Kalau memang sudah diselamatkan, buktinya apa?

“Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia.” Efesus 4:17

Apakah Tuhan tetap menyelamatkan mereka yang sudah dipilih-Nya jika mereka tetap hidup dalam dosa? Ini adalah pertanyaan yang cukup sering muncul, dan sudah menyebabkan perdebatan antar berbagai denominasi Kristen. Dari segi teologi, ini mungkin tidak sulit dijawab. Jika memang Tuhan sudah memilih seseorang untuk maksud tertentu, Ia pasti memilihnya melalui kebijaksanaan dan kemahatahuan-Nya. Dengan demikian, Tuhan yang tidak pernah membuat kesalahan, tidak perlu membatalkan keputusan-Nya. Apa yang sudah ditentukan Tuhan, tidak dapat dibatalkan manusia. Ini sejalan dengan keyakinan semua umat Kristen bahwa keselamatan bukan terjadi karena usaha manusia, tetapi semata-mata karena karunia Tuhan kepada mereka yang mau diselamatkan.

Pada pihak yang lain, jika kita percaya bahwa Tuhan dan mahaadil dan mahasuci, apakah Tuhan mau menerima orang Kristen yang hidup dalam dosa, alias “anak yang hilang”, jika ia tidak pernah mau kembali dan bertobat kepada Bapa? Apakah Tuhan tetap menyertai kita sekalipun kita memilih untuk hidup dalam dosa? Apakah Tuhan hanya menyertai mereka yang imannya besar dan hidup tak bercela? Pertanyaan ini harus dijawab dengan pengertian dasar bahwa mereka yang mau mengikut Kristus harus meninggalkan hidup lamanya dan tidak melakukan dosa yang biasa dilakukannya. Karena itu, mereka yang tetap bertahan dalam dosa harus meneliti hidup mereka dan berdoa agar Tuhan memberi mereka kemampuan untuk menyadari apakah mereka memang sudah menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka.

Memang ada banyak orang yang mengaku Kristen, tetapi tidak hidup menurut apa yang difirmankan Tuhan. Ada banyak orang sedemikian yang tidak pernah berubah gaya hidupnya karena yakin bahwa keselamatan sudah terjamin. Sebagai umat-Nya, hidup kita seharusnya berubah hari demi hari untuk menjadi makin serupa dengan Yesus. Roh Kudus bekerja dalam hidup kita memperbaharui hati dan pikiran kita. Dengan demikian, mereka yang yakin bahwa mereka orang Kristen, belum tentu adalah orang terpilih. Pada pihak yang lain, jika kita sadar bahwa kita sudah diplih, tetapi jika hidup kita masih terlalu sibuk dengan berbagai kesibukan duniawi, pembaharuan hidup kita akan mengalami kelambatan dan kita mudah jatuh kedalam dosa, termasuk kehancuran karena dosa lama. Itu adalah kesalahan kita sendiri, dan kalau itu terjadi kita tidak bisa mempersalahkan Tuhan.

Apakah Tuhan tetap menyertai sekalipun kita manusia berdosa? Pertanyaan ini juga mudah dijawab karena penebusan Kristus memungkinkan  orang yang benar-benar percaya kepada-Nya mendapat pengampunan sekalipun dosanya sebesar apapun (Yesaya 1: 18). Selain itu, karena Kristus sudah mati di kayu salib untuk seisi dunia, setiap manusia yang percaya akan terhitung sebagai anak Tuhan sekalipun ia berdosa (Lukas 23: 43). Dalam Yesus tidak ada lagi hukuman:

“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” Roma 8: 1

Tuhan yang mahakuasa adalah Tuhan yang mahakasih. Tetapi Ia adalah Tuhan yang mahasuci. Karena itu, adakalanya ia memperingatkan umat-Nya untuk kembali ke jalan yang benar. Memang peringatan itu adalah tindakan pendisiplinan yang bisa terasa menyakitkan, tetapi Ia tidak akan memberi sesuatu yang melebihi kekuatan kita (1 Korintus 10: 13).

Sudah berapa lama kita menjadi pengikut Kristus ? Apakah dengan menjadi pengikut Kristus kita telah meninggalkan kehidupan lama dan menjadi manusia yang baru ? Ingatlah Firman Tuhan dalam 2 Korintus 5:17 yamg menyatakan bahwa siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.Yang dimaksud dengan ciptaan baru adalah pribadi yang telah mengalami pembaharuan dalam hidupnya melalui proses pertobatan yang tidak lagi mengenakan tabiat manusia lama, tetapi mengenakan tabiat Kristus dan hidup menurut pimpinan Roh Kudus.

Manusia baru tidak ada lagi hidup dalam dosa lama. Untuk bertumbuh menjadi manusia baru langkah yang harus kita lakukan adalah memiliki komitmen untuk membuang cara hidup manusia lama kita dan menjadi serupa dengan Kristus dan hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Jelas bahwa dosa adalah faktor penghalang utama untuk mengalami pembaharuan hidup. Oleh karena itu janganlah kita menyimpan dosa-dosa masa lalu yang terus menghantui dan menghambat pertumbuhan rohani kita. Janganlah memberi kesempatan kepada Iblis untuk menguasai kita kembali.

Ayat pembukaan di atas mengajak kita agar kita tidak hidup seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia. Karena itu, sediakanlah banyak waktu untuk belajar firman Tuhan dan bersekutu dengan-Nya supaya kita dibaharui di dalam roh dan pikiran kita sehingga kita dapat mengenakan manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Allah didalam kekudusan yang sesungguhnya. Itu jika kita benar-benar sudah diselamatkan.

Pagi ini kita diingatkan bahwa sebagai orang percaya, kita tidak dapat hidup dalam dosa lama. Tetapi, selama hidup di dunia kita tetap harus berjuang melawan dosa setiap hari. Adakalanya Tuhan memberi peringatan ketika kita membuat kesalahan, agar kita kembali mendekat kepada-Nya. Tetapi, dalam keadaan apapun Yesus yang telah mati di kayu salib sebagai ganti hukuman mereka yang terpilih. Mereka yang terpilih adalah orang-orang yang sadar bahwa mereka harus berubah melalui proses yang berlangsung selama hidup di dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s