Apakah anda mau keduanya?

 “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Matius 6: 24

Kemarin pagi saya menyempatkan diri untuk lari pagi sepanjang pantai di Gold Coast. Maklum dengan usia semakin tua, kesehatan harus semakin dijaga dan untuk itu makanan sehat dan olahraga adalah penting. Setelah setengah jam di jalan, tiba-tiba ada suara yang menyapa saya dari belakang. Sewaktu saya menoleh kebelakang, saya lihat seorang wanita setengah umur yang juga berlari pagi. Kemudian kami berlari bersama sepanjang jalan sambil bercakap- cakap. Ternyata dia sedang mempersiapkan diri untuk lari marathon minggu depan. Lari marathon yang pertama untuknya. Omong punya omong, dia bilang bahwa persiapannya untuk Gold Coast marathon membutuhkan waktu yang banyak untuk berlatih, tetapi dia tidak berharap untuk bisa menempuh jarak 42 km itu dalam waktu kurang dari 6 jam karena da seorang perokok berat. Saya hanya mengiyakan, tetapi dalam hati ada rasa heran juga…….

Soal olahraga, Rasul Paulus adalah seorang rasul yang sering membandingkan umat Kristen dengan petinju dan pelari. Paulus menulis bahwa hidup kita adalah seperti pelari yang berlomba untuk mencapai garis akhir dan petinju yang berlatih untuk memukul dengan jitu. Bahwa sebagai orang Kristen kita menggembleng hidup kita sehingga pada akhirnya iman kita tidak sia-sia. Tidak ada yang lebih mengecewakan buat seorang atlit, jika ia gagal untuk memperoleh kemenangan.

“Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya. Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”  1 Korintus 9: 24-27

Perjuangan hidup memang tidak mudah karena ada banyak tantangan dan godaan. Kenyataanya, ada banyak orang Kristen yang mempunya hidup ganda. Banyak orang Kristen yang rajin ke gereja, tetapi di luar gereja mereka menjalankan bisnis dan praktek hidup yang tidak berbeda dengan orang yang tidak beriman. Kita mungkin tahu bahwa tubuh kita bukan milik kita sendiri, tetapi kita memperlakukan tubuh kita dengan seenaknya sendiri. Kita mungkin ingin mendapatkan karcis ke surga tetapi tidak mau kehilangan kesempatan untuk menikmati kesenangan duniawi. Orang di sekitar kita mungkin mengira bahwa kita hidup baik dan berbahagia dalam iman, tetapi mungkin kita hanya bersandiwara!

Dalam ayat Matius 6: 24 diatas, Yesus berkata bahwa tidaklah mungkin untuk anak Tuhan mempunyai dua tujuan hidup, memuliakan Tuhan dan memuliakan hal-hal yang tidak benar, hal-hal yang duniawi. Sebagai atlit, kita harus benar-benar bisa berlari melalui jalur yang sudah ditetapkan dan bukannya melalui jalan pintas ataupun menggunakan cara terlarang untuk mencapai tujuan. Seorang atlit harus juga rajin berlatih dan mau hidup sehat untuk bisa bertanding dengan baik. Sebagai orang Kristen kita harus berjalan di jalan yang benar sekalipun jalan itu terlihat lebih sempit dan sukar untuk dilalui. Karena kita ingin kuat dalam hidup, kita harus rajin memupuk iman kita dengan rajin membaca firman Tuhan dan mempunyai hidup kekristenan yang sehat dan benar.

Memasuki minggu yang baru kita diingatkan bahwa kita adalah “pegawai tetap” kerajaan Allah. Kita adalah orang Kristen, pelari dan petinju full-time. Majikan, boss kita hanya satu. Sepanjang hari, setiap saat, kita dituntut untuk hidup sebagai anak Tuhan. Memang banyak orang Kristen “part-time”, yang hanya hidup secara Kristen dalam saat-saat tertentu dan dalam suasana tertentu. Untuk mereka, petandingan lari serasa acara jalan-jalan dimana mereka boleh berhenti di setiap tempat, menikmati apa yang bisa ditemui, dan kemudian melanjutkan perjalanannya  tanpa merasakan keperluan untuk mencapai tujuan dan kemenangan. Tetapi orang Kristen yang benar akan melatih hidupnya dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, mereka sendiri akan mencapai kebahagian surgawi.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s