Siapakah yang bisa berjalan di atas air?

Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Matius 14: 24-25

Mukjizat Yesus berjalan di atas air ditemukan dalam Injil Matius 14:22-34, Markus 6:45-53, dan Yohanes 6:15-21. Gagasan tentang seseorang yang luar biasa, yang memiliki kemampuan untuk berjalan di atas air, bukanlah barang baru pada saat Injil ditulis, tetapi sebelumnya sudah pernah ditulis sebagai ayat pertama dalam Alkitab. Pada saat sebelum langit dan bumi ada, Roh Allah sudah ada di atas muka air.

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1: 1-2

Walaupun demikian, tidak semua orang Kristen yang taat sepakat tentang bagaimana menganalisa dan menafsirkan kisah Yesus berjalan di atas air. Banyak yang melihat peristiwa itu dari sudut pengaruh Yesus pada para para murid-Nya, lebih dari hal Yesus yang mampu berjalan di atas air. Dengan kata lain, mereka lebih memikirkan tindakan Petrus, penderitaan para murid, dan apa yang Yesus katakan kepada mereka setelah Ia membawa Petrus dengan selamat ke kapal.

Secara khusus, keputusan Petrus untuk menuruti permintaan Yesus untuk turun dari kapal dan masuk ke dalam air yang bergejolak menunjukkan iman Petrus kepada Yesus sebagai Mesias; ia siap menempatkan dirinya dalam bahaya yang nyata karena ia percaya bahwa Yesus akan melindunginya.

Laut Galilea memang dikenal dengan badainya. Sejarah mencatat bahwa tingginya gunung-gunung di sekitarnya, perbedaan suhu muncul, dan ini menimbulkan badai yang tiba-tiba dan dahsyat. Penampilan Yesus sebagai penyelamat yang berani menghadapi badai dan membantu mereka yang membutuhkan cukup jelas: apa yang perlu dilakukan para pengikutnya hanyalah menempatkan iman mereka kepada-Nya. Bagaimana mereka dapat beriman kepada Yesus, guru mereka yang tampil sebagai manusia yang sederhana itu? Tentunya karena mereka yakin bahwa Yesus adalah bukan manusia biasa.

Bagi kita, kemampuan Yesus untuk berjalan di atas permukaan laut Galilea dengan jelas melambangkan keilahian-Nya yang sejati dan penaklukannya atas alam. Dalam Perjanjian Lama, Tuhan telah memberi Musa dan Elia kuasa atas laut (Musa membelah Laut Merah untuk memungkinkan orang Israel keluar dari Mesir), dan hubungan dapat ditarik antara peristiwa-peristiwa sebelumnya dan mukjizat Yesus di laut Galilea.

Yesus adalah gambar Allah yang menciptakan segala sesuatu. Bagi orang Kristen, kemiripan ayat dari kitab Kejadian dengan ayat-ayat dalam kitab Injil menambah keyakinan bahwa Yesus itu adalah Allah dan satu dengan Allah, karena segala sesuatu di alam semesta tentunya diciptakan oleh Allah. Hal kesatuan dari Allah, Yesus dan Roh Kudus itu dinyatakan dalam pengertian Allah Tritunggal, yaitu Allah yang satu. Allah dan Roh Allah muncul dalam kitab Kejadian dari Perjanjian Lama, dan Yesus muncul dalam kitab Injil dari Perjanjian Baru. Jika Roh Allah melayang di atas muka air, Yesus berjalan di atas muka air.

“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.” Kolose 1: 16

Bagi orang percaya, bumi dan isinya memang menunjuk kepada kebesaran Tuhan. Iman kita memberi keyakinan bahwa seisi bumi yang kelihatan adalah diciptakan oleh Allah, Roh yang tidak kelihatan. Allah adalah Bapa yang mahakuasa dan mahakasih. Allah jugalah yang datang sebagai seorang Juruselamat untuk menebus dosa manusia, yaitu Yesus Kristus.

Jika Allah Bapa sering dibayangkan sebagai Tuhan dalam Alkitab perjanjian lama karena penciptaan alam semesta dan segala apa yang diperbuat-Nya bagi bani Israel, Yesus mungkin lebih mudah dibayangkan sebagai Juruselamat bagi umat manusia di era Perjanjian Baru. Tetapi itu bukan berarti bahwa Yesus baru ada pada masa Perjanjian Baru.

Ayat dalam Kolose 1: 16 di atas menyatakan bahwa Yesus sudah ada dari awalnya. Yesus yang pernah muncul sebagai manusia di dunia adalah gambar Allah yang roh, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Yesuslah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi. Apa pun yang berkuasa di bumi, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; semuanya diciptakan oleh Yesus dan untuk kemuliaan Yesus. Yesus yang pernah turun ke dunia dan sekarang berada di surga dengan demikian adalah satu dengan Allah Bapa dan Roh Kudus.

Pada pagi ini kita diingatkan bahwa di mana pun kita berada dan melihat kebesaran ciptaan Allah, kita harus bersyukur bahwa kita juga ciptaan-Nya yang sudah diperbarui oleh Yesus Kristus dengan pengurbanan-Nya di kayu salib untuk ganti dosa kita. Kita juga harus bersyukur karena Roh Kudus, Tuhan sendiri, juga hidup dalam diri kita. Marilah kita memuji Tuhan kita yang satu dan yang sudah menyelamatkan kita!

“Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” Yohanes 1: 2 – 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s