Tanggung jawab siapa?

“Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.” Roma 14: 12

Hari Natal dan tahun baru sudah di ambang pintu, dan suasananya sudah mulai terasa di berbagai pusat pertokoan. Memang menyambut datangnya akhir tahun adalah tradisi hampir semua bangsa, tetapi tidak semua orang yang ingin merayakannya memakai kesempatan itu untuk mulai menganalisa hidupnya selama tahun ini. Jika masih ada beberapa minggu sebelum datangnya musim perayaan, festive season, mungkin tidak banyak orang yang sudah mulai memikirkan rencana hidup untuk tahun depan.

Apa yang sudah aku capai sampai sekarang dalam tahun ini? Apakah aku sudah memperoleh apa yang sudah direncanakan pada akhir tahun lalu? Adakah hal yang belum tercapai selama tahun ini? Mungkin begitu pertanyaan seseorang kepada diri sendiri, jika ia mau meneliti hidupnya menjelang akhir tahun. Tetapi ada banyak orang yang memilih untuk tidak memikirkan hal-hal itu, terutama jika apa yang diharapkan belum, atau mungkin tidak bisa, tercapai. Apalagi mereka yang sudah mengalami berbagai badai kehidupan gara-gara pandemi Covid-19, mungkin hanya ingin melupakan semua itu.

Dari renungan yang lalu kita mengerti bahwa Tuhan mungkin mengizinkan kita untuk membuat rencana kita sendiri tanpa berkonsultasi dengan-Nya. Dia bahkan mungkin mengizinkan kita untuk membuat rencana kita sendiri ketika kita tidak terlalu menyukai kehendak-Nya. Dia akan memungkinkan kita untuk memutuskan untuk melakukan hal-hal dengan cara kita sendiri. Tetapi kita harus sadar bahwa terlepas dari apa yang kita rencanakan, Tuhan akan menjadi satu-satunya Oknum yang bisa mengarahkan setiap langkah yang kita ambil. Dan jika karena kesombongan dan keras kepala kita, kita memilih untuk melakukan hal-hal dengan cara kita sendiri, Tuhan akan tetap bisa mewujudkan kehendak ilahi-Nya. Tetapi jalan kita menuju ke sana mungkin tidak akan menjadi jalan yang bisa kita nikmati.

Kebebasan manusia dan kedaulatan Tuhan mempunyai hubungan yang sulit dibayangkan, karena manusia 100% bertanggung jawab atas hidupnya dan Tuhan 100% berdaulat atas hidup manusia. Ada banyak orang Kristen yang masih mementingkan kesuksesan duniawi, dan merasa kecewa atau kuatir jika hidup tidak berjalan seperti yang dikehendaki. Ada juga yang selalu mengejar keuntungan dan kenikmatan dengan menghalalkan segala cara. Dan bahkan ada juga orang yang menggunakan firman Tuhan untuk mencari keuntungan pribadi. Semua itu menunjukkan hidup dan tanggung jawab manusia yang belum sepenuhnya dipakai untuk memuliakan Tuhan. Tidaklah mengherankan bahwa hidup orang semacam itu tidak dapat membawa kebahagiaan, kepuasan, atau rasa cukup.

Bagi mereka yang beriman, sebenarnya kesuksesan secara jasmani bukanlah hal yang utama.. Bagi mereka, mencapai kesuksesan hidup duniawi bukanlah sesuatu yang harus didambakan. Sebaliknya, orang Kristen seharusnya lebih mementingkan ketaatan kepada Tuhan yang mahakuasa. Oleh sebab itu, akhir tahun adalah kesempatan bagi setiap orang percaya untuk meneliti apa yang sudah dilakukan selama setahun ini, sehubungan dengan apa yang diperintahkan Tuhan. Apakah kita selalu mencari kehendak Tuhan dalam hidup kita selama tahun ini?

Ada banyak orang Kristen yang tidak pernah bertumbuh secara rohani. Tahun demi tahun lewat, tetapi mereka tetap hidup seperti orang yang belum dewasa secara iman. Mereka mungkin bertumbuh secara jasmani, bertumbuh dalam hal kekayaan dan kemasyhuran, atau makin berkuasa. Mereka mengaku Kristen karena ke gereja atau sesekali membaca Alkitab, tetapi tidak hidup menurut firman-Nya. Baik dalam kelakuan, perkataan, pikiran , dan perbuatan, mereka hampir tidak dapat dibedakan dengan mereka yang tidak mengenal Kristus.

Akhir tahun adalah kesempatan yang baik bagi kita untuk meneliti hidup kita, sampai di mana kita sudah berusaha untuk hidup dalam terang Kristus. Setiap orang sudah diberikan kebebasan oleh Tuhan untuk memilih jalan dan cara hidupnya. Jalan yang manakah yang sudah kita pilih? Jalan yang lebar yang membawa kematian iman atau jalan yang sempit yang menuju kepada kehidupan dalam Kristus? Firman Tuhan berkata bahwa setiap orang akan memberi pertanggungjawaban sepenuhnya atas semua pilihannya kepada Allah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s