Bila kegelapan mendatangi

“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” Yakobus 1: 2 – 3

Hari ini pikiran saya melayang ke Surabaya, tempat di mana saya dulu dilahirkan. Situasi pada saat ini dikabarkan cukup gawat dengan adanya beberapa rumah sakit yang tidak lagi bisa menerima pasien karena banyaknya tenaga medis yang terpapar Covid-19. Saya juga mendengar bahwa ibukota Jakarta sekarang ini berada dalam keadaan kritis. Pikiran saya menjadi gundah. Apalagi, keadaan di Australia pada saat ini juga mulai memburuk secara pelan-pelan, dan ini menambah kekuatiran saya. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Setiap orang Kristen tentunya berharap agar Tuhan yang di surga bisa menolongnya jika ia mengalami masalah. Tetapi, keadaan saat ini benar-benar menguji iman siapa pun. Kita percaya bahwa Tuhan selalu ada dalam hidup kita dan menyertai kita. Benarkah demikian? Memang mudah untuk menjawab “ya”, tetapi dalam hidup ini ada kalanya kita merasa bahwa Tuhan itu jauh, terutama jika kita mengalami persoalan hidup yang berat.

Dalam kenyataannya, hidup orang Kristen memang tidak selalu berisi hal-hal yang indah. Ada saat-saat di mana hidup ini terasa sangat berat dan kita tidak dapat merasakan kehadiran Tuhan. Itu adalah lumrah, karena selama hidup di dunia kita belum dapat melihat kebesaran Tuhan sepenuhnya. Walaupun begitu, jika kita mengasihi Tuhan dan percaya kepada-Nya, sekalipun sekarang kita tidak melihat Dia, kita boleh bergembira karena kita telah mencapai tujuan iman kita, yaitu keselamatan jiwa kita (1 Petrus 1: 8 – 9). Ini adalah tujuan utama iman kita, yang membuat kita menjawab panggilan keselamatan-Nya pada saat kita menjadi orang percaya.

Hari ini, apakah anda merasakan beratnya hidup ini? Ayat di atas mengajar kita untuk tetap bertekun dalam iman. Memang segala penderitaan dan pencobaan hidup sering kali terasa sangat berat dan benar-benar menguji iman kita; tetapi hidup tanpa perjuangan bukanlah tujuan iman kita. Ujian hidup kita itu justru akan menumbuhkan iman kita kepada Tuhan, jika kita tetap bergantung kepada bimbingan dan penghiburan Roh Kudus yang selalu ada dalam hidup kita.

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Yohanes 14: 27

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s