Motivasi kita dalam memberi persembahan

Soal persembahan adalah soal sensitip baik untuk pendeta maupun jemaat. Malahan, itu juga bisa jadi sorotan masyarakat. Gereja yang besar dan “makmur” dimana saja selalu mendapat berbagai komentar dari media dan masyarakat. 

Umumnya, gereja-gereja yang besar mempunyai jemaat yang loyal dan mampu memberi persembahan yang banyak. Laporan media menunjukkan adanya tokoh-tokoh gereja tertentu yang mempunyai harta berjuta-juta dollar. Sebaliknya, dalam gereja yang kecil mungkin pendeta dan pengurus harus berjuang keras untuk hidup dan rajin mengajar jemaat agar bisa meningkatkan persembahan mereka. Bahkan ada gereja yang hidupnya bergantung pada hasil usaha bisnis pendetanya.

Terlepas dari jenis gereja, aliran teologi maupun tingkat ekonomi jemaat, persembahan harus diberikan dengan motif yang benar, melalui cara yang benar dan digunakan untuk tujuan yang benar.

Apa prinsip-prinsip utama dalam persembahan?

1. Kita memberi karena Tuhan lebih dulu memberi pemberian yang terbesar.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3: 16

2. Persembahan kita merupakan pernyataan kasih dan syukur  kita secara pribadi kepada Tuhan kita.

“Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”  Matius 6: 4

3. Melaui persembahan kita memuliakan nama Tuhan.

“Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku” Mazmur 50: 23

4. Persembahan kita dapat menjadi penyaluran kasih Tuhan kepada sesama manusia.

“Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” 1 Yohanes 3: 17

5. Dengan persembahan kita memperkuat iman kita.

“Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.” Yakobus 2:22

Apa yang keliru:

1. Kesombongan: Kalau pemberian kita didasari keinginan untuk dihormati orang, jelas motif kita keliru. Bagaimana kalau pemberian seseorang membuat seisi gereja bangga? Sama saja. Jika bukan nama Tuhan yang dipermuliakan, itulah kesombongan. 

Persembahan sebaiknya dilakukan secara pribadi dan hasil persembahan jemaat sebaiknya tidak dijadikan simbol kesuksesan gereja. Memberi bukan untuk mendapatkan hadiah penghargaan. Pemberian juga tidak boleh dijadikan usaha mempengaruhi gereja. 

Gambar: Persembahan janda miskin.

2. Ketamakan: Memberi dengan mengharapkan balasan  Tuhan yang berupa materi yang berlipat ganda adalah kekeliruan besar. Segala sesuatu berasal dari Tuhan, karena itu jika kita memberikan sebagian kepadaNya kita tidak boleh mengharapkan bahwa Ia akan mengembalikan dengan bonus. Begitu juga dengan ajakan agar jemaat memberi yang  disertai “janji” bahwa Tuhan akan mengembalikan “hutangNya” dengan “bunga” yang besar. 

Kita memberi karena Tuhan sudah lebih dulu memberi dan bukan karena menginginkan balasan. Dan tentunya kita memberi dalam batas kemampuan kita.

3. Rasa bersalah: Ada orang yang memberi karena merasa harus. Apalagi jika ada nazar yang pernah diucapkan di masa lalu. Walau ini kelihatannya baik, Tuhan mengingini persembahan nazar yang disertai syukur dan kerelaaan, bukannya dengan rasa takut atau bersalah. Bagaimana kalau gereja menganjurkan jemaat untuk memberi dengan cara menakut-nakuti mereka? Jelas itu keliru. 

“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”  2 Korintus 9: 7

4. Rasa rendah diri: Memberi harus dengan rasa bersyukur. Tuhan menghargai persembahan yang sekalipun kecil tapi sesuai dengan kemampuan kita. Bagaimana kalau gereja hanya menghargai jemaat yang mampu dan persembahan yang besar saja? Bacalah Yakobus  2:1-9.

5. Persembahan harus berupa uang: Uang adalah salah satu bentuk persembahan. Yang lain bisa berupa barang, tenaga, waktu, pelayanan, perhatian, dll. Kasih mempunyai banyak ragam.

6. Hanya untuk orang seiman: Banyak orang berpikir bahwa Tuhan hanya mengasihi anak-anakNya. Yang benar adalah Tuhan mengasihi seisi dunia. Karena itu kita wajib menolong siapapun yang memerlukan bantuan.

Tetapi inilah yang paling penting:

Persembahan yang paling disukai Tuhan adalah tubuh kita.

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Roma 12: 1

If you are happy to give (your life), you will be even happier afterwards!

Jika anda mau mempersembahkan (hidup anda), anda akan lebih berbahagia lagi setelah itu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s