Bukan Allah yang membuat manusia menderita

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Yakobus 1: 13-14

Selang setahun sejak munculnya virus corona, orang di negara mana pun masih hidup dalam berbagai penderitaan. Tidak hanya kasus positif yang makin meningkat, korban yang tewas juga bertambah banyak. Dalam keadaan yang makin parah, beberapa negara mulai menjalankan lockdown lagi. Tetapi, rakyat yang sudah merasa sangat jemu terkurung di rumah, sekarang mulai memperlihatkan rasa tidak senang dan bahkan rasa marah kepada pemerintah. Apalagi, dalam situasi saat ini banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Karena itu di beberapa negara ada demo-demo yang menuntut penghapusan pembatasan sosial dan juga orang-orang yang sengaja mengabaikan aturan pemerintah setempat. Apakah Allah yang membuat manusia menderita? Apakah salah manusia sehingga pandemi ini terjadi?

Kitab Kejadian 3 menceritakan bagaimana Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa melalui tipu muslihat iblis. Iblis dengan kecerdikannya berhasil membuat Hawa melanggar perintah Tuhan untuk tidak memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Hawa melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada Adam yang bersama-sama dengan dia (Kejadian 3: 6).

Adam dan Hawa jatuh kedalam pencobaan, tetapi siapakah yang sebenarnya bersalah? Allah yang menciptakan pohon itu, iblis yang menjerumuskan manusia, atau manusia yang jatuh kedalam perangkap iblis? Ada orang yang berpendapat bahwa Allahlah yang paling bersalah karena Ia yang menciptakan pohon itu dan Ia seharusnya bisa mencegah iblis dari menipu manusia atau mencegah manusia dari melanggar perintahNya.

Jika pada akhirnya Allah menjatuhkan hukumanNya kepada Adam, Hawa, dan juga iblis, menunjukkan bahwa mereka semuanya sudah bersalah di hadapan Allah. Sebagai keturunan Adam dan Hawa kita terkena getahnya dan harus mengalami berbagai penderitaan selama hidup di dunia. Jika Allah memang mahaadil, hukuman itu adalah sudah sewajarnya, tetapi ada juga orang yang berpendapat bahwa manusia sudah jatuh kedalam pencobaan dari Allah.

Mengapa Allah menciptakan pohon pengetahuan tentang apa yang baik dan yang jahat? Apakah Ia ingin mencobai manusia, ingin menjebak mereka? Alkitab dalam ayat diatas mengatakan bahwa Allah tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dari mulanya Allah menetapkan hukum dan perintahNya agar manusia taat kepadaNya, tetapi bukan untuk menjebak mereka kedalam dosa. Dosa adalah keadaan dimana manusia gagal untuk menaati hukum dan perintah Tuhan.

Allah tidak pernah mencobai kita walaupun Ia mungkin menguji kita. Pencobaan dari iblis berbeda dengan ujian dari Allah. Mengapa Yesus mengajar kita untuk memohon agar Allah tidak membawa kita kedalam pencobaan?

“…dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.” Matius 6: 13

Doa diatas sebenarnya dimaksudkan agar Allah sudi membimbing dan menguatkan kita agar kita tidak terseret kedalam pencobaan. Bisa terhindar dari godaan iblis sehingga tidak sampai dipengaruhi oleh keinginan dan kepentingan kita sendiri.

Yesus sebagai manusia yang lelah tubuhnya setelah berpuasa 40 hari di padang gurun, juga mengalami pencobaan (Matius 4: 1-11). Ia menghadapi pencobaan yang datang bukan dari Allah Bapa, tetapi dari iblis. Yesus sebagai manusia yang tidak berdosa, tidak dapat dicobai. Ia menghadapi tiga macam bujukan iblis, dan Ia menangkis semua itu dengan cara yang tepat. Pada akhirnya, kemenangan Yesus membawa kemuliaan kepada Allah. Dengan demikian, sekalipun pencobaan bukan dari Tuhan, adanya pencobaan membawa kemuliaan kepada Tuhan ketika umatNya bisa menghadapinya dan tidak jatuh kedalam dosa.

Hari ini kita harus sadar bahwa seperti apa yang ditawarkan kepada Yesus, iblis sering menggoda manusia dengan tiga hal yaitu kenikmatan, kekuasaan dan kekayaan. Dalam hal ini, keinginan manusia untuk bebas dari perintah dan hukum Allah, membuat manusia mudah terperosok ke dalam tipuan iblis. Selanjutnya, keinginan manusia untuk bebas dari hukum dan aturan pemerintah, membuat manusia melakukan hal-hal yang bisa mencelakakan diri sendiri dan orang lain.

Hidup di dunia ini tidak mudah karena adanya berbagai pencobaan dan tantangan. Mungkin kita merasa lelah dan takut menghadapi keadaan hidup yang tidak menentu saat ini. Tetapi firman Tuhan berkata bahwa semua pencobaan itu sebenarnya tidak melebihi kekuatan kita. Biarlah kita selalu berdoa agar kita bisa menghindari pencobaan; tetapi jika kita harus menghadapinya, biarlah kekuatan dari Tuhan memberi kita kemenangan. Karena apakah suatu keadaan yang sulit akhirnya menjadi godaan yang menghancurkan kita atau ujian yang menguatkan kita, itu sering bergantung pada reaksi kita.

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” 1Korintus 10: 13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s