Berkat yang sejati membuat kita makin dekat kepada Tuhan

“Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.” Kejadian 26: 12-13

Ayat di atas adalah ayat yang menyebutkan bahwa Tuhan memberkati Ishak yang dikasihi-Nya. Ishak yang menuruti perintah Tuhan untuk tidak pergi ke Mesir, tetapi ke Gerar di tanah bangsa Filistin, ketika ada wabah kelaparan. Jelas bahwa berkat Tuhan melimpah kepada orang-orang yang taat kepada-Nya.

Memang enak kalau orang mendapat kemakmuran dan keberhasilan. Seperti Ishak yang diberkati Tuhan sehingga menjadi sangat kaya. Sebaliknya, rasa sedih kadang muncul kalau keinginan kita tidak tercapai. Apakah Tuhan hanya memberikan berkat istimewa untuk orang-orang tertentu? Dan apakah berkat Tuhan harus berupa kekayaan, keberhasilan dan kenyamanan?

Berkat (blessing) memang satu hal yang dikejar manusia sejak dulu. Dalam hidup sehari-hari, berkat adalah pernyataan yang berisi harapan untuk kebahagiaan, yang diucapkan seseorang kepada orang lain. Tradisi berkat memberkati antar manusia adalah sesuatu yang baik. Berkat bermula dari orang yang punya hubungan erat dengan orang yang lain. Berkat adalah untuk kebaikan orang yang diberkati dan berguna untuk memperkuat hubungan kedua orang itu. Berkat juga ditanggapi dengan rasa terima kasih kepada orang yang memberkati. Lebih dari itu, berkat membuat orang yang diberkati mau memberkati orang lain.

Berkat Tuhan yang semula untuk semua mahluk ciptaan-Nya, termasuk manusia, adalah agar mereka mengalami kemakmuran, kedamaian dan kepuasan hidup, tetapi ini dirusakkan oleh dosa. Walau demikian, kita melihat dari ayat diatas bahwa Tuhan tetap mau memberkati orang-orang yang mengasihi-Nya. Sayang sekali bahwa di zaman ini banyak orang yang berpikir bahwa berkat Tuhan adalah segala sesuatu yang nyata dan bisa dinikmati.

Berkat materi dari Tuhan sering disalahgunakan dan ditonjolkan manusia sehingga menimbulkan salah pengertian, padahal kita seharusnya bisa memfokuskan diri pada kebesaran, kasih dan maksud baik-Nya. Berkat Tuhan tidak selalu berupa kenyamanan tetapi bisa berupa berbagai pengalaman hidup yang selalu berguna untuk kebaikan anak-anak-Nya. Apa yang nampak sebagai berkat Tuhan, tetapi ternyata tidak memperkuat hubungan kita dengan Tuhan dan sesama, mungkin bukan datang dari Tuhan.

Dapatkah kita merasakan berkat Tuhan di zaman pandemi ini? Dapatkah orang memakai apa yang sebelumnya terasa nikmat untuk bisa hidup tenteram hari lepas hari di saat ini? Kelihatannya semua orang merasa gundah, susah dan kuatir dengan keadaan yang tidak kunjung teratasi. Kebahagiaan ternyata tidak dapat dicapai dengan materi. Jika demikian, berkat apakah yang kita inginkan dari Tuhan?

Buat orang percaya, yang harus selalu diingat adalah berkat yang terbesar yang bisa diterima anak-anak Tuhan, yaitu hidup baru dan pengampunan melalui iman dalam Yesus Kristus. Berkat materi yang kita terima hanya sementara, tetapi anugrah keselamatan-Nya adalah kekal.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3: 16

Berkat rohani melalui darah Kristus adalah satu-satunya berkat yang tetap bisa dinikmati dalam keadaan apa pun. Berkat yang paling berharga, tetapi juga berkat yang mudah dilupakan karena kita menerimanya bukan melalui usaha kita. Di saat ini, berkat keselamatan inilah yang membuat kita kuat dan tahan menghadapi segala tantangan kehidupan di dunia karena kita sudah menjadi anak-anak Allah.

“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” Efesus 1: 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s