Awas barang imitasi

“Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.” 2 Petrus 2: 1

Rolex submariner: asli vs. palsu

Beberapa bulan yang lalu kami berdua berkunjung ke Hong Kong untuk sekedar berjalan-jalan dan berwisata kuliner. Kami sempat juga pergi ke beberapa shopping centre sekedar untuk lihat-lihat, window-shopping.  Karena hotel kami berada di pusat kota kami bisa melihat begitu banyak orang di jalan, terutama di daerah komersial seperti Tsim Sha Tsui yang sering kami lewati. Sungguh menarik karena di daerah itu, ada orang-orang di pinggir jalan yang menawarkan jam tangan palsu. Memang Hong Kong terkenal dengan produk jam tangan palsu yang ada berbagai macam kwalitasnya, mulai dari yang murah sampai yang agak mahal karena betul-betul mirip dengan aslinya. Seringkali sulit sekali untuk membedakan barang yang asli dari barang yang tiruan karena selain tampak luarnya yang indah, juga bunyi detiknya sangat halus!

Soal barang palsu memang sudah ada sejak awalnya. Adam dan Hawa juga jatuh kedalam dosa karena pengajaran palsu si iblis yang mengatakan hal-hal yang tidak benar tentang Allah (Kejadian 3: 1-5). Sejak saat itu iblis selalu berusaha menipu manusia dan terutama anak-anak Tuhan dengan berbagai cara agar mereka jatuh kedalam dosa dan meninggalkan jalan kebenaran. Didalam kehidupan gerejapun banyak terjadi bahwa tokoh-tokoh gereja dan gereja-gereja tertentu jatuh terseret kedalam tipuan iblis. Mereka yang tertipu oleh iblis itu kemudian meneruskan ajaran-ajaran yang tidak benar kepada orang lain. Bagaimana kita bisa membedakan ajaran yang benar dari ajaran yang palsu?

Pertama, banyak pemimpin dan gereja imitasi yang tidak menomer-satukan Yesus. Apa yang ditonjolkan dalam kehidupan dan pelayanan mereka adalah hal-hal lain seperti mujizat, nubuat, dan berbagai karunia yang membuat mereka merasa bahwa Tuhan memilih mereka sebagai orang yang istimewa. Mereka menikmati sanjungan masyarakat dan sering membuat sensasi dengan ramalan-ramalan tentang masa depan bak ahli nujum. Kita harus ingat bahwa iblis dulunya adalah malaikat rupawan yang gila hormat!

Kedua, banyak ajaran yang palsu tidak berdasarkan sepenuhnya pada firman Tuhan. Seringkali pengajar palsu memakai Alkitab untuk menggunakan ayat-ayat tertentu saja guna mendukung ajarannya. Thema pengajaran mereka umumnya  itu-itu saja: kemakmuran, kesuksesan, kebahagiaan, percaya diri dsb. Banyak juga orang yang mengajarkan Firman menurut pengertian mereka sendiri. Yang mencampur adukkan Alkitab dengan “pengilhaman langsung” atas diri mereka. Yang mencampur Firman dengan selera masyarakat jaman ini. Celakanya, kalau jemaat kurang mau belajar dari Alkitab, mereka akan mudah tertipu. Kita harus ingat bahwa firman Tuhan telah dikumpulkan menjadi satu, yaitu Alkitab. Siapapun tidak boleh menambah atau mengurangi isi Alkitab.

Ketiga, pengajar yang palsu sering tidak dapat menerapkan firman Tuhan dalam hidup mereka sendiri. Buah-buah Roh (Galatia 5: 22-23) yang semestinya bisa kita lihat jelas dalam hidup mereka, seringkali tidak mudah dilihat. Guru-guru palsu ini seringkali malahan kelihatan sebagai orang yang mementingkan diri mereka sendiri atau kebesaran organisasinya. Mereka seringkali berkotbah membangggakan keberhasilan atau kesuksesan mereka dan kurang peduli akan mereka yang menderita. Mereka yang sering bertengkar dengan orang lain dan merendahkan golongan lain.

Keempat, banyak aliran dan pengajar palsu yang tidak membawa kedamaian diantara masyarakat. Karena mereka, Injil lebih mirip kabar buruk daripada kabar baik! Perpecahan dalam gereja, pertengkaran diantara pemimpin-pemimpin gereja seringkali memberi tanda bahwa sesuatu telah berjalan dengan kurang benar. Pengajar yang ikut-ikutan bermain politik dan serang-menyerang dengan golongan masyarakat yang lain perlu disangsikan panggilannya. Roh Tuhan adalah Roh pembawa ketertiban dan jika keadaan malahan menjadi kacau, anda harus bertanya apakah Roh Tuhan benar ada disitu.

Kelima, banyak pengajar dan aliran palsu yang bersifat eksklusip. Mereka hanya mau bergaul dengan anggota kelompoknya. Anggota mereka mungkin dianjurkan untuk tidak berkomunikasi dengan kelompok lain. Mereka hanya mau menolong kelompok sendiri dan tidak bisa menerima pendapat orang lain. Mereka yang percaya bahwa hanya mereka yang bakal diselamatkan.

Marilah kita rajin mempelajari firmanNya dan mintalah agar Roh Kudus membuka mata dan telinga kita supaya kita melihat dan mendengar dengan baik, untuk membedakan apa yang asli dari apa yang palsu!

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s