Eh, ada setan!

“Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” Efesus 6: 12

Sebagian diantara kita yang tinggal di Indonesia mungkin sudah terbiasa dengan cerita-cerita hantu baik nonton di TV maupun di bioskop. Manusia memang sejak dari awalnya sudah tertarik akan adanya dunia roh diluar dunia kita. Bagi mereka yang percaya adanya Tuhan, mungkin sudah lumrah kalau mereka percaya adanya iblis. Tetapi mereka yang tidak percaya kepada Tuhan juga banyak yang percaya bahwa adanya dunia roh. Malahan ada orang-orang yang hobbynya mengunjungi tempat-tempat “angker” untuk mencari berkat. Di Australia, ada orang-orang yang suka berburu hantu, mereka membawa berbagai peralatan termasuk kamera, alat sensor khusus dll. untuk membuktikan ada tidaknya hantu itu di tempat-tempat tertentu.

Foto: Sebuah rumah kuno di Australia yang dikabarkan “simgit” atau dihuni mahluk halus.

Sebagai orang percaya kita tentu tahu bahwa iblislah yang menipu Hawa ditaman Eden. Di Alkitab, ada banyak ayat yang menyebutkan betapa berbahayanya si iblis itu. Iblis yang berusaha menghancurkan anak-anak Tuhan. Walaupun demikian, tidak banyak orang Kristen yang menyadari bahwa seperti Tuhan itu nyata dalam hidup kita sehari-hari, iblis juga mengelilingi kita. Seperti Tuhan ada dimana-mana, iblispun bisa bergentayangan diberbagai tempat disetiap waktu. 

Orang Kristen banyak yang hidup tanpa menyadari bahwa iblis tidak selalu berbentuk seperti apa yang ditampilkan di film atau buku cerita. Iblis tidak selalu menyatakan diri sebagai kekuatan fisik, tetapi sering muncul sebagai kekuatan spiritual yang tidak mudah dirasakan. Iblis bisa mempengaruhi anak-anak Tuhan yang lengah atau lemah.

Sebagai manusia, kita pada umumnya cenderung berhati-hati jika kita bermaksud untuk pergi ke seuatu tempat atau mau melakukan sesuatu. Kita sadar bahwa ada tempat-tempat tertentu yang diincar penjambret, pencuri atau perampok. Kita juga sadar bahwa ada tempat-tempat tertentu yang beresiko tinggi dalam hal keselamatan seperti mendaki gunung, berenang di lautan dsb. Kita juga tahu bahwa diberbagai negara di dunia ini, peperangan masih berlangsung dan karena itu mungkin kita tidak mau mengunjunginya. Semua yang bisa kita lihat, pikir atau rasakan, memang mudah untuk dipertimbangkan baik-buruknya.

Sayang sekali bahwa umat Kristen kebanyakan kurang menyadari bahwa hal-hal yang jahat tidaklah harus bisa kita lihat, pikir dan rasakan. Di gerejapun, jarang kita diingatkan bahwa begitu kita bangun tidur, kita langsung menghadapi iblis dalam berbagai bentuk penampilan baik nyata maupun tidak nyata. Manusia memang tidak mau hidup dalam kekuatiran terus-menerus, kekuatiran bahwa iblis selalu mengintai kita dan akan menerkam kita di saat yang tidak kita duga. Lebih enak buat orang percaya untuk merasa tenteram karena sepertinya iblis sudah tidak mau menggaggu kita jika kita memakai tanda salib di rumah, kalung salib di leher kta, atau jika kita sudah berdoa dan membaca firman Tuhan tiap hari. Rasa aman yang membuai…..

Kita harus sadar bahwa kita hidup dalam peperangan. Peperangan melawan sesuatu yang mungkin tidak mudah dilihat atau disadari.  Peperangan melawan iblis yang seringkali menyamar sebagai sesuatu/seseorang yang indah, bagus dan menarik. Dalam peperangan melawan setan, prajurit-prajurit Tuhan tidak hanya harus sadar akan adanya peperangan dalam hidup kita, tetapi harus mau dan siap untuk melawan setan dalam segala bentuk dan pengaruhnya. Sebagai prajurit Tuhan kita harus terus menerus berlatih dan dan bersiap untuk berperang. Kita tidak boleh lengah, tidak boleh lemah dalam menghadapi “duel” yang kita hadapi tiap hari. Untuk seorang prajurit, tidak ada hal yang lebih buruk daripada mengibarkan bendera putih, tanda mengaku kalah. Adalah kenyataan bahwa banyak orang Kristen yang menyerah karena hidup mereka yang tidak berdisiplin, karena nafsu dan pikiran jahat mereka – tetapi menyalahkan kekalahan mereka pada iblis.

Iblis di jaman modern bisa juga, dan malah sering, mewujudkan diri dalam dunia maya. Sejak adanya internet dengan berbagai ragam sosial media, anak-anak Tuhan mendapat berbagai serangan setan yang bermacam-macam. Berbagai berita yang menyesatkan, palsu dan membingungkan, yang bisa menumbuhkan berbagai dosa seperti kebencian, kemarahan, penghujatan, penipuan dll., sekarang dengan mudahnya tersebar ke seluruh dunia. Iblis di jaman ini juga masih sering muncul dimana saja dalam bentuk tekanan-tekanan psikologis, fisik, sosial, ekonomi dan politik terhadap anak-anak Tuhan. Karena itulah, biarlah kita sebagai prajurit Tuhan tetap berwaspada dan sadar bahwa setan ada dimana-mana dan karena itu kita harus tetap bertempur melawan setan dengan tetap beriman kepada Yesus Kristus sampai akhir hayat kita.

“Aku telah berusaha dengan bersungguh-sungguh di dalam peperangan iman, aku telah menyempurnakan usahaku, aku telah memeliharakan iman.” 2 Timotius 4:7 (TL)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s