Tidak semua makanan itu berguna

“Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. 1 Korintus 10: 23

Bagi sebagian orang, hari ini adalah hari yang istimewa: hari Cap Go Meh. Perayaan Cap Go Meh adalah perayaan bulan purnama pertama di awal tahun. Jika Imlek 2572 atau Imlek 2021 jatuh pada 12 Februari 2021, maka Cap Go Meh 2021 jatuh pada 15 hari setelah Imlek.

Menurut tradisi kuno di Indonesia, hari Cap Go Meh adalah hari yang dirayakan dengan makan lontong Cap Go Meh. Tapi, karena Indonesia masih dalam suasana pandemi, perayaan Cap Go Meh tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena tidak bisa makan-makan di restoran, banyak orang yang merayakannya bersama keluarga di rumah saja.

Makanan itu sesuatu yang sangat penting di dunia. Bagi banyak orang kesempatan untuk bisa makan besar dirasakan sebagai suatu keharusan. Anda setuju? Tentunya semua orang tahu bahwa tanpa makan, orang tidak dapat hidup. Bukan saja manusia, tetapi semua makhluk di dunia ini perlu makan. Walaupun demikian, manusia sebagai makhluk yang berbudi-daya, tidaklah puas dengan makanan yang ‘biasa-biasa’ saja. Karena itu kebutuhan untuk makan enak, makan besar dan makan-makan adalah lumrah.

Sesekali makan besar tidak ada salahnya. Walaupun demilkian, Paulus dalam ayat di atas menulis bahwa sekalipun segala sesuatu diperbolehkan, bukan segala sesuatu berguna. Karena itu, bukan segala sesuatu adalah baik untuk dilakukan. Lalu, apakah yang “baik”, yang berguna dan membangun, yang boleh dan patut dilakukan?

Paulus lebih lanjut menyatakan bahwa jika kita makan atau jika kita minum, atau jika kita melakukan apa saja, kita harus melakukan semuanya itu untuk kemuliaan Allah (1 Korintus 10: 31). Dengan demikian, apa yang berguna adalah segala sesuatu yang berguna untuk memuliakan Tuhan dan membangun kerajaanNya di dunia. Umat Kristen seharusnya hidup dan memakai hidup mereka untuk menerangi dunia agar makin banyak orang yang bertobat dari hidup lamanya dan kemudian menjadi umatNya.

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5: 16

Makanan adalah berkat karunia Tuhan, tetapi jika disalahgunakan bisa membawa masalah. Kebanyakan makan sudah jelas tidak baik, apalagi kerakusan mungkin bisa dipandang sebagai salah satu dosa utama oleh sebagian orang. Salah makan, bukan saja bisa membuat perut kita sakit, tetapi juga dapat menimbulkan hal-hal yang lebih serius di masa mendatang.

Jika salah makan yang dialami seseorang bisa membawa akibat langsung pada keadaan jasmaninya, adakah makanan yang bisa mempengaruhi keadaan rohaninya? Tentu! Bagi orang Kristen, apa yang jauh lebih penting untuk masa depan kita adalah makanan yang murni dan suci, yaitu Firman Tuhan. Dengan firman Tuhan, kita akan bisa menjalani hidup ini dalam ketabahan dan kebenaran sampai saat kita bertemu dengan Juruselamat kita di surga. Mereka yang melihat kesehatan rohani kita tentunya akan tertarik untuk meniru kita dan menjadi orang percaya!

“Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” Yohanes 6: 27

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s