Apakah Tuhan Masih Mencipta?

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” 2 Korintus 5:17

Pernahkah Anda mendengar istilah Deisme? Jika belum, saya rasa Anda pernah tahu orang yang mempunyai paham yang mirip Deisme. Saya sendiri mempunyai teman yang menganut filsafat ini sekalipun tidak terang-terangan mengakuinya.

Kaum Deis percaya bahwa alam semesta yang sangat teratur ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Harus ada Pencipta yang mahacerdas di awal mula. Namun, setelah penciptaan itu selesai dan hukum alam ditetapkan, Tuhan menarik diri dan membiarkan semesta berjalan mandiri.

Dalam Deisme, manusia tidak membutuhkan iman atau dogma agama. Nalar dan sains adalah alat utama untuk memahami moralitas dan keberadaan Tuhan. Jika suatu ajaran agama bertentangan dengan logika dan ilmu pengetahuan, maka ajaran tersebut harus ditolak.

Penganut Deisme percaya Tuhan itu ada sebagai pencipta, tetapi mereka menolak adanya mukjizat, wahyu, kitab suci, atau intervensi ilahi dalam sejarah manusia. Bagi mereka, dunia sepenuhnya berjalan di atas hukum fisika dan logika. 

Pandangan Deisme tentang penciptaan ini kelihatannya masuk akal, tapi tidak benar. Meskipun penciptaan awal alam semesta (material primordial) telah selesai, sebagian besar perspektif teologi dan sains memandang bahwa aktivitas penciptaan Tuhan tidak pernah berhenti, melainkan bertransformasi menjadi proses yang dinamis dan berkelanjutan.

Banyak teolog menggunakan istilah creatio continua (penciptaan yang terus-menerus). Konsep ini menyatakan bahwa Tuhan tidak hanya menciptakan alam semesta dan manusia lalu meninggalkannya begitu saja. Bagaimana kata Alkitab tentang hal ini?

Ketika membaca kitab Kejadian, kita melihat bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi, laut dan daratan, tumbuhan, binatang, dan manusia. Banyak orang berpikir bahwa pekerjaan penciptaan itu sudah selesai pada hari ketujuh ketika Allah berhenti dari segala pekerjaan-Nya.

Namun Alkitab menunjukkan bahwa Allah masih terus bekerja sampai hari ini. Ia bukan lagi menciptakan dunia dari ketiadaan, melainkan menciptakan manusia baru di dalam Kristus.

Yesus Kristus menegaskan dalam Injil Yohanes 5:17 bahwa “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.”.

Dosa telah merusak manusia sejak kejatuhan Adam dan Hawa. Manusia tetap bisa terlihat baik dari luar, berbudaya, sopan, bahkan religius, tetapi hati manusia sudah tercemar dosa. Karena itu, keselamatan bukan sekadar memperbaiki perilaku lama atau menambal karakter yang rusak. Tuhan tidak datang hanya untuk “merenovasi” manusia lama. Ia menciptakan sesuatu yang baru.

Itulah sebabnya Paulus berkata, “siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru.” Perhatikan bahwa Alkitab tidak mengatakan “orang yang sedikit diperbaiki,” tetapi “ciptaan baru.” Ini adalah karya ilahi. Sama seperti manusia tidak dapat menciptakan dirinya sendiri pada awal dunia, manusia juga tidak dapat menciptakan kelahiran rohaninya sendiri. Semua berasal dari anugerah Allah.

Menjadi ciptaan baru bukan berarti orang percaya langsung menjadi sempurna. Orang Kristen sejati masih bisa jatuh dalam dosa, masih bergumul dengan kelemahan, emosi, dan kebiasaan lama. Namun ada sesuatu yang berbeda: arah hidupnya berubah. Dahulu ia nyaman hidup jauh dari Tuhan, sekarang hatinya rindu kepada Tuhan. Dahulu dosa terasa biasa, sekarang dosa mendatangkan pergumulan dan dukacita. Dahulu hidup hanya berpusat pada diri sendiri, sekarang ada kerinduan untuk memuliakan Kristus.

Kadang perubahan itu terjadi secara dramatis. Ada orang yang hidupnya berubah total setelah mengenal Kristus. Tetapi sering kali perubahan itu berlangsung perlahan seperti pertumbuhan pohon. Tidak selalu mencolok setiap hari, tetapi nyata setelah waktu berlalu. Tuhan bekerja dengan sabar membentuk umat-Nya.

Di zaman sekarang, banyak orang berusaha “menciptakan diri baru” dengan kekuatan sendiri. Ada yang mencoba melalui motivasi diri, terapi, pendidikan, kekayaan, pencapaian, atau perubahan penampilan. Semua itu mungkin memberi perubahan sementara, tetapi tidak dapat mengubah hati manusia yang paling dalam. Hanya Roh Kudus yang mampu memberi hidup baru.

Inilah pengharapan besar Injil. Masa lalu tidak harus menjadi identitas terakhir seseorang. Kegagalan, dosa, luka, atau kehancuran hidup bukan akhir cerita ketika seseorang ada di dalam Kristus. Tuhan sanggup melakukan penciptaan baru. Ia mengambil hati yang keras dan memberi hati yang baru. Ia mengambil hidup yang kosong dan memberi tujuan yang baru.

Dan pekerjaan penciptaan itu belum selesai. Orang percaya masih sedang dibentuk setiap hari. Kadang proses itu menyakitkan, karena Tuhan memotong kesombongan, ego, dan dosa yang masih melekat. Tetapi seperti seorang pemahat yang tekun membentuk batu menjadi karya indah, demikian pula Tuhan membentuk umat-Nya menjadi serupa dengan Kristus.

Karena itu, jangan putus asa melihat kelemahan diri sendiri. Jika kita sungguh berada di dalam Kristus, Tuhan belum selesai bekerja. Sang Pencipta yang dahulu menciptakan dunia kini sedang menciptakan hidup baru di dalam umat-Nya.

Doa Penutup

Tuhan, terima kasih karena Engkau bukan hanya Pencipta langit dan bumi, tetapi juga Pencipta hidup baru di dalam Kristus. Kami mengaku bahwa dosa telah merusak hati kami dan kami tidak mampu mengubah diri dengan kekuatan sendiri. Bentuklah kami terus menjadi ciptaan baru yang memuliakan nama-Mu. Ketika kami jatuh, kuatkan kami kembali. Ketika kami lemah, ingatkan kami bahwa Engkau belum selesai bekerja dalam hidup kami. Biarlah hidup kami semakin hari semakin serupa dengan Kristus. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Tinggalkan komentar