Soal kecerdasan

Berfirmanlah Allah kepada Salomo: “Oleh karena itu yang kauingini dan engkau tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umat-Ku yang atasnya Aku telah merajakan engkau”   2 Tawarich 1: 11

Di jaman ini, seorang yang melamar sebuah posisi harus bisa menunjukkan prestasi yang baik dalam berbagai hal, dan umumnya harus mempunyai IQ dan EQ yang cukup baik. Intelligence quotient atau IQ adalah ukuran kecerdasan seseorang yang dibandingkan dengan sesamanya dalam satu populasi. Walaupun IQ tinggi menunjukkan bahwa seseorang adalah pandai, IQ tidak menjamin bahwa orang itu mampu bekerja dengan baik. Karena itu, sekarang banyak perusahaan yang memakai EQ sebagai  standard ukuran kemampuan pelamar. EQ (Emotional Quotient) adalah ukuran kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. EQ belakangan ini dinilai tidak kalah penting dengan IQ. 

Kesuksesan seseorang sebenarnya tidak hanya tergantung pada IQ dan EQ nya. Beberapa ahli menyatakan bahwa diluar kedua ukuran diatas, masih ada SQ (Spiritual Quotient) dan PQ (Physical Quotient). Aduh…koq banyak macamnya sih? IQ dan EQ masih belum cukup, kita masih juga harus memiliki SQ dan PQ!

SQ adalah kecerdasan spiritual yang memungkinkan seseorang untuk bertindak dengan kebijaksanaan dan kasih dengan mempertahankan kedamaian kedalam dan keluar dalam suasana apapun. PQ adalah ukuran kecerdasan fisik yang memberikan kemampuan kepada seseorang untuk menyadari keadaan kesehatan tubuh dan jiwanya agar bisa menjaga kesehatannya secara menyeluruh.

Dalam ayat diatas kita bisa melihat bahwa raja Salomo ternyata tidak mementingkan hal-hal lain kecuali kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat membimbing rakyatnya. Tuhan sangat senang karena Salomo tidak meminta kekayaan material, kemashuran, umur panjang atau nyawa musuh-musuhnya. Salomo justru menginginkan kemampuan untuk bisa membimbing rakyatnya dengan kasih dan pengertian. Rupanya Salomo waktu itu  sadar bahwa untuk bisa sukses sebagai pemimpin ia perlu  kecerdasan emosional dan spriritual! Bagaimana Salomo bisa sadar bahwa kesuksesan bukan tergantung kepandaian otak dan kesehatan tubuh saja? Bagaimana ia bisa tahu bahwa modal materi dan kekuatan fisik saja tidaklah cukup? Seakan ia sudah mengerti apa yang dikatakan Yesus dalam Lukas 12: 29-31 ini:

“Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu. Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.”

Buat kita orang percaya, soal IQ, EQ, SQ dan PQ itu memang penting tetapi terlebih penting lagi adalah menyadari dari mana asalnya kecerdasan dan kemampuan diatas. Hanya Tuhan yang bisa memberi apa yang baik dalam hidup kita. Hanya Dia yang mampu memberi kecerdasan surgawi. Kita memang mempunyai tanggung jawab untuk memilih apa yang kita utamakan dalam hidup kita. Tetapi, dengan pikiran kita sendiri kita sering memilih apa yang keliru dan mengutamakan apa yang tidak atau kurang penting. Hanya dengan bimbingan Roh Kudus kita akan dapat menghasilkan apa yang baik:

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Galatia 5:22-23

Marilah kita hari ini merenungi apa yang kita prioritaskan dalam hidup kita. Tiap hari dalam hidup kita, Tuhan bertanya kepada kita, seperti Dia bertanya kepada Salomo, tentang apa yang kita inginkan. Untuk kita sendiri maupun anak cucu kita. Apakah jawaban kita? Biarlah kita bisa mengutamakan apa yang bisa memperkuat kasih kita kepada Tuhan dan sesama kita. Dia yang mahakasih pasti mengaruniakan apa yang benar-benar kita perlukan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s