Mengapa ke Gereja?

“Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, Tuhan. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?”
— Mazmur 85:9

Setiap hari Minggu, jutaan orang Kristen di seluruh dunia melangkahkan kaki menuju gereja. Sebagian datang dengan sukacita, sebagian lagi datang karena kebiasaan. Namun tidak sedikit yang mulai bertanya, “Apakah saya benar-benar perlu ke gereja? Bukankah saya bisa berdoa dan membaca Alkitab di rumah?”

Memang benar bahwa Allah hadir di mana saja. Kita dapat berdoa di rumah, di tempat kerja, bahkan di tengah perjalanan. Namun sejak semula Allah tidak merancang kehidupan Kristen untuk dijalani sendirian. Ia memanggil umat-Nya untuk berkumpul, beribadah bersama, mendengarkan firman-Nya, dan saling menguatkan.

Pemazmur berkata, “Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, Tuhan.” Ada kerinduan untuk mendengar suara Tuhan. Salah satu alasan utama kita datang ke gereja adalah untuk mendengarkan firman Tuhan diberitakan. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, pikiran kita mudah dipenuhi berbagai suara: berita yang menakutkan, media sosial yang membingungkan, kekhawatiran tentang masa depan, dan godaan dunia yang terus menarik perhatian kita. Kita membutuhkan waktu khusus untuk kembali mendengar apa yang Tuhan katakan.

Firman Tuhan bukan sekadar informasi rohani. Firman Tuhan mengoreksi, menghibur, menguatkan, dan mengarahkan hidup kita. Pemazmur mengatakan bahwa Tuhan hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya agar mereka tidak kembali kepada kebodohan. Tanpa firman Tuhan, kita mudah terseret oleh cara berpikir dunia. Kita mulai menganggap dosa sebagai hal biasa, mengutamakan diri sendiri, atau mengejar hal-hal yang sebenarnya tidak memberi kepuasan sejati.

Gereja menjadi tempat di mana kita secara teratur diingatkan akan kebenaran Tuhan. Sama seperti tubuh memerlukan makanan setiap hari, jiwa kita memerlukan makanan rohani secara terus-menerus. Banyak orang tidak menyadari betapa jauhnya mereka telah menyimpang sampai suatu hari mereka kembali mendengar firman Tuhan dan menyadari bahwa hati mereka telah menjadi dingin.

Selain itu, gereja juga merupakan tempat persekutuan. Tuhan tidak menciptakan kita untuk berjalan sendiri. Dalam perjalanan iman ada saat-saat kita lemah, kecewa, atau bahkan ingin menyerah. Kehadiran saudara seiman sering kali menjadi sarana yang Tuhan pakai untuk menguatkan kita. Sebuah senyuman, doa bersama, percakapan singkat setelah ibadah, atau kesaksian iman seseorang dapat menjadi berkat yang tidak kita duga sebelumnya.

Tentu saja tidak ada gereja yang sempurna. Gereja dipenuhi oleh orang-orang berdosa yang sedang dibentuk oleh anugerah Tuhan. Kadang-kadang ada kekecewaan, kesalahpahaman, atau kekurangan dalam pelayanan. Namun kita tidak datang ke gereja karena gereja itu sempurna. Kita datang karena kita membutuhkan Tuhan dan karena Tuhan memanggil kita untuk hidup sebagai bagian dari tubuh Kristus.

Jika akhir-akhir ini kita mulai jarang beribadah, merasa tidak perlu datang ke gereja, atau mulai bosan ke gereja, mungkin inilah saatnya untuk bertanya kepada diri sendiri: kapan terakhir kali saya dengan sungguh-sungguh mendengar apa yang Tuhan ingin sampaikan kepada saya? Jangan sampai kesibukan, kenyamanan, atau berbagai alasan lainnya membuat kita kehilangan salah satu sarana anugerah yang Tuhan berikan untuk memelihara iman kita.

Datang ke gereja bukan terutama karena kewajiban, melainkan karena kebutuhan. Kita datang untuk beribadah kepada Tuhan, mendengar firman-Nya, menerima penguatan dari sesama orang percaya, dan diingatkan kembali akan kasih karunia-Nya. Semua itu pada akhirnya adalah untuk kebaikan kita sendiri, agar kita tetap berjalan dalam damai dan tidak kembali kepada kebodohan.

Kiranya renungan ini dapat mengingatkan banyak orang bahwa gereja bukan sekadar sebuah bangunan atau kewajiban mingguan, melainkan salah satu sarana yang Tuhan berikan untuk memelihara iman, menguatkan hati, dan menuntun umat-Nya tetap berjalan dalam kebenaran.

“Bersukacitalah aku, ketika dikatakan orang kepadaku: ‘Mari kita pergi ke rumah Tuhan.’”
— Mazmur 122:1

Doa Penutup

Tuhan, tanamkan dalam hati kami kerinduan untuk bersekutu dengan umat-Mu dan mendengar firman-Mu dengan setia. Peliharalah iman kami melalui gereja-Mu, sehingga kami tetap berjalan dalam kebenaran dan damai sejahtera-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

Tinggalkan komentar