Malin Kundang

“Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.” Matius 10: 33

Batu Malin Kundang, Padang.

Bagi kita yang lahir dan dibesarkan di Indonesia, tentu kita ingat akan kisah Malin Kundang. Malin Kundang adalah anak durhaka yang dikutuk karena menyangkali ibunya sehinngga menjadi patung batu. Cerita rakyat Malin Kundang diangkat dari latar belakang sebuah desa nelayan di Pantai Air Manis, Padang Selatan, Sumatera Barat. Jika anda mengunjungi tempat tersebut,  anda mungkin bisa menjumpai sebuah batu yang menyerupai orang sujud, patung si Malin Kundang.

Sebagai orang Kristen, sudah tentu kita mengerti bahwa kita harus menghormati orang tua kita agar kita mendapat berkat dari Tuhan (Efesus 6: 2-3). Orang tua adalah wakil Tuhan dalam keluarga. Dalam hidup kekristenan, kata hormat bukan hanya dengan apa yang bisa dilihat orang lain, tetapi juga dengan apa yang ada dalam hati kita. Hormat bukan sekedar hal lahiriah yang bisa dilihat mata. Hormat juga bukan hanya sekedar sebuah konsep pikiran atau batin. Hormat yang benar adalah bersifat lahir dan batin.

Menghormati orang tua adalah penting, namun menghormati Tuhan lebih penting lagi dan lebih sukar pelaksanaannya. Kita harus mengasihi Tuhan diatas segala-galanya. Matius 22: 37 mengatakan:

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”

Tuhan adalah Allah yang menuntut pengabdian manusia secara mutlak karena Ia adalah Allah yang cemburu (Keluaran 20: 5). Lagi pula, Yesus dalam Matius 10: 33 diatas menegaskan bahwa siapa yang menyangkal Dia, akan juga disangkalNya dihadapan Allah Bapa.

Secara sadar atau tidak, penyangkalan atas Tuhan itu sering terjadi dalam hidup kita. Jika kita selalu hidup dalam kesombongan, kekuatiran, kekesalan, kekecewaan, kemarahan dll., kita hidup dalam dunia kecil kita yang tidak bisa mengakui Tuhan yang mahakuasa dan mahakasih. Jika kita masih melakukan kebiasaan dan tingkah laku yang membuat kecewa Tuhan dan saudara seiman, sebenarnya dengan perbuatan-perbuatan itu kita juga menyangkali Dia, karena seolah Dia tidak ada.

Tidak hanya materi yang bisa menguasai hidup orang Kristen sehingga Tuhan terlupakan. Kegiatan hidup seperti yoga, meditasi dan olahragapun bisa dicampuri berbagai mantra dan doa yang “nyasar”. Dalam hal pengobatan penyakit, tempat-tempat “keramat”,  dukun “sakti” dan “orang pintar” masih banyak dikunjungi orang-orang yang mengaku Kristen.   Kalaupun mereka mengaku percaya kepada Tuhan, mereka masih juga suka pergi ke tempat praktek “tenaga gaib” seperti tabib sangkal putung  yang makin populer di Indonesia, yang konon bisa menyembuhkan cedera tulang dengan memakai kekuatan  mistik. Dengan melakukan sesuatu yang tidak benar atau pergi ke tempat yang tidak disukai Tuhan, apalagi mencari pertolongan dari orang yang menggunakan kuasa-kuasa yang bukan dari Tuhan, mereka tidak lain hanyalah menyangkal eksistensi Tuhan. Hal-hal ini bisa membangkitkan kemarahan dan  kecemburuan Tuhan!

Pagi ini kita diingatkan oleh firman Tuhan bahwa siapa yang bermain air akan menjadi basah, dan siapa yang bermain api akan hangus. Siapa yang menyangkali kenyataan adanya satu Tuhan didalam Yesus, akan kehilangan tempatnya dihadapan Allah. Pengabdian dan iman kepada Tuhan kita tidak boleh diperlemah dengan cara hidup dan kebiasaan yang tidak sesuai dengan firmanNya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s