Tuhan tidak pernah kaget

“Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” Lukas 12: 6 – 7

Kemarin saya mendapat pesan SMS dari seorang anggota persekutuan doa saya yang mengabarkan bahwa salah satu anggota yang lain harus masuk ke rumah sakit karena adanya tanda-tanda serangan jantung. Tentu saja saya kaget, karena tidak terbayangkan bahwa ibu yang bekerja sebagai perawat rumah sakit itu mempunyai masalah jantung. Tetapi, seperti banyak penyakit lain, datangnya penyakit bisa secara tiba-tiba karena gejalanya yang tidak jelas atau tidak dirasakan. Kita orang Kristen, tentunya percaya bahwa Tuhan tahu apa yang akan terjadi pada diri setiap insan, dan segala yang terjadi di alam semesta pasti sesuai dengan rencana-Nya. Tuhan tidak pernah kaget melihat apa yang terjadi.

Ayat di atas adalah ayat yang cukup terkenal dan sering dikhotbahkan untuk menunjukkan bahwa Tuhan mengatur alam semesta dan juga hidup manusia sampai ke detail yang sekecil-kecilnya. Tuhan agaknya menghitung jumlah rambut kita satu persatu dan tidak membiarkan sehelai rambut pun rontok tanpa seizin-Nya. Tuhan dengan demikian membuat segala sesuatu berjalan persis seperti apa yang dikehendaki-Nya. Pengertian yang sedemikian biasanya cenderung mengarah ke pandangan bahwa Tuhan adalah pencipta dan penyebab terjadinya segala sesuatu, termasuk apa yang baik dan jahat.

Sekalipun secara literal bunyi ayat itu menggaris-bawahi kedaulatan Tuhan yang mutlak, banyak penafsir Alkitab yang menyatakan bahwa Yesus dalam ayat itu memakai sebuah kiasan untuk menyatakan bahwa Tuhan adalah mahatahu dan mahakuasa. Dalam hal ini, Tuhan tidak perlu untuk menghitung jumlah rambut kita setiap detik, tetapi Ia yang mahatahu selalu bisa memegang kemudi jalan kehidupan manusia.

Dalam kenyataannya, dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa sudah tentu tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang disenangi Tuhan. Berbeda dengan kehidupan di taman Firdaus, dosa manusia menyebabkan berbagai kejahatan dan penyelewengan sering terjadi. Selain itu, berbagai penderitaan, kemalangan, kecelakaan dan penyakit muncul dan ada di dunia sekalipun itu bukan ciptaan Tuhan. Walaupun demikian, Tuhan yang mahakuasa tidak akan terkejut melihat apa yang terjadi, karena Ia yang memegang kemudi dan sanggup mengatur segalanya sehingga pada akhirnya kehendak-Nya yang terjadi.

Bagaimana dengan kita sendiri, jika kita melihat sesuatu terjadi di luar dugaan atau rencana kita? Karena kita bukan Tuhan, sudah tentu reaksi kita akan berbeda dengan reaksi-Nya. Kita mungkin heran, kaget, kuatir atau takut. Jika itu menyangkut masa depan dan rencana kita, mungkin saja kita merasa sedih, depresi, kuatir ataupun putus asa. Adalah wajar bahwa sebagai manusia kita menyadari bahwa kemampuan kita terbatas dan karena itu kita bisa kehilangan harapan. Tidaklah mengherankan bahwa sejak munculnya Covid-19, jutaan orang di dunia mengalami gangguan kejiwaan berat yang membutuhkan perawatan serius.

Sudah enam bulan kita memasuki tahun 2021, kita tentu mempunyai harapan bahwa tahun ini akan dapat dilalui dengan baik. Kita berharap bahwa pandemi ini bisa diatasi secepatnya. Tetapi, dalam hati kita mungkin mengakui adanya kemungkinan bahwa hal-hal yang tidak kita harapkan bisa terjadi. Makin banyaknya orang yang terkena dampak pandemi dan munculnya berbagai varian virus corona membuat orang menjadi was-was. Adakah hal yang bisa kita lakukan untuk menghindarinya?

Ayat di atas meyakinkan kita bahwa tidak ada hal yang terlalu kecil untuk diabaikan Tuhan, dan tidak ada hal yang terlalu besar untuk bisa diatasi-Nya. Tuhan mahatahu tidak mungkin untuk tidak melihat masalah apa pun yang terjadi di dunia dan Ia tahu bagaimana hal yang kecil bisa berkembang menjadi besar. Tuhan yang mahakuasa tentunya mampu untuk mengatasi masalah apa pun pada waktu yang tepat. Tuhan pastilah bisa membuat apa saja untuk menjadi kebaikan untuk umat-Nya sehingga semua orang bisa memuliakan Dia yang mahakuasa. Biarlah kita terus menjalani tahun ini dengan keberanian dari Tuhan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s