Lupa itu perlu

“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.” Filipi 3: 13

Dalam hidup ini manusia selalu mengalami masalah dengan soal “lupa”. Waktu saya masih di SD, seringkali guru jadi marah kalau ada murid yang lupa mengerjakan pekerjaan rumah (PR) nya. Maklum, kadangkala banyak juga murid yang bilang lupa. Bukan saja soal PR, tetapi tugas-tugas lainpun sering dijawab murid-murid tertentu dengan singkat dan tegas: “lupa”.

Sesudah dewasa, saya menyadari bahwa jawaban “maaf, kelupaan’ sering kali diucapkan orang kalau terpepet. Orang sudah terbiasa dengan jawaban itu, baik benar-benar lupa atau sekedar alasan. Bukankah semua manusia bisa lupa ditengah kesibukan hidup ini? Lucunya, mereka yang menghutangkan uang kepada orang lain tidak mungkin lupa untuk menagih, sedangkan yang berhutang mungkin mudah untuk lupa bayar. Lupa rupanya juga bisa tergantung sikon dan bisa diatur…..

Manusia memang dikaruniai dengan kemampuan untuk lupa. Jika tidak mungkin otak kita akan jadi terlalu penuh dengan segala kejadian yang pernah kita alami. Apa yang kurang berarti, biasanya mudah terlupakan. Apa yang signifikan dalam hidup ini tentunya tidak mudah terlupa. Contohnya, seorang suami tidak boleh melupakan hari ulang tahun istrinya, kecuali jika usia lanjut sudah membuat kemampuan untuk mengingat menjadi sangat berkurang!

Tuhanpun bisa lupa. Loh, masa begitu? Tuhan kan maha tahu, mana mungkin Dia bisa melupakan segala sesuatu? Memang Tuhan tidak bisa benar-benar lupa, tetapi Dia bisa dengan sengaja melupakan hal-hal tertentu. Tidak mau mengingat lagi.

“Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” Yesaya 43: 25

Tuhan dengan kasihNya bisa memutuskan untuk tidak  mengingat-ingat dosa yang pernah kita lakukan karena adanya penebusan darah Kristus.

Bagaimana degan kita sendiri? Bisakah kita melupakan dosa dan kesalahan yang telah kita buat? Untuk sebagian manusia, soal melupakan dosa adalah soal gampang, banyak orang berbuat dosa yang sama setiap hari tanpa merasa menyesal. Hal buruk yang diperbuat mereka kemarin, akan diperbuat lagi hari ini tanpa memikirkan konsekwensinya terhadap Tuhan dan sesama. Sebaliknya, banyak orang Kristen yang selau mengingat-ingat masa lalunya dan karena itu tidak bisa hidup dengan damai karena masa lalu yang selalu menghantui.

Paulus dalam ayat diatas mengatakan bahwa ia mau melupakan apa yang telah terjadi pada masa lalunya dan mengarahkan dirinya kepada apa yang di hadapannya. Ia sengaja melupakan masa lalunya sebagai pemimpin masyarakat yang jaya, berkuasa dan berkecukupan. Ia juga mau melupakan masa lalunya yang penuh dengan hal-hal yang jahat yand dilakukannya kepada pengikut Yesus. Masa lalu Paulus memang penuh dengan hal-hal yang signifikan, yang mustahil untuknya untuk bisa melupakan. Tetapi Paulus sengaja bertekad untuk melupakan apa yang sudah lewat untuk bisa memusatkan diri kepada yang akan datang, yaitu hidup dalam Kristus.

Sekalipun kita mau melupakan apa yang telah terjadi pada masa lalu kita, itu tidaklah mudah untuk melakukannya. Jika kita tidak mendapat pertolongan Roh Kudus yang menguatkan kita, masa lalu kita dapat mencengkeram hidup kita sehingga kita bisa mengalami tekanan spiritual yang berat. Apalagi, iblis sangat pandai untuk mengorek-ngorek masa lalu kita agar kita tidak dapat merasakan kebahagiaan dalam hidup kita (Wahyu 12: 10). 

Maukah kita memasuki minggu ini dengan kemerdekaan dari pengaruh masa lalu kita, baik itu merupakan kejayaan ataupun kebodohan, hingga kita bisa memusatkan perhatian kita kepada apa yang dikehendaki Tuhan dalam hidup kita? Berdoalah, dan mintalah pertolongan Roh Kudus supaya kita memperoleh kemerdekaan yang penuh dari pengaruh masa lalu kita!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s