“Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.” Lukas 23: 44 – 45
Jika anda adalah penggemar opera, pertunjukan musik dan balet, mungkin anda ingat bahwa panggung pertunjukan tradisional umumnya mempunyai tabir (curtain). Tetapi banyak gedung pertunjukan modern di dunia yang sekarang tidak lagi mempunyai tabir seperti itu.
Pada zaman sebelum kematian Yesus, bait suci di Yerusalem juga mempunyai tabir yang menutupi ruang mahakudus. Ruang yang didedikasikan kepada Allah ini hanya bisa dimasuki imam besar saja, hanya sekali dalam setahun, guna membawa persembahan untuk pendamaian dengan Allah (Keluaran 30: 10). Jabatan imam besar berakhir ketika bait suci dihancurkan tentara Romawi yang dipimpin Titus pada tahun 70 M.
Ayat diatas menuliskan kejadian yang terjadi pada saat Yesus disalibkan. Mulai tengah hari, kegelapan meliputi seluruh daerah itu selama tiga jam. Allah memperlihatkan murkaNya kepada manusia, dan menunjukkan bahwa manusia tidak mempunyai harapan kecuali jika mereka mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. Suatu keajaiban lain kemudian terjadi, tabir Bait Suci terbelah sehingga ruang mahakudus ini tidak lagi tersembunyi dari mata pengunjung bait Allah. Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya (Lukas 23: 46).
Di Golgota, suara-suara orang yang mempercakapkan hal penyaliban Yesus menjadi terhenti, dan mereka menjadi takut. Yesus ternyata bukanlah orang biasa, Ia adalah orang yang benar. Yesus adalah Tuhan, seperti apa yang sudah dinyatakanNya selama Ia hidup di dunia.
Bagi kita orang yang mengakui bahwa Yesus adalah Juruselamat kita, Allah sudah mengampuni dosa kita. Kita yang berdosa sudah mati dan dikubur bersama Yesus, untuk menerima keselamatan dalam kebangkitanNya. Lebih dari itu, kita boleh menyebut Allah sebagai Bapa kita karena dalam darah Kristus kita sudah diangkat menjadi anak-anakNya. Dengan terbelahnya tabir bait suci, kita sudah diberi anugerahNya untuk bisa berkomunikasi dengan Dia secara langsung.
Pagi ini, firman Tuhan mengingatkan kita bahwa Tuhan sudah memberi kita hak untuk menghadap tahtaNya dengan keyakinan bahwa Ia akan mau menerima kita. Sekalipun kita adalah orang yang berdosa, darah Yesus sudah mencuci bersih hidup lama kita. Dengan hidup baru, kita tidak lagi dengan ketakutan menghadapi tabir yang menutupi Tuhan, tetapi bisa dengan rasa hormat, syukur dan penuh kasih berdoa kepadaNya pada setiap saat. Kasih Tuhan sekarang bisa memancar langsung kepada kita anak-anakNya dari semua bangsa di dunia yang sudah diselamatkan!

Australia adalah negara peternak domba nomer dua sedunia. Banyak domba yang diekspor ke luar negeri melalui jalur laut, kemudian di proses oleh abatoar setempat guna dijadikan daging konsumsi manusia. Sekalipun tujuan akhir dari ekspor itu adalah pengadaan daging, pemerintah Australia cukup dibuat rikuh dengan adanya berita yang muncul akhir-akhir yang menunjukkan adanya malpraktek terhadap domba-domba Australia di beberapa negara yang mengimpor domba itu. Domba-domba yang seharusnya dipelihara dengan baik sebelum saat penyembelihan sering diperlakukan dengan tidak semestinya, dan cara penyembelihannya juga dianggap tidak manusiawi. Domba-domba yang malang itu seringkali terlihat seperti makhluk yang tidak berdaya dalam cengkeraman manusia yang kejam.
Kejadian terbakarnya katedral Notre Dame di Paris kemarin dulu adalah berita yang membuat banyak orang merasa masygul. Sebagian orang merasa sedih karena bangunan yang sudah berumur ratusan tahun itu merupakan bentuk arsitektur yang luar biasa. Mereka yang merasa ikut memiliki gedung gereja itu merasa sedih karena kerusakan berat yang sudah terjadi.
Pernahkah anda menonton pertandingan gulat? Pertandingan gulat (wrestling) yang ada di TV seringkali hanyalah untuk konsumsi mereka yang senang menonton pertunjukan atau entertainment. Pertandingan gulat yang asli menghadapkan dua orang yang benar-benar bertanding dan bukan hanya berpura-pura bertanding. Karena itu, dalam pertandingan gulat seperti itu cedera sering terjadi.
Tanggal 17 April yang akan datang bangsa Indonesia akan menghadapi pemilihan umum. Sebulan kemudian, tepatnya pada tanggal 18 Mei, Australia akan mengalami hal yang serupa. Pemilihan umum adalah pelaksanaan demokrasi yang paling nyata dalam sebuah negara, untuk mana manusia harus bersyukur karena adanya kemerdekaan setiap warga untuk menyatakan pendapatnya. Kemerdekaan atau freedom yang dipunyai sebuah bangsa, seringkali hanya bisa dicapai dengan pengorbanan besar. Karena itu, pemilihan umum adalah suatu pesta demokrasi yang harus kita nikmati bersama.
Tiap hari di media selalu ada berita tentang orang-orang yang ditangkap polisi karena diduga terlibat dalam suatu kejahatan atau pelanggaran hukum. Mereka itu pada saatnya akan menghadapi hakim di pengadilan, dimana tim penuntut dan tim pembela beradu pendapat mengenai kesalahan si terdakwa. Apakah terdakwa memang melakukan pelanggaran hukum? Apakah ia sadar akan adanya hukum? Apakah ia dengan sengaja melanggar hukum? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu adalah sebagian dari apa yang diperdebatkan di depan hakim.
Ingatkah anda akan lagu Gang Kelinci? Lagu lama yang pernah dinyanyikan Lilis Suryani dan Titik Puspa ini menceritakan kehidupan di satu gang di Jakarta. Gang Kelinci yang berada di samping Pasar Baru, Jakarta, adalah daerah yang padat penduduknya dan sempit jalannya. Walaupun demikian, dalam nyanyian itu diutarakan adanya rasa bahagia karena penduduknya rukun dan damai.