Sunyi sepi sendiri

“Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas.” Mazmur 25: 16

Masih ingatkah anda akan lagu “Surat Undangan” yang dinyanyikan oleh Diah Iskandar? Lagu sentimental ciptaan Jules Fioole ini sangat populer pada tahun 1960an. Walau sudah berumur,  lagu ini tetap dikenal orang dan malah dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi lain seperti Yuni Shara.

Sunyi sepi sendiri, sejak kau tinggal pergi.

Tiada kabar berita, hidupku merana…

Begitu juga di dunia barat banyak lagu yang berthemakan kesepian seperti “Mr. Lonely” nya Bobby Vinton yang sangat terkenal itu:

Lonely I’m so lonely.

have nobody To call my own

I’m m so lonely, I’m Mr. Lonely                       

I have nobody To call my own

I’m so lonely

Memang masalah kesepian itu masalah yang sangat umum di kalangan apapun. Mereka yang muda mungkin kesepian karena hidup jauh dari orang tua  atau karena ditinggal teman/pacar. Mereka yang  berkeluarga mungkin kesepian setelah ditinggal atau dilupakan oleh suami, istri atau anak tersayang. Dalam kesepian, seseorang mungkin hidup di tengah keramaian, tetapi tetap merasakan bahwa  hati dan pikirannya serasa kosong dan karena itu hiduppun serasa tidak ada artinya. Kesepian adalah salah satu penyebab utama depresi dan bunuh diri.

Pemazmur diatas merasakan kesepian karena sebatang kara dan tertindas. Memang manusia sebagai mahluk sosial selalu membutuhkan teman. Jika teman yang baik tidak dipunyai, serasa hidup kita sebatang kara. Apalagi jika kita dalam kesulitan. Yesuspun merasakan kesepian di taman Getsemane sebelum disalibkan karena semua orang, termasuk murid-muridNya, meninggalkan atau melupakan Dia.

Kesepian jugalah yang membuat seseorang mencari jalan keluar berupa berbagai aktivitas-aktivitas sosial untuk menghilangkan kebosanan, dengan sibuk mengumpulkan harta benda, membeli pakaian,  makanan dan minuman secara berlebihan, memakai obat-obat terlarang, memiliki banyak mainan atau hewan peliharaan dsb.

Kesepian adalah tanda jauhnya Tuhan dari hidup manusia. Yesus merasa kesepian di taman Getsemane karena Allah Bapa membiarkan Yesus bergumul dalam usaha untuk menebus dosa manusia. Manusia mungkin merasa kesepian karena mereka telah hidup sesat, jauh dari Tuhan. Ada juga mereka yang kesepian karena belum mengenal Tuhan. Mereka yang kenal Tuhan sering juga merasa Tuhan itu jauh dan lambat bereaksi. Dan banyak juga manusia yang merasa kesepian karena iblis yang berusaha menghancurkan hidup mereka. Memang manusia mudah dikalahkan melalui kesepian.

Kesepian adalah salah satu musuh besar manusia modern. Manusia yang makin individualis. Tiap orang, tua maupun muda, harus bisa menangani hidupnya sendiri. Teman, anak dan keluarga tidak dapat lagi diharapkan untuk memberi dukungan. Kekecewaan mungkin datang silih berganti dan segala aktivitas pelarian ternyata hanya memberi kebahagiaan semu yang bersifat sementara. Hanya satu yang tidak pernah berubah: Tuhan itu ada dan Ia tetap mengasihi umatNya. KepadaNya kita berharap, didalam Dia kita menemukan kedamaian.

 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Matius 11: 28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s