cepat. Sebaliknya, menurut para ahli, situasi akan bertambah buruk selama tahun 2021 sebelum bisa mulai membaik pada tahun sesudahnya.

Banyak orang yang sudah hampir setahun terkurung dalam rumah, keadaan saat ini sungguh terasa membosankan untuk tidak dikatakan menyedihkan. Mereka yang masih belajar mungkin hanya bisa melakukannya secara daring melalui internet. Begitu juga mereka yang biasanya ke kantor setiap hari, saat ini mungkin harus bekerja dari rumah. Mereka yang biasanya bekerja di rumah sakit, toko, pabrik atau lapangan sudah tentu tidak dapat bekerja dari rumah. Dengan demikian jika ada orang-orang yang masih beruntung mempunyai pekerjaan di luar rumah pada saat ekonomi yang suram ini, mereka mungkin harus melupakan risiko tertular virus corona.

Sebelum adanya pandemi, keadaan dunia umumnya cukup baik. Ketika itu kita baru saja memasuki tahun 2020 dan setiap orang mempunyai harapan untuk mencapai sesuatu yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Adanya pandemi seharusnya mengingatkan manusia bahwa masa depan mereka sepenuhnya bergantung pada rencana Tuhan. Tidak ada seorangpun yang terkecuali, dan tidak ada satu bangsa pun yang bisa bebas dari rancangan Tuhan untuk seisi bumi ini.

Sekalipun keadaan saat ini dapat dikatakan kritis, mereka yang tetap berusaha untuk mencari kehendak Tuhan adalah orang-orang yang bijaksana. Sebaliknya, mereka yang menuruti kehendak sendiri dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan adalah orang-orang yang bodoh.

Memang dalam keadaan yang normal, orang yang tidak mengenal Tuhan selalu yakin bahwa hidup mereka ada dalam tangan mereka sendiri. Dalam keadaan yang gawat sekarang ini, mereka merencanakan segala sesuatu yang baik untuk diri sendiri dan menurut cara-cara mereka tanpa mempedulikan orang lain. Mereka tidak sadar bahwa hidup ini ada di tangan Tuhan dan kehendak mereka hanya akan terjadi jika itu sesuai dengan rancangan Tuhan.

Hari ini biarlah kita mau berdoa untuk masa depan kita, masa depan bangsa dan keadaan dunia. Kesadaran bahwa Tuhan yang mahakuasa mencintai orang-orang yang tulus, jujur dan suka damai, seharusnya menambah keyakinan kita bahwa sekalipun awan tebal menutupi langit saat ini, pada waktunya kita akan melihat sinar matahari lagi.

“Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.” Mazmur 116: 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s