Adakah buah Roh dalam hidup kita?

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Galatia 5: 22-23

Lebaran akan datang seminggu lagi. Menjelang lebaran selalu identik dengan jalan macet. Begitu banyak orang yang mulai mudik, perjalanan dari Surabaya menuju ke Kertosono misalnya, bisa memakan waktu 3 jam dengan mobil. Berarti kecepatan rata-rata hanya 35 km per jam! 

Membayangkan bagaimana banyak orang yang terjebak dalam kemacetan lalu lintas, pikiran saya melayang. Kalau saja saya bisa tahu apa yang dipikirkan oleh tiap orang yang terjebak dalam kemacetan lalu lintas, tentu saya akan bisa melihat berbagai ragam reaksi manusia: dari kesal, marah, sedih, bingung, frustrasi dll. Lalu, kalau saya memang bisa tahu apa reaksi tiap orang, mungkinkah saya bisa membedakan mana orang Kristen dan mana yang bukan?  

Saya sendiri kadang meragukan kalau Tuhan sekalipun selalu  bisa melihat bedanya. Itu juga pengalaman saya pribadi yang sering bergulat berusaha untuk berbuat baik, namun sering gagal! Bagaimana mungkin dalam keadaan buruk orang Kristen  masih diharapkan untuk tetap mempunyai kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri? Bukankah dalam keadaan yang kurang enak setiap orang akan cenderung kehilangan hal-hal yang baik itu sedikit demi sedikit, seirama dengan pengalaman buruk kita? Paling tidak dalam keadaan yang “normal” kita kan masih dapat menunjukkan segi kebaikan kita? Bukankah setiap orang umumnya ingin belajar untuk berbuat baik dan tidak selalu bisa berhasil?

Memang benar bahwa manusia bisa belajar untuk bisa mengasihi, bersukacita, bersabar, bermurah hati, dll. Tetapi apa yang merupakan usaha manusia tidak akan tahan uji. Tidak asli dan tidak tahan lama. Sewaktu Yesus berkata bahwa dari buahnyalah kita akan mengenal apakah seseorang adalah anak Tuhan (Matius 7: 20), maksud Yesus adalah buah-buah Roh, sifat-sifat baik yang disebabkan karena Roh Kudus bekerja dalam hidup orang itu. Bukan karena hasil usaha manusia itu sendiri. Bukan juga perbuatan dan sikap baik untuk kemuliaan dan kepentingan diri sendiri.

Buah-buah Roh akan dihasilkan manusia yang mengalami transformasi kehidupan secara terus menerus dibawah bimbingan Roh Kudus. Sebagai manusia, orang-orang Kristen bukanlah orang-orang yang sempurna tetapi adalah orang-orang yang mengalami perubahan “one way only” ke arah yang baik karena mereka membiarkan Roh Kudus memimpin hidup mereka. Mereka tidak kembali ke arah kehidupan lamanya, yang hanya berbuahkan rasa benci, marah, dengki, dll. (Galatia 5:  19-21). Mereka yang  dibimbing oleh Roh akan menghasilkan buah-buah Roh yang asli dan tahan uji,  sebagai pengikut Yesus yang sejati.

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Matius 7: 21

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s