Apakah Allah itu heppi atau murung?

Hari ini hari minggu dan tentunya anda akan atau sudah ke gereja untuk berbakti kepada Tuhan, Allah kita. Untuk beribadah kepadaNya di gereja bersama- sama dengan saudara seiman. Bagaimana rupa dan sifat Allah  menurut bayangan anda? 

Allah adalah Roh, jadi kita tidak bisa melihat dan membayangkan rupa dan bentukNya. Namun, pengenalan akan karakter Allah ini penting karena dari pengenalan itu kita akan bisa mengerti mengapa kita sebagai peta dan teladanNya harus juga hidup sesuai dengan karakterNya (antara lain hidup kudus, punya kasih, punya kebijaksanaan, dll.). Nah, bagaimana dengan Tuhan, apakah sifatNya gembira atau pemurung? 

Apakah Tuhan ingin kita hidup bahagia atau hanya menurut hukum-hukumNya? Mungkin kita berpikir,  kalau Dia menghendaki kita hidup bahagia di dunia ini, Dia sendiri pastilah Allah yang happy! Sebaliknya kalau Dia cuma menyuruh kita untuk taat saja, mungkinkah itu menunjukkan bahwa Allah itu pemurung dan hanya menuntut ketaatan kita? 

Sering manusia berpikir bahwa Tuhan itu tidak antusias dan bahkan murung. Bukankah kejadian-kejadian di dunia ini sering menyedihkan? Dan Tuhan serasa hanya menonton saja? Bagaimana pula dengan mereka yang mengingini hidup bebas tetapi akhirnya tertekan karena adanya norma-norma Kristen? 

Kenyataaannya Tuhan itu dari dulu penuh semangat dan menghendaki kita berbahagia:

“Aku akan bergirang karena mereka untuk berbuat baik kepada mereka dan Aku akan membuat mereka tumbuh di negeri ini dengan kesetiaan, dengan segenap hati-Ku dan dengan segenap jiwa-Ku.”  Yeremia 32:41

Yesus juga berkata:

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.”  Yohanes 15:11

Pemazmur juga meulis:

Bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.  Mazmur 37:4

Selanjutnya, Paulus menulis

“Bersukacitalah senantiasa” 1 Tesalonika 5: 16

Jadi bagaimana? Tuhan itu menghendaki manusia untuk bergembira atau taat kepadaNya? 

Bagaimana pula dengan ayat ini: 

“Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!” Mazmur 32: 11

dan ini:

“Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!” Mazmur 100: 2

Dari ayat- ayat diatas terlihat bahwa ibadah dan ketaatan tidak terpisah dari kebahagiaan. Bukannya Allah menghendaki ibadah dan ketaatan lebih dari kebahagiaan, tetapi didalam ibadah dan ketaatan ada kebahagiaan. Dia bukan Allah yang pemurung tetapi Allah yang gembira jika kita bergembira dan sedih jika kita jauh dariNya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s