Jika kita hanya bisa berdoa

“Sedangkan seorang janda yang benar-benar janda, yang ditinggalkan seorang diri, menaruh harapannya kepada Allah dan bertekun dalam permohonan dan doa siang malam.” 1 Timotius 5: 6

Hari ini media Australia memberitakan sebuah kabar buruk. Setelah hampir 10 bulan bebas Covid-19, negara bagian Australia Barat hari ini menemukan satu penduduk lokal yang positf. Lebih gawat lagi, orang ini ternyata sudah mengunjungi berbagai tempat sebelum terdiagnosa.

Setelah mendengar kabar bahwa ibukota Perth akan lockdown lagi selama seminggu, orang langsung menjadi panik dan pergi ke supermarket untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari. Mereka yang berhasil memperoleh bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya tentunya bisa menghela nafas lega. Tetapi mereka yang menjumpai rak-rak kosong tentunya mungkin hanya bisa mengelus dada dan berdoa. Berdoa kepada siapa dan untuk apa?

Bagi umat Kristen, berdoa adalah berkomunikasi dengan Tuhan yang mahakuasa; karena itu berdoa adalah salah satu berkat khusus yang diberikan hanya kepada orang-orang tertentu. Memang siapa saja bisa mengucapkan doa apa saja, tetapi tidak semua doa didengar Tuhan. Hanya doa orang yang hidup dalam Kristus akan didengar Tuhan.

“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Yakobus 5: 16

Sebagai anak-anak Tuhan, kita boleh menyampaikan permohonan, yang jika sesuai dengan kehendak Tuhan, akan terjadi sesuai dengan janji Kristus.

“Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” Yohanes 14: 14

Jika demikian, mengapa masih ada keraguan akan pentingnya doa? Dalam Alkitab ada ayat-ayat yang menyebutkan kebiasaan yang baik untuk berdoa: pada pagi hari sebelum kita bekerja, dan pada malam hari sebelum kita tidur. Tetapi karena berdoa adalah sesuatu yang sangat penting, kita boleh berdoa kapan saja, dimana saja kita berada. Malahan, ayat pembukaan diatas mengatakan bahwa seorang janda yang ditinggalkan seorang diri, akan menaruh harapannya kepada Allah dan bertekun dalam permohonan dan doa siang malam. Kita yang tidak berdaya menghadapi gelombang pandemi di saat ini seharusnya melakukan hal yang serupa.

Masalahnya adalah tidak semua orang yakin bahwa mereka mempunyai Tuhan yang mahakasih, yang selalu mau menolong anak-anakNya. Juga tidak semua orang menyadari bahwa dalam kesendirian mereka, mereka seharusnya menaruh harapannya kepada Tuhan dan bertekun dalam permohonan dan doa siang malam.

Doa adalah komunikasi kita dengan Tuhan. Pada saat dimana kita tidak dapat menemukan seseorang untuk mendengarkan curahan hati kita, Yesus menunggu kita untuk berdoa kepadaNya. Yesus adalah sobat kita yang setia. Dalam menghadapi berbagai masalah, kita akan mendapat penghiburan dan pertolongan jika kita mau berdoa sambil bersyukur atas kasihNya sampai saat ini.

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Filipi 4: 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s