Tuhan tidak membuat manusia jatuh dalam dosa

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! Yakobus 1: 13 – 16

Salah satu pekerjaan yang tidak mudah dilaksanakan di Australia ialah profesi pembela dalam sebuah pengadilan. Pada dasarnya, hukum yang ada memberikan kesempatan kepada seorang tertuduh untuk membela diri dengan bantuan seorang atau sebuah tim pembela.

Dalam hal ini, seorang terdakwa umumnya berusaha mencari segala alasan yang bisa dipakai untuk menyatakan bahwa dirinya sebenarnya tidak bersalah. Itu mungkin bisa dilakukan dengan memakai berbagai alasan, termasuk berbohong dan mempersalahkan orang lain atau keadaan. Dengan itu, memang ada kalanya orang yang sebenarnya bersalah bisa menerima pembebasan.

Dalam kenyataannya, pembela yang hebat memang bisa menggunakan segala bukti dan alibi yang dapat memperkecil hukuman dan bahkan membebaskan terdakwa dari hukuman. Dengan demikian, seorang tertuduh yang kaya bisa saja memilih pembela atau tim pembela yang top.

Di hadapan Tuhan yang mahatahu, orang tentunya tidak dapat berbohong atau mempersalahkan orang lain jika ia memang bersalah. Tetapi, banyak juga orang yang menyalahkan Tuhan atas keadaan yang dialaminya. Banyak orang yang marah kepada Tuhan karena Ia seolah membiarkan mereka untuk berbuat dosa. Bukankah sebagai Tuhan Ia mampu menjauhkan manusia dari dosa? Mungkin Tuhan sudah menentukan manusia untuk berbuat dosa!

Ayat di atas dengan jelas menegaskan bahwa manusia tidak dapat mempersalahkan keadaan, orang lain atau Tuhan yang berkuasa sebagai penyebab dosa. Tuhan yang mahasuci tidak pernah berbuat jahat atau menjatuhkan manusia ke dalam dosa. Pada dasarnya, Tuhan yang mahakasih tidak membuat Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Tetapi, Ia membiarkan mereka untuk jatuh ke dalam dosa sesuai dengan dengan rencana agungNya.

Seperti Adam dan Hawa, setiap orang mempunyai kebebasan dan tanggung jawab sendiri atas cara hidup dan perbuatannya. Manusia mungkin menuruti bujukan iblis untuk melanggar perintah hukum Tuhan, tetapi Tuhan tahu akan apa yang direncanakan iblis dan manusia sebelum itu terjadi. Dalam hal ini, mereka yang taat kepada Tuhan tentu sadar dan selalu berjaga-jaga karena iblis adalah seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya (1 Petrus 5: 8).

Mereka yang hidup dalam dosa masih mempunyai harapan jika mau bertobat. Itu karena Yesus sudah datang sebagai pembela mereka yang bertobat dan percaya kepadanya (Kisah Para Rasul 2: 38). Tetapi, mereka yang berdalih dan berusaha melemparkan tanggung jawabnya ke orang lain atau kepada Tuhan tidak akan bisa memperoleh pengampunanNya. Bagi mereka pertobatan adalah sulit untuk dilakukan karena mereka tidak pernah merasa bersalah. Bagi mereka pengampunan dari Tuhan yang mahakasih tidak akan ada.

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.” 1 Yohanes 1: 9 – 10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s