Ada musim ada Tuhan, ada Tuhan ada musim

Mereka tidak berkata dalam hatinya: “Baiklah kita takut akan TUHAN, Allah kita, yang memberi hujan pada waktunya, hujan pada awal musim maupun hujan pada akhir musim, dan yang menjamin bagi kita minggu-minggu yang tetap untuk panen.” Jeremia 5: 24

Jika dibandingkan dengan iklim Indonesia, Israel punya kemiripan yaitu adanya dua musim saja yaitu “stav” yang diterjemahkan sebagai musim gugur, dan “aviv” yaitu musim semi. Stav adalah musim dimana hujan datang dan aviv adalah musim panas dan musim panen. Dengan bergantinya musim umat Isreael dingatkan bahwa segala sesuatu ada  waktunya dan Tuhanlah yang punya kuasa atas segalanya. Semua terjadi karena pemeliharaan Tuhan. 


Musim gugur di Yerusalem.

Bagi manusia yang tidak percaya atau taat kepada Tuhan, hidup ini terjadi karena hukum alam dan usaha manusia belaka.  Kalaupun ada hal yang tak terduga, itu adalah faktor kebetulan dan acak saja. Oleh sebab itu bagi mereka tidak ada istilah takut kepada Tuhan.

Sebaliknya, bagi kita orang beriman, hidup ini adalah diatur oleh Tuhan. Tidak ada yang kebetulan. Seperti bani Isreael, kita harus sadar bahwa setiap musim adalah suatu waktu yang istimewa yang mengingatkat akan janji Tuhan kepada Nuh:

“Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.” Kejadian 8:22

Berbeda dengan Israel dan Indonesia, sebagian besar dari benua Australia punya 4 musim: semi, panas, gugur dan dingin. Tetapi sama dengan penduduk negara lain, berkat penyertaan Tuhan juga bisa dirasakan umatNya dalam setiap musim.

Labu raksasa dari Melbourne tumbuh pada musim semi dan musim panas. 

Dua hari lagi musim dingin akan datang di Australia. Suhu makin dingin (kalau pagi bisa 5 derajat Celcius di tempat kami) dan daun-daun pohon tertentu sudah tidak banyak tersisa. Musim dingin memang bisa membuat orang jadi takut keluar dari selimut di pagi hari, namun musim ini juga musim yang dinanti-namtikan sebagian orang karena itu memberikan kesempatan untuk menikmati suasana, aktivitas, makanan dan pakaian yang berbeda.  

Musim bukan hanya merupakan pergantian suhu udara; musim juga melambangkan variasi hidup manusia di dunia. Ada saat di mana kita merasa sedih, terharu dan  berduka; tetapi ada juga saat dimana kita bisa bersuka dan bergembira. Baiklah kita selalu mengingat bahwa segala sesuatu terjadi karena Tuhan ada, dan karena Tuhan ada segala sesuatu berjalan dengan semestinya. Mungkin kita kurang menyukai musim tertentu, tetapi keyakinan bahwa Tuhan menyertai kita dalam musim apapun akan menguatkan kita dalam berjuang dan hidup hari demi hari!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s