Adakah bohong yang benar?

“Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya” Kolose 3: 9

Masih ingatkah anda akan cerita anak-anak Pinokio? Pinokio adalah boneka kayu yang suka berbohong. Dia mengerti bahwa berbohong adalah salah tetapi dia selalu cenderung untuk melakukan hal itu. Tiap kali ia berbohong, hidungnya bertambah panjang. Bukankah Pinokio mirip kita, manusia, yang tahu bahwa kita tidak seharusnya berbohong tetapi tetap melakukannya?

Hidup manusia memang penuh drama dan petualangan. Seperti Pinokio, terkadang kita bingung. Apa yang nyata dan apa yang maya tercampur  aduk. Apa yang benar dan apa yang bohong menjadi satu. Hati nurani kita mungkin sering menyadari bahwa “hidung kita bertambah panjang” tetapi seringkali kita mencari alasan untuk membenarkan tindakan kita. 

Memang adaa berbagai sebab kebohongan, tetapi biasanya itu berhubungan dengan hal-hal dan dosa-dosa lain seperti adanya:

  1. Kekeliruan
  2. Gengsi
  3. Nafsu
  4. Keserakahan
  5. Iri hati
  6. Kemarahan
  7. Kesombongan dll.

Adakah kebohongan yang bisa dibenarkan?    

Alkitab menyebutkan adanya dua kebohongan yang sepertinya disetujui Tuhan. Bidan-bidan Ibrani yang menyelamatkan bayi-bayi (Keluaran 1: 19) dan Rahab yang menyelamatkan pengintai dari Israel  (Yosua 2: 4). Kebohongan yang disebabkan karena adanya situasi yang bisa fatal untuk orang lain. 

Umat Kristen terbagi dua mengenai soal ini, ada yang berpendapat bahwa dalam keadaan semacam ini kita boleh berbohong, sedangkan yang lain berpendapat bahwa bohong adalah dosa dalam keadaan apapun. Lalu bagaimana jika kita berhadapan dengan seorang jahat yang bertanya apakah kita tahu dimana teman kita yang akan dibunuhnya? Haruskah kita berterus terang jika kita tahu?

Ada dua hal yang bisa kita pelajari dari dua contoh diatas: 

  1. Dalam hidup sehari-hari kita tidak boleh berbohong dalam bentuk apapun.
  2. Tuhan menghendaki kita untuk tiap hari mau awas dan waspada, memikirkan kejadian-kejadian di sekitar kita.
  3. Tiap hari kita harus memohon petunjukNya untuk pengertian dan kebijaksanaan tentang apa yang baik dan yang buruk. 
  4. Memang mungkin ada peristiwa yang mengancam keselamatan orang lain, yang mungkin bisa mendorong kita untuk berbohong, tapi ini adalah kejadian khusus yang tidak terjadi tiap hari.
  5. Hanya dalam keadaan genting semacam ini, orang Kristen harus mengambil keputusan yang tepat.  Dalam hal ini biarlah Tuhan membimbing kita dalam mengambil keputusan.

“Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.” Masmur 25: 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s