Berdoa syafaat tidaklah mudah

“Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” 1 Timotius 2: 1 – 4

Apakah doa syafaat itu? Doa syafaat (bahasa Inggrisnya intercession) adalah salah satu bentuk doa yang sering ditemui dalam kehidupan bergereja. Secara singkat doa syafaat adalah saat manusia berdoa atas nama orang lain. Mungkin jemaat sering menyebutnya sebagai ‘doa untuk orang lain’, termasuk di dalamnya mendoakan bangsa dan negara, mendoakan orang orang yang menderita di tempat lain/negara lain, mendoakan umat beragama lain. Sudah tentu, untuk bisa mendoakan orang lain kita perlu untuk tahu bagaimana keadaan orang lain yang ingin kita doakan.

Untuk bisa tahu apa yang perlu didoakan, tentunya kita harus peduli akan keadaan orang lain. Mereka yang tidak peka atau tidak peduli akan keadaan orang lain tentunya hanya tahu keadaan diri atau kelompok sendiri. Mereka yang hanya mempunyai kepedulian, kasih dan belas kasihan untuk golongan sendiri, sudah tentu tidak tertarik untuk mengetahui masalah orang lain. Mereka yang hanya tahu kebutuhan diri sendiri akan canggung untuk berdoa untuk gereja, negara, atau dunia.

Haruskah kita selalu mendoakan orang lain dalam doa-doa kita? Barangkali secara individual, orang kurang siap untuk berdoa syafaat. Di gereja, jemaat mungkin hanya berdoa syafaat karena ada pendeta yang memimpin doa, sesuai dengan liturgi gereja. Secara individu, biasanya orang Kristen kurang mau atau mampu untuk mendoakan orang yang tidak benar-benar dikenalnya. Dalam hal ini, kita memang lebih mudah untuk mendoakan diri sendiri atau sanak keluarga karena hubungan yang dekat dan juga karena kita merasa terbeban atas persoalan dan kebutuhan mereka. Tetapi, Tuhan yang mengasihi semua orang tentunya mau agar kita juga mengasihi siapa pun, bukan hanya sanak, teman dan orang yang kita kenal saja.

Ayat di atas adalah tulisan Paulus untuk rekannya yang jauh lebih muda, Timotius. Paulus pertama-tama menasihatkan Timotius agar ia menaikkan permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar semua orang dapat hidup tenang dan tenteram. Itu bukan doa untuk orang Kristen saja dan bukan juga doa untuk orang yang kita kenal saja. Itu adalah doa untuk semua orang, dari semua bangsa dan semua kedudukan. Mengapa demikian? Paulus menjelaskan bahwa itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Allah yang mahakasih mau agar kita membagikan kasih-Nya untuk semua orang agar mereka bisa mengenal Dia.

Doa untuk orang lain bukan saja membawa kebaikan untuk mereka. Doa syafaat juga mengingatkan bahwa bukan kita yang memiliki Allah, tetapi Allahlah yang memiliki kita. Bukan kita yang memilih Dia, tetapi Ia yang memilih kita. Dengan demikian, kita tidak boleh memonopoli kasih Allah atau merasa bahwa doa kita hanyalah untuk mereka yang sudah diselamatkan. Kita harus sadar bahwa Tuhan bekerja di antara umat manusia untuk membawa lebih banyak orang menuju ke arah keselamatan. Tuhan mau agar kita bisa belajar mengasihi siapa pun, di mana pun mereka berada, dan dengan demikian makin banyak orang yang menyambut keselamatan dan pengetahuan akan kebenaran Tuhan.

Doa syafaat memang bisa membentuk karakter kita sebagai anak-anak Tuhan. Jika pada saat-saat yang lampau kita mungkin lebih memusatkan perhatian pada kepentingan diri sendiri atau kebutuhan sanak keluarga dan bangsa sendiri, kedewasaan iman bisa membuat kita sadar bahwa di luar lingkungan sendiri kasih Tuhan juga tercurah untuk semua orang, baik mereka yang sudah mengenal Tuhan atau mereka yang masih hidup dalam dosa. Doa syafaat tidak boleh dibatasi oleh tembok-tembok ras, agama, budaya atau bangsa. Bukankah pada saatnya semua orang yang percaya kepada Tuhan akan hidup bersama di surga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s