Lain dulu lain sekarang?

“Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.” Filipi 1: 20

Dalam kitab Kejadian 2 disebutkan bahwa Adam dan Hawa pada awalnya telanjang, tetapi mereka tidak merasa malu. Ini menggambarkan bahwa sebelum jatuh ke dalam dosa, manusia mempunyai pikiran yang bersih. Tidak ada pikiran yang buruk ataupun motivasi yang kurang baik, karena dosa belum mengotori hidup manusia.

Keadaan dunia sejak kejatuhan dalam dosa sudah berubah sedemikian rupa sehingga manusia tidak lagi jernih pikirannya dan menjadi kacau hidupnya. Itu adalah konsekuensi dosa yang sudah dilakukan manusia, yang sudah merusak hubungan manusia dengan Penciptanya. Apa yang seharusnya tidak membawa rasa malu, sekarang bisa membebani pikiran manusia. Sebaliknya, apa yang seharusnya membuat rasa malu, orang melakukannya tanpa rasa segan. Mata dan pikiran yang seharusnya tidak menyebabkan manusia berbuat dosa, sekarang menjadi penyebab utama untuk jatuh dalam dosa.

Di zaman modern ini orang beriman memang menghadapi berbagai tantangan dan perjuangan. Banyak orang yang menggunakan mata dan pikiran mereka untuk mendapatkan kenikmatan. Dalam hubungan antar manusia, orang makin bebas untuk berbuat apapun karena itu dipandang sebagai hak azasi dan kebebasan pribadi. Tidak mengherankan bahwa standar moral orang zaman sekarang ini seringkali tidak sesuai dengan pandangan Kristen.

Banyak orang yang menuduh orang Kristen sebagai orang yang kolot, fanatik atau tidak realistis. Iman Kristen yang mengharuskan pengikutnya untuk menghindari kelakuan dan perbuatan tertentu bisa saja dianggap sebagai ketinggalan zaman. Jika menonton show bersama teman-teman misalnya, mau tidak mau orang Kristen ikut melihat dan mendengar apa yang tidak senonoh. Mereka yang berusaha hidup suci justru sering dipermalukan oleh orang-orang di sekitarnya dan dianggap sebagai orang yang bodoh. Oleh karena itu, banyak orang Kristen yang terpaksa “berpura-pura” dan menyembunyikan kekristenannya dalam hidup bermasyarakat.

Sebagian orang Kristen segan menunjukkan kekristenannya mungkin juga karena dorongan untuk “hidup damai” dengan golongan lain. Apalagi, jika ada sanak keluarga yang belum mengenal Kristus, hal-hal yang berbau rohani kemudian terpaksa disembunyikan agar tidak menyinggung perasaan mereka. Pada pihak yang lain, mereka yang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan bisa mengemukakan semua itu tanpa rasa malu, sekalipun telinga orang Kristen menjadi merah karena rasa malu.

Banyak gereja di zaman ini juga seakan-akan malu untuk terlalu sering membahas firman Tuhan dengan mendalam. Gereja-gereja populer malah lebih sering menyajikan apa yang dianggap dapat membuat jemaat merasa puas dan yakin akan kemampuan diri sendiri. Rasa malu akan apa yang salah sudah dianggap sepele karena adanya pengampunan dari Tuhan. Lebih dari itu, sebagai manusia yang mengaku Kristen mereka tidak malu untuk memohon berkat apa saja dari Tuhan.

Paulus dalam ayat di atas menjelaskan bahwa ia ingin dalam segala hal untuk tidak akan beroleh malu karena ia tidak memancarkan sinar kekristenannya. Ia tidak ingin mendapat malu kalau hidupnya tidak secara jelas menunjukkan bahwa ia adalah pengikut Kristus. Sebaliknya, ia ingin untuk menyatakan imannya kepada semua orang dan memuliakan Kristus dalam tubuhnya, baik oleh hidupnya maupun oleh matinya. Paulus tidak ragu untuk mengakui dosa dan kelemahannya. Pada pihak yang lain, Paulus tahu bahwa jika ia malu untuk mengakui dan menyatakan kebenaran Tuhan dalam hidupnya, Tuhan akan menolak dia sebagai umatNya.

“Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.” 2 Timotius 2: 15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s