Pengetahuan ada untuk bisa lebih mengerti

“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Efesus 3: 18 -19

Teologi adalah studi tentang Tuhan dan hubungannya dengan, tujuan, dan pekerjaan di dalam alam semesta yang diciptakan. Dengan demikian, teologi mencakup semua realitas yang diciptakan dari sudut pandang Sang Pencipta yang membuat semua itu. Hanya karena Tuhan telah menyatakan diri-Nya, kita dapat mengetahui siapa Tuhan itu dan apa tujuan, rencana, dan pekerjaan-Nya dalam ciptaan yang telah dibuat-Nya, sekalipun selama kita hidup di dunia pengenalan kita akan Tuhan belumlah sempurna.

Setiap bidang teologi—penciptaan dunia, pembentukan laki-laki dan perempuan menurut gambar-Nya, kejatuhan mereka ke dalam dosa, rencana keselamatan dan pemulihan-Nya bagi dunia yang telah jatuh yang melibatkan panggilan Abraham dan pilihan Israel melalui siapa Mesias akan datang, pekerjaan pemeliharaan-Nya untuk membawa keselamatan melalui inkarnasi, kehidupan tanpa dosa, kematian Yesus sebagai penebus kita, dan kebangkitan-Nya yang berkemenangan, pembentukan gereja-Nya, dan rencananya untuk membawa semua ciptaan ke tujuan yang telah ditetapkan secara ilahi, dan banyak lagi – semua terikat langsung kepada Allah dan karakter, kehendak, cara, rencana, dan pekerjaan pemeliharaan-Nya sendiri. Hanya ketika kita memahami aspek-aspek kehidupan dan teologi ini dari sudut pandang Tuhan, kita dapat memahami siapa Tuhan itu, siapa kita, dan bagaimana sebaiknya kita hidup.

Sebagai ilustrasi pentingnya mengenal Tuhan mungkin bisa dibayangkan jika kita mendengar sebuah pertanyaan yang sering disampaikan kepada mereka yang sudah lama menikah adalah mengenai hal mengenal pasangan mereka. Apakah mereka yang sudah hidup bersama puluhan tahun sudah saling mengenal kebiasaan dan sifat pasangannya sehingga mereka bisa saling menerka segala apa yang akan diperbuat pasangannya? Pada umumnya jawaban pertanyaan ini adalah antara “ya” dan “tidak”. Hidup bersama orang lain dalam suatu pernikahan dalam waktu yang lama tidaklah membuat seseorang bisa mengerti semua apa yang dipikirkan pasangannya. Walaupun demikian, biasanya orang bisa mengerti bahwa pasangannya adalah orang yang seringkali berbeda dalam kebiasaan dan cara berpikir, sehingga ia tidak lagi terkejut atau heran jika pasangannya melakukan sesuatu hal baru. Mereka yang sudah hidup bersama cukup lama tentunya saling mengasihi dan saling memercayai. Bagaimana pula pengenalan kita akan Tuhan?

Dalam Roma 11: 33 Paulus menulis kepada jemaat di Roma ketika ia berada di Korintus sekitar tahun 50 Masehi: “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya!” Ayat ini sering dipakai dalam khotbah untuk menggarisbawahi kebesaran Tuhan yang tidak dapat diselami manusia. Manusia sebagai ciptaan tidak dapat menyelami jalan pikiran Sang Pencipta. Ini adalah hal yang diajarkan dalam banyak agama. Dengan demikian, tidaklah mengherankan jika manusia sering bertanya-tanya mengapa suatu hal harus terjadi dalam hidupnya, terutama jika hal itu adalah sesuatu yang tidak diinginkannya. 

Apa yang terjadi di dunia saat ini adalah sesuatu yang membuat banyak orang menderita, dan dengan itu banyak orang yang mempertanyakan mengapa hal itu harus terjadi. Malahan, ada orang yang bertanya apakah Tuhan itu memang ada jika manusia harus mengalami berbagai malapetaka. Adalah menyedihkan bahwa di dalam kesusahan, manusia tidak dapat mengenali Tuhan yang mahakuasa. Terlebih menyedihkan jika ada orang yang sudah lama merasa kenal dengan Tuhannya, tetapi tidak dapat mengerti bagaimana sifat Tuhan.

Dalam ayat pembukaan di atas, Paulus menulis sesuatu yang agaknya berbeda dengan apa yang ditulisnya dalam Roma 11: 33. Dalam ayat Efesus 3: 18-19 ini ia justru berdoa agar jemaat Efesus bersama dengan segala orang percaya dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan yang kita punyai. Apakah ini bukannya doa yang sia-sia jika Tuhan adalah Allah yang tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan tak terselami jalan-jalan-Nya?

Paulus berdoa agar mereka dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Ini menunjukkan bahwa kepenuhan Allah adalah penting untuk bisa memahami sifat dan tindakan Tuhan. Memang setiap orang percaya mengerti bahwa Allah sudah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus manusia yang seharusnya binasa. Dalam Kristus, kasih dan kebijaksanaan Allah sudah dinyatakan sepenuhnya. Dalam Kristus kita bisa melihat Allah yang tidak bisa kita lihat dengan mata. Allah adalah mahakuasa, mahatahu, mahabijaksana dan Ia juga mahakasih. Allah bukan mahakuasa saja, tetapi Ia juga mahakasih. Dalam ibadah kita, kita tidah boleh menekankan kemahakuasaan Tuhan di atas kemahakasihan-Nya, dan begitu juga sebaliknya. Jika kita terlau menekankan sifat mahakuasa-Nya, kita akan merasa bahwa Tuhan menentukan segalanya tanpa mendengarkan keluh-kesah manusia, dan jika kita terlalu menekankan kasih-Nya, kita mungkin merasa bebas untuk berbuat apa saja (Galatia 5: 13). Dengan demikian, pengetahuan yang seimbang antara kedua sifat hakiki Tuhan ini perlu kita fahami.

Pagi ini, jika anda merasakan jauhnya Tuhan dan betapa hidup ini terasa berat saat ini, firman-Nya berkata bahwa Tuhan dapat kita lihat sepenuhnya dalam diri Kristus yang sudah membawa kita kepada keselamatan. Jika kita mengerti bahwa tidak ada hal lain yang lebih berharga dari karunia kasih Allah dalam diri Kristus, itu berarti bahwa kita sudah mengenal kasih-Nya yang melampaui segala pengetahuan. Jika demikian, adakah hal yang masih membuat kita ragu akan Dia yang dengan kasih-Nya memegang kendali hidup kita dan segala sesuatu yang ada dalam alam semesta?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s