Bolehkah kita membela diri?

Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.” Matius 26: 52

Di jaman ini kita banyak mendengar berita tentang kekacauan dan kerusuhan di berbagai tempat. Masalah persekusi dan penindasan terjadi dimana-mana dan juga dalam rumah tangga. Kasus istri yang disiksa suami, baik secara fisik maupun batin, terjadi tiap hari. Penindasan yang terjadi karena sesorang mempunyai kepercayaan tertentu, jenis etnik tertentu ataupun orientasi seksual tertentu banyak dilaporkan dalam media. Mereka yang kuat menidas yang lemah, dan mereka yang berkuasa menjalankan kuasanya dengan sewenang-wenang.

Orang Kristen adalah orang yang harus mempraktekkan kasih kepada sesama. Tetapi kenyataan hidup sukar diduga. Seringkali kita dihadapkan dengan masalah dimana kita harus menerima umpatan, penistaan dan hujatan dari orang disekitar kita. Yesus mengajarkan bahwa jika kita ditampar di pipi kanan, maka kita seharusnya memberikan pipi kiri juga (Matius 5: 39). Perintah ini adalah mengandung kiasan bahwa jika kita mengalami penghinaan atau umpatan orang lain, kita harus bersabar dan tidak memperburuk suasana dengan melakukan pembalasan.

Yesus dalam ayat Matius 26: 52 di atas mengatakan bahwa orang menggunakan pedang untuk menyerang orang lain akan mati karena pedang. Siapa yang suka menyerang orang lain dengan kekerasan akan hancur karena kekerasan. Jelas bahwa orang Kristen tidak boleh menggunakan kekerasan sebagai modus operandi dalam suasana apapun karena kasih adalah modus operandi Allah dalam mengaruniakan juruselamat manusia, Yesus Kristus (Yohanes 3: 16). Menyerang orang lain dan membalas kelakuan jahat mereka adalah bertentangan dengan prinsip hidup keKristenan kita. Kita harus tetap dapat mengasihi sesama manusia, siapapun dalam keadaan apapun.

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”  Matius 5: 44

Tetapi bagaimana jika kita tidak hanya menghadapi kemarahan, hujatan dan makian tetapi juga mengalami serangan fisik dan batin? Bolehkah kita membela diri? Ini adalah salah satu topik yang sukar dalam keKristenan. Banyak orang yang berkata bahwa kita harus menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan, dan jika perlu kita harus siap untuk berkurban seperti Stefanus, sebagai seorang martir. Tetapi ini tidaklah benar. Penganiayaan, kekerasan, dan persekusi lainnya terjadi di berbagai tempat di dunia yang penuh dosa ini. Dan adalah kenyataan bahwa karena dunia ini tidak sempurna, pemerintah dan hukum tidak selalu dapat mengendalikan suasana. Tuhan tidak membutuhkan “martir-martir” di setiap tempat dan dalam setiap waktu. Orang Kristen boleh dan wajib membela diri dalam batas-batas tertentu, selama itu tidak merupakan penyerangan dan pembalasan.

Mengenai pedang, dalam Lukas 22: 36 Yesus berkata: “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.” Waktu itu murid-muridnya menjawab: “Tuhan, ini dua pedang.” Tuhan Yesus menjawab: “Sudah cukup.” Disini Yesus jelas menunjukkan bahwa sebagai pengikutNya, kita juga boleh bersiap untuk membela diri jika keadaan memang membutuhkan. Dalam hal ini kuncinya adalah kebijaksanaan untuk memakai tindakan yang secukupnya, yang sesuai dengan keadaan. Tidak berlebihan, tidak harus berupa tindakan fisik, dan tidak untuk mengandalkan kekuatan kita sendiri. Bukan juga untuk menyerang orang lain atau untuk membalas dendam.

Hidup sebagai orang Kristen adalah hidup yang bertanggung jawab. Tiap-tiap orang Kristen dikaruniai Tuhan kebijaksanaan untuk bisa melihat keadaan dan kepekaan untuk bisa  mengambil keputusan yang terbaik dalam keadaan kritis. Sebagai orang Kristen kita adalah orang yang cintai damai dan harus berusaha menghindari konflik sebisa mungkin. Namun kita juga harus mempunyai keberanian untuk membela diri dan membela orang yang lemah dalam batas-batas hukum yang berlaku.

“Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.” Roma 13: 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s