Kesempurnaan akan datang dalam Kristus

“Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.”Pengkhotbah 7:29

Ada kalanya kita mendengar kalimat-kalimat yang terdengar indah, tetapi meninggalkan kegelisahan di hati. “Tuhan menciptakan kita sempurna,” atau “kita ini baik adanya.” Sekilas, tidak ada yang salah. Bahkan terdengar menguatkan. Namun jika direnungkan lebih dalam, kita tahu ada sesuatu yang belum lengkap.

Pandangan seperti ini sebenarnya juga sangat kuat dalam arus pemikiran New Age, yang melihat manusia pada dasarnya ilahi, baik, dan utuh di dalam dirinya. Masalah manusia dianggap hanya kurangnya kesadaran akan potensi diri, bukan karena dosa. Karena itu, solusi yang ditawarkan adalah “menemukan diri sejati” atau “membangkitkan kesadaran batin.” Sekilas terdengar positif, tetapi pandangan ini mengabaikan realitas mendasar yang diungkapkan Alkitab: bahwa masalah manusia bukan sekadar ketidaktahuan, melainkan pemberontakan hati terhadap Tuhan.

Pengkhotbah 7:29 memberikan perspektif yang jujur dan tajam: manusia memang diciptakan dengan benar—jujur, lurus, tanpa cacat moral. Tetapi manusia tidak berhenti di sana. Kita “mencari banyak dalih.” Kita menyimpang. Kita membelok dari jalan yang lurus itu. Dengan kata lain, kesempurnaan itu bukan lagi realitas kita saat ini, melainkan sesuatu yang telah hilang.

Di sinilah pentingnya kita memahami perbedaan antara diciptakan baik dan keadaan kita sekarang. Tuhan memang menciptakan manusia dengan indah dan baik. Kita diberi akal budi, hati nurani, dan kemampuan untuk mengenal Dia. Itu adalah anugerah yang luar biasa. Namun setelah kejatuhan dalam dosa, semua itu tidak hilang, tetapi menjadi rusak. Pikiran kita bisa menjadi gelap. Hati kita bisa condong kepada diri sendiri. Kehendak kita tidak lagi sepenuhnya taat kepada Tuhan.

Mungkin itulah sebabnya kita merasa rikuh ketika mendengar pernyataan bahwa manusia itu “baik dan sempurna” tanpa penjelasan lebih lanjut. Karena dalam kejujuran hati, kita tahu itu tidak sepenuhnya benar. Kita melihat kelemahan dalam diri sendiri. Kita melihat kecenderungan untuk mencari dalih, membenarkan diri, bahkan ketika kita tahu kita salah.

Namun, firman Tuhan tidak berhenti pada diagnosis yang suram. Justru dari pengakuan inilah harapan mulai bersinar. Jika kita tidak lagi sempurna, apakah itu berarti kita kehilangan segalanya? Tidak. Injil membawa kabar yang jauh lebih dalam dan indah: kesempurnaan itu tidak diminta dari kita sekarang—kesempurnaan itu diberikan kepada kita di dalam Kristus.

Kristus datang bukan untuk orang yang sudah sempurna, tetapi untuk mereka yang rusak. Ia hidup dengan sempurna untuk menggantikan kita. Ia taat sepenuhnya kepada Bapa, sesuatu yang tidak mampu kita lakukan. Dan melalui pengorbanan-Nya, kita tidak hanya diampuni, tetapi juga diperbarui.

Dalam Kristus, kita mulai dipulihkan. Prosesnya mungkin lambat dan sering terasa tidak sempurna. Kita masih jatuh, masih bergumul, masih terkadang mencari dalih. Tetapi arah hidup kita telah diubah. Kita tidak lagi berjalan menjauh dari Tuhan, melainkan sedang dibentuk kembali menuju keserupaan dengan Dia.

Dan suatu hari nanti, janji itu akan digenapi sepenuhnya. Kesempurnaan yang dulu hilang akan dipulihkan. Bukan karena usaha kita, tetapi karena karya Kristus yang sempurna. Tidak ada lagi dosa, tidak ada lagi dalih, tidak ada lagi hati yang bengkok. Kita akan berdiri di hadapan Tuhan dalam keadaan yang benar-benar dipulihkan.

Sampai hari itu tiba, kita hidup dalam kerendahan hati. Kita tidak menyangkal kerusakan kita, tetapi juga tidak kehilangan harapan. Kita mengakui bahwa kita tidak sempurna, tetapi kita percaya bahwa kesempurnaan itu sedang dikerjakan dalam kita oleh Tuhan sendiri.

“Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: ”Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!”Wahyu‬ ‭21‬:‭5‬‬a

Doa Penutup

Tuhan yang penuh kasih, kami bersyukur karena Engkau menciptakan kami dengan begitu baik pada mulanya. Namun kami juga mengakui bahwa kami telah menyimpang, mencari banyak dalih, dan hidup tidak sesuai dengan kehendak-Mu. Ampuni kami, ya Tuhan.

Terima kasih untuk Kristus, yang telah datang menggantikan kami dengan hidup yang sempurna dan pengorbanan yang cukup. Tolong kami untuk hidup dalam kerendahan hati, menyadari kelemahan kami, tetapi juga berpegang pada pengharapan di dalam Engkau.

Bentuklah kami setiap hari semakin serupa dengan Anak-Mu. Dan kuatkan iman kami untuk menantikan hari di mana kami akan dipulihkan sepenuhnya dalam kemuliaan-Mu.

Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Tinggalkan komentar