Tahu tapi tidak mau melakukan

Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Yakobus 4: 17

Sudah lebih dari 40 tahun sejak Australia meluncurkan kampanye pertama ” Do the Right Thing” (Lakukan Hal yang Benar). Itu adalah ajakan bagi warga Australia untuk melakukan hal yang benar dengan membuang sampah ke tempat yang semestinya. Faktanya saat ini, seiring dengan bertambahnya populasi dan gaya hidup pendiduk yang bebas, semua orang perlu diingatkan agar memiliki tanggung jawab untuk memberi contoh dan mencegah polusi sampah. Hidup memang boleh dinikmati, tetapi harus disertai dengan pelaksanaan etika hidup dengan baik.

Secara bahasa, kata ‘etika’ lahir dari bahasa Yunani ethos yang artinya tampak dari suatu kebiasaan. Dalam hal ini yang menjadi perspektif objeknya adalah perbuatan, sikap, atau tindakan manusia. Pengertian etika secara khusus adalah ilmu tentang sikap dan kesusilaan suatu individu dalam lingkungan pergaulannya yang kental akan aturan dan prinsip terkait tingkah laku yang dianggap benar.

Sebagai anak-anak Allah, motif dan sikap kita harus hidup bagi Kristus setiap saat sepanjang hari – mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang hidup kepada-Nya, untuk memercayai Firman-Nya dan berjalan dalam ketergantungan total kepada-Nya, saat demi saat. Menjalani kehidupan Kristen seperti yang dimaksudkan dan diperintahkan Tuhan, yang sesuai dengan etika Kristen, harus menjadi tujuan utama orang Kristen, dan kegagalan untuk melakukannya diidentifikasi oleh Yakobus sebagai dosa yang harus diakui kepada Tuhan. Memang, jika dalam hidup kita kita ingin hidup kudus, persekutuan dengan Bapa akan bertumbuh dalam kasih karunia, untuk kehormatan dan kemuliaan-Nya.

Dan ayat di atas, rasul Yakobus berusaha menjelaskan kepada para pembacanya konsekuensi dari mengetahui apa yang saleh dan mulia di mata Tuhan, etika yang benar, namun menolak untuk melaksanakannya. Oleh karena itu, dia memperingatkan, kepada orang yang mengetahui hal yang benar untuk dilakukan namun tidak melakukannya, itu adalah dosa. Seiring dengan itu, mereka yang mengerti dan sudah melaksanakan apa yang baik, tentunya harus mau mengajarkan hal itu kepada orang lain.

Etika Kristen adalah pelaksanaan perintah Tuhan dalam hidup sehari-hari, yang walaupun tidak disebutkan secara terperinci dalam Alkitab, adalah suatu tanda bahwa Roh Kudus bekerja dalam hidup kita sehingga kita mengerti dan taat kepada firman-Nya. Jika etika umum bisa muncul dalam satu masyarakat dan karena etika berhubungan dengan budaya setempat, etika dalam sebuah masyarakat tertentu mungkin tidak dikenal dalam masyarakat lain. Sebaliknya, karena etika Kristen bertalian dengan firman Tuhan, seharusnya semua orang Kristen tahu apa yang baik dan buruk dalam hidup sehari-hari menurut ukuran firman Tuhan. 

Dalam ayat Kolose 3: 5 – 6 disebutkan bahwa kita tidak boleh melakukan segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan. Sebagai orang Kristen mungkin kita mudah berkata bahwa kita mengerti akan hal-hal di atas. Tetapi bagaimana pula dengan praktik tingkah laku dan pikiran kita yang sehari-hari tentang hal-hal itu? Mungkin kita tidak melakukan hal- hal yang jahat itu, tetapi apakah kita selalu mau mengingatkan dan mengajar mereka yang mengabaikan kenyataan hidup mereka? Ini adalah panggilan kita sekalipun kita diselamatkan oleh iman dan bukan oleh perbuatan. Tambahan pula, sebagai orang yang sudah menerima karunia Tuhan yang luar biasa besarnya, apakah kita tidak tergerak untuk melakukan dan mengajarkan hidup baik sebagai pernyataan rasa syukur kita kepada-Nya?

Yesus pernah menjumpai orang-orang yang sudah merasa saleh tetapi mengabaikan etika-etika hidup yang benar. Sebagai contoh, ahli-ahli Taurat dan orang Farisi mungkin merasa bahwa mereka sudah membayar apa yang harus dibayar dalam hidup mereka, tetapi melupakan bahwa ada hal-hal lain yang menyangkut keadilan, belas kasihan dan kesetiaan yang perlu dilaksanakan. Serupa dengan itu, sebagai orang Kristen kita yakin bahwa dosa kita sudah diampuni karena Kristus sudah membayar hutang kita dengan darah-Nya, dan karena itu kurang menekankan pentingnya hidup menurut etika yang benar.

“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” Matius 23: 23

Hari ini kita diingatkan bahwa jika kita mau mengikut Yesus, kita sewajarnya memegang dan melaksanakan etika hidup Kristen yang berdasarkan kasih. Dalam bekerja, kita harus bekerja dengan rajin dan jujur, menghormati atasan dan bawahan kita, menghargai orang-orang yang rajin bekerja dan mengasihani mereka yang kekurangan; karena Tuhanlah yang mengendakinya. Dalam berkeluarga, kita harus setia, mau saling menolong dan menguatkan, serta membagi waktu untuk seluruh anggota keluarga. Sebagai seorang warganegara kita harus ikut menunjang pemerataan ekonomi, menolong mereka yang kurang mampu, dan menghormati pemerintah dan hukum yang berlaku. Memilih dan melakukan hal yang baik adalah suatu keharusan dan bukan pilihan.

Sebagai anggota masyarakat kita harus menempatkan diri sama seperti yang lain dan tidak memakai kedudukan sosial kita untuk menguntungkan diri sendiri. Sebagai manusia kita juga harus menghargai hidup sehat jasmani dan rohani dan karena itu tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan kesehatan dan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, sebagai orang Kristen kita harus mau mengajar orang lain untuk hidup baik, sebab menyadarkan orang lain tentang kehendak Tuhan ini juga termasuk perbuatan baik.

“Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.” Filipi 4: 9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s