Menghadapi kabar buruk dan kabar burung di media

Tiap pagi, selagi menikmati sarapan, saya selalu melihat pemandangan bukit di belakang rumah saya di Toowoomba. Pikiran saya selalu melayang membayangkan kebesaran Tuhan yang menciptakan alam semesta. Seringkali saya merasa takjub betapa besar kasihNya yang memungkinkan saya bangun tidur dan bisa menghirup udara di desa ini. Tuhan memang luar biasa, segala sesuatu berasal dariNya, termasuk denyut jantung yang teratur dan udara segar yang ada. Bukankah sungguh ajaib bahwa Dia yang memelihara hal-hal yang paling pokok untuk kehidupan manusia?

Waktu untuk sarapan juga bisa dipakai untuk nonton TV, mendengarkan radio atau membaca berita-berita dunia di internet. Kebanyakan berita yang top saat ini adalah berita tentang kejahatan, kecelakaan dan kerusuhan. Belum lagi ada begitu banyak hoax yang simpang siur. Mengapa dunia ini rasanya makin kotor saja? Keadaaan politik dan hukum di banyak negara juga menambah kesedihan. Malahan ada juga berita tentang kemungkinan perang antar negara atau perang saudara dalam satu negara. Karena berita kacau balau semacam itu, pagi yang indah bisa berubah menjadi pagi yang suram….


Media sering menyampaikan kabar buruk dan kabar burung.

Bagaimana kita dapat bertahan menghadapi kabar buruk di media? Mungkinkah kita hidup tanpa terganggu atau terpengaruh dengan adanya kabar buruk dan kabar burung? Adakah tindakan yang bisa mengurangi kekuatiran, kebingungan dan tekanan yang disebabkan media?

Memang tidak mudah kita membebaskan diri dari belenggu media. Sebabnya antara lain adalah:

  1. Media adalah seperti magnet yang membuat kita senang melihat orang lain dan dilihat orang lain dimanapun kita berada dan kapan saja (mungkin setara dengan kecanduan).
  2. Orang-orang dan hal-hal tertentu mempunyai kharisma atau daya penarik besar yang menuntut perhatian kita (seolah lebih menarik dari Tuhan Yesus dan firmanNya).
  3. Kekuatiran masa depan menimbulkan rasa ingin tahu yang berlebihan dan munculnya harapan-harapan yang semu (seperti adanya berbagai analisa pakar dan ramalan hari depan).
  4. Banyak orang yang menikmati usaha untuk menipu orang lain karena adanya orang yang mudah dipengaruhi berita spekulatip (sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran).
  5. Dalam hidup yang kosong, adanya media seolah memberi kegiatan nyata (daripada menganggur).

Sebagai orang Kristen, bagaimana kita bisa melawan pengaruh jahat media?

Jumpailah Tuhan dan dapatkan kedamaian dariNya.

Tidak ada manusia atau hal yang benar-benar bisa kita percaya, yang bisa memberi jaminan hari depan – karena apa yang akan datang tidak ada orang yang tahu. Hanya Tuhan yang dapat memberi kedamaian dan kepuasan hidup.

Amsal 18:10 “Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.”

Peganglah Firman Tuhan dalam tiap langkah.

Tidak ada orang atau hal yang benar di dunia. Setiap orang sudah berdosa dan kebijakan manusia adalah kebodohan untuk Tuhan. Karena itu kita harus lebih mau mendengar firman Tuhan.

Mazmur 119: 105 “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

Sadarlah bahwa kita tidak dapat mengatasi masalah dan kekuatiran dengan kekuatan sendiri.

Hidup ini berat tetapi seharusnya terasa ringan dalam Yesus. Jika kita merasa bahwa hidup ini semakin berat dan dunia ini semakin kotor, itu tanda bahwa kita harus makin dekat kepadaNya.

Mazmur 55:22 “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau!”

Terimalah dan sampaikan berita yang benar dan menguatkan iman saja.

Salah satu keahlian iblis adalah menipu. Mereka yang lemah akan jatuh kedalam jebakannya. Mereka yang hidup dalam jebakan iblis akan berusaha menjebak orang lain. Karena itu kita harus hidup dalam Tuhan dan berhati-hati dalam menggunakan media.

 1 Tesalonika 5: 22 “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”

Binalah hubungan dengan saudara seiman yang bijaksana, bukan dengan orang-orang yang menyesatkan.

Dunia ini dihuni anak-anak terang dan anak-anak kegelapan. Untuk sementara kita harus bisa hidup bersama dengan siapapun. Tetapi, jika kita tidak waspada, kita akan menerima gaya hidup dan kegemaran mereka yang tidak mengenal Tuhan. Jika kita tidak awas, kita akan hanyut dalam kabar kegelapan.

Amsal 13: 30 “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.”


Semoga anda bisa merasakan kedamaian Tuhan di hari ini!

๐Ÿ’๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒน๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒบ๐ŸŒผ๐Ÿ’๐Ÿ„๐ŸŒน๐ŸŒบ

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s