Aji mumpung

“Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!” Lukas 12: 19

Siapakah yang tidak menyukai kesempatan makan enak, minum segar dan bergembira bersama sanak dan teman? Let’s eat and drink and be merry, begitulah ungkapan yang terkenal sepanjang masa. Marilah kita bersenang-senang karena mungkin tidak ada hari esok! Mumpung masih hidup!

Tidak hanya mereka yang sudah tua yang berusaha menikmati hidup, anak mudapun sering berpesta pora seakan menikmati hari terakhir. Diluar negeri, kita mungkin bisa melihat hal semacam ini di akhir pekan, dimana orang makan minum dan bahkan mabuk, hanya untuk bisa menikmati hari itu.

Makan minum dan menikmati hidup, apakah itu salah? Berwisata kuliner atau ikut cruise atau tour ke luar negeri selagi masih bisa, apa tidak boleh? Menikmati hari tua selagi masih sehat, itu kan baik? Menikmati masa muda selagi masih bebas, apakah itu tidak pada tempatnya? 

Ajakan untuk makan, minum dan bersenang-senang memang ada dalam beberapa ayat Alkitab (seperti Yesaya 22: 13, Pengkhottbah 8:15, 1 Korintus 15:32 dan Lukas 12:19). Tetapi apa yang dilakukan oleh manusia di dunia ini sering bertentangan dengan pesan Alkitab. Aji mumpung di dunia pada umumnya bersifat negatip karena bermaksud untuk melakukan apa saja yang dimaui selagi masih bisa. Alkitab sebaliknya berpesan bahwa selagi kita bisa, sebaiknya kita memanfaatkan hidup untuk kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama manusia.

Sebagai orang Kristen kita tidak sepatutnya hidup untuk bersenang-senang dan berpesta-pora untuk memperoleh kepuasan jasmani semata. Sebaliknya  kita harus hidup didalam kebahagiaan dalam Kristus (Yohanes 15: 10-11):

“Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.”

Marilah kita memakai hidup kita hari ini untuk berjalan sesuai dengan FirmanNya, supaya kita benar-benar bisa makan, minum dan bersuka cita dalam kecukupan yang telah diberikan Tuhan kepada setiap umatNya.

“Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” 1 Timotius 6: 7-8.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s