Bila Kita Merasa Dibenci

“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.” — Yohanes 15:18

Ada banyak orang yang hidup dengan luka batin karena merasa tidak dikasihi. Mereka merasa kesepian di tengah keramaian, merana walaupun dikelilingi banyak orang, bahkan ada yang menjadi marah kepada dunia karena merasa ditolak. Memang ada keindahan ketika manusia tampak saling mencintai. Dunia sering menggambarkan kehidupan yang penuh penerimaan dan kasih. Lagu-lagu populer berbicara tentang cinta yang memenuhi udara dan hubungan yang harmonis. Namun pertanyaannya: cinta yang bagaimana? Apakah dunia yang selalu ramah dan menyukai kita itu benar-benar nyata?

Alkitab menunjukkan kenyataan yang lebih jujur tentang hati manusia. Karena dosa, manusia tidak mampu mengasihi dengan sempurna. Kasih manusia sering berubah-ubah, terbatas, dan bercampur kepentingan diri. Hari ini seseorang dipuji, besok ia dibenci. Hari ini diterima, besok ditolak. Bahkan kebencian manusia bisa sangat dalam dan kejam. Yesus sendiri mengalami hal itu. Ia datang membawa kasih, menyembuhkan orang sakit, menghibur yang lemah, dan memberitakan keselamatan, tetapi Ia justru dihina, ditolak, dan akhirnya disalibkan.

Karena itu Yesus memperingatkan para pengikut-Nya agar tidak heran ketika dunia membenci mereka. Ia berkata, “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.” Perkataan ini mungkin terdengar berat, tetapi sebenarnya mengandung penghiburan yang besar. Ketika kita merasa ditolak, disalahpahami, atau tidak diterima karena iman dan kehidupan kita, kita tidak berjalan sendirian. Kristus telah lebih dahulu melewati jalan itu.

Yesus menjelaskan bahwa pengikut-Nya memiliki identitas yang berbeda. Orang percaya tidak lagi hidup mengikuti nilai dunia yang hanya mengejar kepentingan diri, kesenangan sementara, atau standar moral yang berubah-ubah.

Ketika seseorang hidup menurut kebenaran Tuhan, benturan dengan dunia sering kali tidak dapat dihindari. Kehidupan yang berusaha taat kepada Tuhan kadang membuat orang lain merasa tidak nyaman, bukan karena kita lebih baik, tetapi karena terang memang menyingkapkan keadaan yang gelap.

Karena itu, penolakan dari dunia bukan selalu tanda kegagalan rohani. Kadang justru itu menjadi tanda bahwa kita sedang berjalan bersama Kristus. Nilai hidup kita tidak ditentukan oleh penerimaan manusia. Pengesahan terbesar bukan berasal dari pujian dunia, melainkan dari Tuhan yang menciptakan kita. Dunia dapat berubah sikap dengan cepat, tetapi kasih Tuhan tetap setia.

Namun ini bukan berarti orang Kristen dipanggil untuk menjadi kasar, sombong, atau sengaja mencari permusuhan. Yesus tidak mengajarkan balas membenci dengan kebencian.

Sebaliknya, Ia berkata,

“Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5:44).

Inilah salah satu bagian tersulit dari kehidupan Kristen. Ketika disakiti, manusia ingin membalas. Ketika dibenci, manusia ingin menjauh atau menyerang kembali. Tetapi Kristus memanggil kita untuk tetap mengasihi, tetap mendoakan, dan tetap hidup dalam kelembutan hati.

Yesus juga memberikan pengharapan yang besar:

“Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yohanes 16:33).

Dunia mungkin memberi luka, penolakan, atau kesepian, tetapi itu bukan akhir cerita. Kristus telah menang. Kasih-Nya lebih besar daripada kebencian manusia. Kehadiran-Nya lebih dalam daripada kesepian kita.

Mungkin hari ini ada orang yang merasa tidak dihargai, ditinggalkan, atau dibenci. Ingatlah bahwa Tuhan melihat air mata yang tidak dilihat orang lain. Ia tidak meninggalkan anak-anak-Nya. Bahkan ketika dunia menjauh, Kristus tetap dekat. Dan di tengah dunia yang penuh kebencian, orang percaya dipanggil untuk menjadi pembawa kasih yang berasal dari Tuhan sendiri.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ketika kami merasa ditolak, dibenci, atau kesepian, tolonglah kami untuk mengingat bahwa Engkau telah lebih dahulu mengalami semuanya itu.

Ajarlah kami untuk tidak mencari nilai diri dari penerimaan manusia, tetapi dari kasih-Mu yang kekal. Berikan kami hati yang tetap lembut, sehingga kami dapat membalas kebencian dengan kasih dan doa.

Kuatkan kami untuk tetap hidup dalam kebenaran walaupun dunia tidak selalu menyukai jalan-Mu. Hiburkan setiap hati yang terluka dan ingatkan kami bahwa kami tidak pernah berjalan sendirian, sebab Engkau selalu beserta kami.

Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Tinggalkan komentar