Matematik untuk orang Kristen

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Mazmur 90: 12

Buat sebagian orang, kata “bijaksana” adalah identik dengan kata “pandai”. Karena itu ada istilah “orang bijaksana” alias “orang pandai”, orang yang bisa diminta untuk memberi petunjuk penyelesaian masalah. Di lain pihak, kita tahu bahwa orang yang pandai, yang bertitel sarjana misalnya, belum tentu bijaksana. Orang yang demikian mungkin saja sering berbuat sesuatu tanpa memikirkan akibat jangka panjang atau akibat perbuatannya pada orang lain.

Memang kalau soal kepandaian, di jaman ini setiap orang tua berhasrat dan berharap anak-anaknya bisa bersekolah setinggi mungkin agar bisa mendapatkan masa depan yang cerah dengan karir mereka. Salah satu keahlian yang diharapkan dari anak-anak jaman sekarang adalah keahlian hitung-menghitung karena itu memang dibutuhkan hampir di semua bidang. Dengan keahlian matematika dan teknologi komputer masa depan mereka akan lebih terjamin. Benarkah begitu?

Memang sebagai orang Kristen kita percaya bahwa segala yang baik dan berguna berasal dari Tuhan. Matematika adalah huruf-huruf yang dipakai Tuhan untuk menciptakan alam semesta, begitu kata Galileo Galelei, orang pandai dari abad ketujuh belas. Pemazmur diatas, agaknya setuju bahwa kita harus bisa menghitung untuk menjadi orang pandai. Menghitung apa? Menghitung hari-hari yang akan datang, dalam arti mencari tahu apa yang akan terjadi dalam hidup kita? Aaah..siapa yang tahu apa yang ada di masa depan? Haruskah kita menjumpai “orang pandai” alias ahli nujum untuk itu?

Pemazmur sebenarnya bermaksud untuk menginsafkan manusia agar mereka sadar bahwa umur manusia adalah terbatas. Dalam kurun waktu yang singkat itu kita harus sadar bahwa Tuhan mempunyai kuasa mutlak atas apapun dalam hidup kita. Tuhan tetap bekerja dalam hidup kita teapi tidak terikat oleh waktu yang dihitung manusia. 

Dalam waktu kita yang singkat di dunia, kita harus sadar akan keterbatasan kita dan karena itu kita harus memakai hidup kita dengan sebaik-baiknya untuk memuliakan Tuhan. Tuhanlah yang memberi kesempatan agar anak-anakNya untuk hidup dengan kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik dan sehingga kita  selalu siap untuk menjawab panggilanNya dalam hidup kita.

“Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu.” Mazmur 119: 66

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s