Antara kemauan dan kenyataan

Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Roma 7: 19

Siapakah yang bertanggung jawab atas hidup kita? Tentu saja tiap orang harus bertanggung jawab atas hidupnya. Sekalipun ada orang yang mempersalahkan keadaan, orang lain, atau bahkan Tuhan atas apa yang dialaminya, secara umum tiap orang harus bertanggung jawab atas hal yang baik maupun apa yang buruk dalam hidupnya.

Setiap orang akan menuai apa yang apa yang ditaburnya, begitulah bunyi sebuah ungkapan yang cukup terkenal. Walaupun demikian, ada saja orang yang tidak peduli akan apa yang dilakukannya. Salah atau benar, mereka tidak peduli akan apa yang diperbuatnya. Aku adalah aku, kata mereka.

I am what I am. Sekalipun slogan ini mempunyai maksud baik, yaitu untuk memberi rasa percaya diri kepada orang-orang yang karena keadaan jasmani atau cara hidup mereka dipandang rendah atau dikucilkan masyarakat, sebenarnya tidak ada orang yang bisa berkukuh dengan cara hidupnya dan yakin bahwa apa yang ada sudahlah baik dan tidaklah perlu diubah.

Mungkin anda ingat bahwa ketika Musa diutus Allah untuk memimpin umat Israel, pada waktu itu ia menemui Allah yang menampilkan diri sebagai api di tengah semak duri. Musa kemudian menanyakan nama apa yang bisa dipakainya untuk menjelaskan bani Israel tentang siapa Allah itu. Allah kemudian menjawab bahwa nama-Nya adalah “Aku adalah Aku” (Keluaran 3: 14), yang mungkin bisa diartikan sebagai “Aku yang tidak ada tandingannya”. Dengan demikian, slogan “aku adalah aku” tidaklah tepat untuk dipakai manusia, karena untuk manusia yang tidak sempurna.

Jauh dari sempurna, manusia adalah makhluk yang berdosa. Kedatangan Yesus ke dunia adalah dengan maksud untuk menyelamatkan manusia dari kematian akibat dosa mereka. Memang Yesus menerima manusia sebagaimana adanya, dan mau memberi anugerah keselamatan kepada siapa saja yang percaya, tetapi siapa pun yang menerima Yesus haruslah mengalami perubahan hidup. Hidup lama untuk dunia haruslah diubah menjadi hidup baru untuk Kristus. Hidup yang dulunya bergelimang dosa haruslah berubah menjadi hidup yang menurut Firman.

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12: 2

Perjuangan hidup untuk menjadi anak-anak Allah tidaklah mudah. Iblis dari mulanya selalu berusaha membuat manusia agar menjauhkan diri dari Tuhan. Dalam berbagai kesempatan, iblis berusaha meyakinkan manusia bahwa mereka adalah makhluk istimewa dan tidak memerlukan Tuhan. Makhluk yang berkuasa di dunia dan bangga atas eksistensi, hak dan kemampuan mereka untuk hidup seperti yang mereka ingini. Sikap itulah yang justru bisa membawa manusia jauh dari kasihTuhan.

Sering kali, walaupun kita sadar tentang apa yang baik yang harus kita lakukan, tetapi bukanlah itu yang kita perbuat, melainkan apa yang tidak kita kehendaki, yaitu yang jahat, yang kita perbuat. Sekalipun kita mempunyai kebebasan untuk memilih apa yang baik, dalam kenyataannya kita justru sering berbuat jahat. Jika sejak lahir manusia harus terus belajar untuk bisa berbuat baik, manusia mudah untuk berbuat jahat sekalipun tanpa harus belajar. Karena itu, perjuangan kita untuk mengikut Yesus adalah perjuangan untuk melawan diri kita sendiri, untuk mengalahkan keakuan kita. Kita harus mau melepaskan diri dari tuntutan manusia dan kemudian menjadi hamba Kristus. Kita tidak lagi mencari kesukaan manusia, tetapi apa yang disukai Tuhan (Galatia 1: 10). Itu dimungkinkan karena Tuhan sudah memberi Roh Kudus yang membimbing kita.

Hari ini kita diingatkan bahwa kita tidak boleh berpandangan bahwa jika Tuhan ingin agar kita menjadi pengikut-Nya, Ia harus mau menerima kita dan cara hidup kita karena kasih-Nya. Sebaliknya, kita harus mau mengikut Yesus, agar makin hari kita bisa makin sempurna di dalam Dia.

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Lukas 9: 23

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s