“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
— Kisah Para Rasul 1:8

Banyak orang Kristen memahami peristiwa Pentakosta sebagai peristiwa besar dalam sejarah gereja. Memang benar. Pada hari itu Roh Kudus turun atas para murid dengan kuasa yang luar biasa. Mereka berbicara dalam berbagai bahasa, berkhotbah dengan keberanian, dan ribuan orang bertobat.
Namun sering kali kita berhenti hanya pada kekaguman terhadap peristiwanya, tanpa sungguh memahami tujuan dari turunnya Roh Kudus itu sendiri.
Yesus tidak berkata, “Kamu akan menerima Roh Kudus supaya kamu merasa hebat.” Ia juga tidak berkata, “supaya kamu menjadi lebih terkenal, lebih dihormati, atau lebih rohani dibanding orang lain.”
Tetapi Yesus berkata:
“…dan kamu akan menjadi saksi-Ku…”
Inilah tugas utama setelah Roh Kudus turun: menjadi saksi Kristus.
Menarik bahwa sebelum Pentakosta, para murid sebenarnya sudah lama bersama Yesus. Mereka telah melihat mujizat, mendengar pengajaran-Nya, bahkan menyaksikan kebangkitan-Nya. Tetapi mereka masih dipenuhi ketakutan dan kebimbangan. Petrus pernah menyangkal Yesus tiga kali. Para murid bersembunyi karena takut kepada dunia.
Namun setelah Roh Kudus turun, sesuatu berubah secara mendalam. Orang-orang yang dulu takut mati sekarang rela menderita demi Injil.
Roh Kudus bukan diberikan hanya untuk pengalaman emosional sesaat di gereja. Roh Kudus diberikan supaya hidup kita memuliakan Kristus di tengah dunia.
Rasul Paulus menulis:
“Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.”
— 1 Korintus 10:31
Artinya, kesaksian Kristen bukan hanya muncul saat kita melayani di gereja atau berbicara tentang Alkitab. Kesaksian itu terlihat dalam seluruh hidup kita sehari-hari.
Menjadi saksi Kristus tidak selalu berarti berkhotbah di mimbar besar. Kadang itu berarti:
- tetap jujur ketika orang lain curang,
- tetap mengampuni ketika disakiti,
- tetap berharap ketika hidup berat,
- tetap mengasihi keluarga,
- tetap rendah hati ketika berhasil,
- dan tetap setia kepada Tuhan ketika dunia menjauh dari-Nya.
Bahkan dalam hal-hal sederhana — cara kita berbicara, bekerja, memperlakukan pasangan, menggunakan uang, atau menghadapi penderitaan — orang dapat melihat apakah Kristus sungguh hidup di dalam kita.
Dunia modern sebenarnya sangat haus akan kesaksian seperti itu. Banyak orang hidup dalam kecemasan, kesepian, kebingungan identitas, dan kehilangan arah hidup. Mereka mungkin tidak membaca Alkitab, tetapi mereka membaca kehidupan orang Kristen setiap hari.
Karena itu tugas kita setelah menerima Roh Kudus bukan hanya menjadi pendengar firman, tetapi menjadi terang di tengah dunia yang gelap.
Sayangnya, ada orang Kristen yang ingin menerima kuasa Roh Kudus tetapi tidak ingin memikul tanggung jawab sebagai saksi Kristus. Ada yang mencari pengalaman rohani, tetapi tidak mau hidup kudus. Ada yang ingin mujizat, tetapi tidak mau taat. Ada yang ingin dipakai Tuhan, tetapi masih mencintai dunia lebih daripada Tuhan.
Padahal Roh Kudus bukan diberikan untuk meninggikan manusia, melainkan untuk meninggikan Kristus.
Gereja mula-mula bertumbuh bukan karena mereka kaya atau kuat secara politik. Mereka sering miskin, ditolak, bahkan dianiaya. Tetapi mereka dipenuhi Roh Kudus. Dunia melihat keberanian, kasih, dan iman mereka — dan banyak orang tertarik kepada Kristus.
Hari ini tantangannya berbeda, tetapi panggilannya tetap sama. Tuhan tidak memanggil semua orang menjadi pengkhotbah besar. Tetapi Tuhan memanggil setiap orang percaya untuk menjadi saksi-Nya:
di rumah,
di tempat kerja,
di sekolah,
di gereja,
dan di mana pun Tuhan menempatkan kita.
Roh Kudus masih bekerja sampai hari ini. Ia masih mengubah hati manusia, menguatkan yang lemah, menghibur yang terluka, dan memimpin umat Tuhan berjalan dalam kebenaran.
Karena itu pertanyaannya bukan hanya:
“Apakah Roh Kudus sudah turun?”
Tetapi juga:
“Apakah hidup kita sungguh menjadi saksi Kristus?”
Doa Penutup
Tuhan, terima kasih untuk Roh Kudus yang Engkau berikan kepada umat-Mu. Ampuni kami jika kami sering hidup dengan kekuatan sendiri dan melupakan pimpinan-Mu. Penuhi hati kami dengan keberanian, kasih, dan kesetiaan supaya hidup kami menjadi kesaksian yang memuliakan Kristus. Ajarlah kami melakukan segala sesuatu — baik dalam perkara besar maupun kecil — untuk kemuliaan-Mu. Pakailah kami di mana pun kami berada untuk membawa terang dan pengharapan bagi dunia yang membutuhkan-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.