Apakah Aku Sungguh Tinggal di dalam Kristus?

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”
— Yohanes 15:16

Ada pertanyaan yang sering muncul dalam kehidupan orang Kristen: “Apa yang harus saya lakukan bagi Tuhan?” Kita mungkin bertanya apakah kita harus melayani lebih banyak, terlibat dalam pelayanan tertentu, membantu orang lain, menjadi lebih aktif di gereja, atau melakukan sesuatu yang berarti bagi Tuhan.

Pertanyaan itu tidak salah. Tetapi mungkin kita sering mengajukannya terlalu cepat.

Sebelum bertanya, “Apa yang harus aku lakukan?”, ada pertanyaan yang jauh lebih mendasar: “Apakah aku sungguh mengenal Dia?”

Yesus berkata, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.” Perkataan ini menunjukkan bahwa hubungan kita dengan Kristus bukan dimulai dari usaha kita mencari dan melayani Dia. Kristus terlebih dahulu memanggil kita kepada diri-Nya. Kita terlebih dahulu menerima anugerah-Nya, mengenal Dia, mengasihi Dia, dan hidup di dalam Dia. Setelah itu barulah Ia berkata, “Pergilah dan hasilkanlah buah.”

Dalam pasal yang sama, Yesus memberikan gambaran tentang pokok anggur dan carang. Ia berkata, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” Lalu Ia menjelaskan bahwa carang tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri jika tidak tinggal pada pokok anggur.

Gambaran ini sederhana, tetapi sangat dalam.

Carang tidak menghasilkan buah dengan berusaha keras menjadi carang yang produktif. Carang berbuah karena ia melekat pada pohon. Kehidupan yang ada di dalam pohon mengalir kepadanya. Dari kehidupan itulah buah muncul.

Demikian juga kehidupan Kristen.

Mungkin ada orang percaya yang terus-menerus bertanya, “Apa yang harus saya lakukan?” Ia merasa harus melakukan sesuatu supaya hidupnya berguna bagi Tuhan. Ia melihat orang lain melayani, lalu merasa dirinya juga harus melakukan hal yang sama. Akhirnya kehidupan Kristen berubah menjadi kesibukan yang melelahkan.

Padahal mungkin masalahnya bukan kurangnya aktivitas, melainkan kurangnya ketergantungan kepada Kristus.

Carang yang tidak berbuah perlu diperiksa bukan hanya dari sisi buahnya, tetapi juga dari hubungannya dengan pohon. Demikian pula kita. Sebelum bertanya mengapa hidup kita tidak menghasilkan buah, mungkin kita perlu bertanya: Apakah aku sungguh tinggal di dalam Kristus?

Kita dapat mengetahui banyak hal tentang Yesus tanpa sungguh-sungguh mengenal Yesus. Kita dapat membaca Alkitab, memahami doktrin, menghadiri kebaktian, bahkan aktif dalam pelayanan, tetapi hati kita tetap jauh dari-Nya.

Sebaliknya, ketika kita sungguh mengenal Kristus dan tinggal di dalam Dia, sesuatu mulai berubah. Kita semakin mengenal kasih-Nya, semakin memahami kekudusan-Nya, semakin menghargai anugerah-Nya, dan semakin ingin hidup menyenangkan hati-Nya.

Kemudian pertanyaan kita berubah.

Bukan lagi, “Apa yang harus kulakukan supaya aku berguna bagi Tuhan?” tetapi, “Tuhan, karena aku telah menerima kasih karunia-Mu, bagaimana aku dapat hidup bagi-Mu?”

Inilah perbedaan antara aktivitas dan buah. Aktivitas dapat kita hasilkan dengan kekuatan sendiri. Tetapi buah rohani lahir dari kehidupan yang terhubung dengan Kristus.

Ketergantungan kepada Kristus juga bukan berarti pasif. Carang yang hidup akan bertumbuh dan berbuah. Orang yang sungguh tinggal di dalam Kristus akan semakin nyata dalam kasih, kesabaran, pengampunan, kerendahan hati, ketaatan, dan kepedulian kepada sesama.

Karena itu, mungkin hari ini kita tidak perlu terlebih dahulu mencari pekerjaan besar bagi Tuhan. Kita dapat mulai dengan kembali kepada sumber kehidupan kita.

Tinggallah di dalam Kristus. Kenallah Dia. Nikmatilah anugerah-Nya. Bergantunglah kepada-Nya.

Sebab sebelum kita dipanggil untuk melakukan sesuatu bagi Kristus, kita dipanggil untuk mengenal Kristus.

Dan ketika kita tinggal di dalam Dia, buah itu akan muncul pada waktunya—bukan terutama karena kita berusaha keras menghasilkan buah, tetapi karena kehidupan Kristus mengalir di dalam kita.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk tidak terlalu sibuk bertanya apa yang harus kami lakukan bagi-Mu, sementara kami melupakan pentingnya tinggal di dalam-Mu. Tolong kami semakin mengenal-Mu, mengasihi-Mu, dan bergantung kepada-Mu. Biarlah hidup kami menghasilkan buah yang berasal dari-Mu dan menyenangkan hati-Mu. Amin.

Tinggalkan komentar