Bila madesu menghantui dunia

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” Yesaya 55: 8-9

Masih ingatkah anda akan istilah “madesu”? Istilah ini muncul di tahun 1980an dan menjadi sangat populer dikalangan anak muda. Istilah ini sampai sekarang masih dipakai sebagai bahasa gaul yang berarti “masa depan suram”.

Dengan keadaan dunia ekonomi, pendidikan dan pekerjaan di banyak negara di dunia, istilah madesu kembali muncul terutama sebagai kata olok-olok yang ditujukan kepada anak muda yang kurang berhasil dalam sekolah atau pekerjaannya. Di negara barat, terkadang istilah “hopeless generation” dipakai untuk Generasi Y yang saat ini cenderung terbelakang dalam status pendidikan, ekonomi dan sosial.

Hingga saat ini, apabila kita membaca berbagai literatur yang mendiskusikan tentang Generasi Y, tidak pernah ada suatu kesepakatan kapan generasi ini dimulai. Sebahagian literatur menetapkan bahwa mereka adalah generasi yang lahir di awal tahun 1980-an, namun banyak juga literatur yang menetapkan bahwa generasi ini lahir di awal, di tengah bahkan di akhir 1990-an.

Di belahan bumi manapun, belum ada kesepakatan tentang Generasi Y ini. Di Australia, para ahli belum menyepakati kapan persisnya Generasi Y ini muncul dan kapan pula tepatnya generasi ini berakhir. Pemerintah Australia sendiri melalui badan statistiknya, menetapkan 1982–2000 sebagai masa Generasi Y.

Banyak orang tua, guru dan atasan yang mengeluh bahwa Generasi Y, yang lahir setelah penggunaan komputer dan  internet menjadi populer dalam masyarakat, kurang mau bekerja keras sekalipun pasti tidak gaptek.  Generasi ini sering dituduh senang berfoya-foya dan berhura-hura. Generasi ini dikatakan sebagai generasi “malas” yang punya madesu.

Pada pihak yang lain, Generasi Y ini yang nantinya akan terbebani lebih berat sesudah generasi-generasi sebelumnya pensiun. Memang populasi negara barat sekarang ini umumnya didominasi oleh para “senior”, alias orang lanjut usia. Jika mereka pensiun, ongkos pemeliharaan mereka tentunya harus dibayar oleh Generasi Y, yang lebih kecil jumlahnya. Karena itu, banyak Generasi Y yang merasa bahwa masa depan mereka tidak secerah generasi- generasi sebelumnya wakaupun mereka hidup ditengah kemajuan teknologi.

Bagaimana masa depan manusia di tahun-tahun mendatang, tidak seorangpun yang pasti. Keadaan ekonomi dunia bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Keamanan dunia jelas agak goncang akhir-akhir ini, dan dengan itu keyakinan kita akan tertib hukum juga berkurang. Apa yang akan terjadi dalam hidup kita dan anak cucu kita di masa mendatang, tidak ada seorangpun yang tahu. Namun, buat orang yang beriman selalu ada keyakinan bahwa Tuhan akan menggenapi semua rencanaNya, dan itu baik untuk semua anak-anakNya.

“Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.” Mazmur 116: 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s