Bagaimana menjadi penjala manusia yang benar

Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Matius 4: 19-20

Pada waktu Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon Petrus dan Andreas. Mereka sedang menebarkan jala di danau sebab mereka penjala ikan. Pekerjaan yang membosankan, karena mereka harus berjam-jam bekerja tetapi belum tentu mendapatkan hasil yang memadai. Yesus mengajak keduanya untuk mengikut Dia, untuk menjadi penjala manusia. Mungkinkah ini lebih menarik dari menjala ikan? Ataukah ini juga membosankan dan sama beratnya dengan menjala ikan?

Menjala manusia, mengajak orang untuk menjadi pengikut Kristus adalah pekerjaan yang berat. Tetapi, bagi setiap pengikut Kristus, menjala manusia adalah tugas mulia yang harus dilakukan, karena itu adalah sesuatu yang bukan dianjurkan saja. Mengabarkan injil keselamatan adalah perintah Tuhan, mandat agung, untuk kita.

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28: 19-20

Mungkin di antara kita ada yang mengira bahwa menjala manusia adalah tugas pendeta, penginjil dan orang-orang tertentu saja. Mereka tidak peduli akan panggilan Kristus untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya. Dengan ketidakpedulian mereka, seringkali cara hidup mereka justru bisa menghalangi usaha-usaha untuk menangkap orang-orang yang ada disekitar mereka.

Pada pihak yang lain, ada banyak aliran gereja yang ssat ini mempunyai banyak anggota yang rajin menjala manusia, agar makin banyak orang yang bergabung dengan mereka. Anggota aliran ini biasanya sangat bersemangat untuk “mengabarkan Injil” yang tidak benar, yang terlihat dari apa yang mereka lakukan atau percayai:

  1. Sebagian menyangkal bahwa Yesus adalah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat. Ini jelas merupakan suatu kesalahan yang fatal. Contohnya, ada orang yang berkata bahwa jalan ke sorga ada banyak. Ajaran ini sekarang dikenal dengan sebutan universalisme.
  2. Ada aliran yang menyangkal Alkitab adalah satu-satunya Firman tertulis dan kemudian menambahi pewahyuan lain di luar Alkitab. Aliran seperti Mormon jelas sekali merupakan aliran sesat (bidat) karena mereka menambahi Alkitab dengan “Kitab Mormon”, sedangkan aliran Yahweisme memakai berbagai tulisan Ibrani di luar Alkitab sebagai pelengkap Alkitab yang mutlak diperlukan. Jelas sekali aliran-aliran seperti ini mengangap bahwa Alkitab yang sekarang ada belumlah final.
  3. Banyak aliran yang tidak menghasilkan buah-buah yang baik. Salah satu contohnya adalah aliran Children of God yang menarik kaum pria untuk bergabung dengan cara yang tidak senonoh.
  4. Ada juga aliran gereja yang mempunyai pengertian yang keliru tentang kasih karunia Tuhan. Yohanes 3: 16 menyatakan bahwa kasih karunia Tuhan berarti “Tuhan ingin agar sebanyak mungkin orang dapat diselamatkan, dan Dia memberi syarat yang paling mudah yaitu percaya”. Namun ada beberapa gereja dengan keras berkata bahwa jika ingin selamat orang harus bergabung dengan gereja tersebut, sebagai satu-satunya gereja yang benar. Itu sebabnya aliran seperti ini rajin melakukan penginjilan kepada orang yang sudah Kristen dengan alasan bahwa mereka belum beriman dengan benar (atau lebih jelasnya tidak sesuai dengan ajaran Alkitab menurut tafsiran mereka).

Hari ini, marilah kita sadar bahwa sebagai penjala manusia, kita adalah pengikut Kristus yang benar. Dunia ini melihat kita dan tingkah laku kita sehari-hari. Orang lain bisa melihat kita pergi ke gereja, tetapi hal itu bukanlah sesuatu yang bisa membuat mereka untuk mengikut Yesus. Tetapi, jika kita hidup menurut firman-Nya dan menghasilkan hal-hal yang baik dalam hidup kita, orang akan bisa tertarik untuk mengikut Yesus dan memuliakan Bapa di surga.

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5: 16

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s