Maju dalam Kristus

“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Filipi 3: 13-14


Libur lebaran sudah berlalu, banyak orang mulai balik kembali ke rumah masing- masing. Arus balik lalu lintas mulai meningkat, jalananpun menjadi macet. Setahu saya, saat ini banyak orang yang merasa bahwa liburan begitu cepat berlalu; keindahan yang sudah dialami bersama keluarga dan teman sekarang tinggal kenangan. Sebaliknya, mereka yang tidak dapat menikmati liburannya akan merasa lega karena kesibukan rutin akan dapat segera dimulai lagi. Memang liburan kalau bisa dinikmati akan serasa pendek, tetapi kalau membosankan tentunya akan terasa panjang. Tetapi untuk semua orang, tidak ada liburan yang tidak berakhir.

Seperti liburan, hidup kita memang terkadang terasa indah, namun ada kalanya hidup terasa membosankan dan melelahkan. Kesibukan kehidupan seringkali membuat kita lupa bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita bukanlah tujuan kita yang sebenarnya.  Hidup di dunia adalah sementara dan harta dan kebahagian duniawi bukanlah tujuan utama.

Jika kita sekarang dalam perjalanan kembali ke rumah kita, atau jika kita dalam perjalanan kembali ke kota untuk bekerja minggu depan, apakah yang kita pikirkan? Barangkali kita mulai merencanakan apa yang akan kita kerjakan minggu depan, bulan depan dan seterusnya. Karena sesudah liburan bebas kerja yang baru lalu, masih banyak hal yang harus kita kerjakan.

Paulus menulis bahwa ia pernah “berlibur” di dunia tetapi ia selalu ingat bahwa ada hal- hal penting yang harus dikerjakannya di masa depan. Apapun yang pernah dialaminya di masa lalunya, baik itu berupa harta, kedudukan atau kekuasaan, bukanlah apa yang kekal. Ia lebih suka melupakan hal-hal itu karena ada tujuan yang lebih penting, yaitu hidup menurut panggilan Tuhan. Ia tidak pernah berpikir bahwa ia sudah menyelesaikan tugas imannya; karena itu ia selalu mau bekerja keras dalam mengarungi masa depannya agar ia makin sempurna didalam Kristus. Ia lebih suka melupakan hal-hal yang kurang berarti di masa lalu, dan terus maju ke masa depan dengan rencana-rencana baru untuk kemuliaan Tuhan.

Pengalaman-pengalaman hidup kita hanyalah seperti liburan yang pendek. Setelah liburan berakhir datanglah kenyataan. Kenyataan bahwa sebagai anak Tuhan kita harus bisa serupa dengan Yesus Kristus. Marilah kita melupakan apa yang sementara dalam hidup ini untuk dapat berlari kencang mencari tujuan hidup yang sebenarnya: memuliakah Allah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s