Bebas tapi terikat

“Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Kejadian 2: 16-17

Di bulan Juli dan Agustus ini ada dua negara besar yang merayakan kemerdekaannya, Amerika dan Indonesia. Perayaan yang disertai dengan rasa syukur dan bangga atas kemerdekaan yang bisa dicapai dengan pengorbanan yang besar. Memang manusia sangat menghargai kemerdekaan karena dengan kemerdekaan mereka mendapat kebebasan untuk memilih apa saja yang mereka maui. Benarkah begitu?

Kemeredekaan suatu negara selalu disertai dengan penentuan hukum-hukum yang harus ditaati seluruh rakyanya. Hukum yang mengharuskan semua rakyat untuk melakukan atau tidak melakukan hal-hal tertentu. Dengan kemerdekaan suatu bangsa, ada komitmen bersama untuk membatasi diri dalam segala tindakan mereka agar tidak melanggar hukum. Negara-negara merdeka juga harus tunduk dalam hukum internasional. Kalau begitu, benarkah ada kemerdekaan manusia itu? Adakah kemerdekaan manusia untuk memilih jalan hidupnya? Ada, tetapi tidak sepenuhnya!

Kemerdekaan manusia ada dalam Alkitab sejak penciptaan. Tetapi kemerdekaan yang disertai kebebasan memilih tidaklah seperti yang umumnya dibayangkan. Manusia sering berpikir bahwa “nasibmu ada ditanganmu sendiri” atau “you are the master of your destiny”, tetapi seringkali kenyataan adalah jauh dari itu karena selalu ada saja manusia yang mengalami hal-hal yang tidak bisa dikontrolnya.

Membaca ayat-ayat diatas, jelas Adam dan Hawa jelas diberikan kemerdekaan untuk makan buah apa saja, asalkan bukan buah pohon pengetahuan tentang baik dan jahat.  Ada kemerdekaan, ada kebebasan memilih, tetapi ada batasan. Dalam kebebasan yang diberikan Allah, Adam dan Hawa juga dapat melanggar batasan itu, dan harus menanggung konsekwensinya. Dengan menyalahgunakan kemerdekaan itu, pelanggaran batasan terjadi  – yang kemudian membawa dosa untuk seluruh umat manusia. Manusia tidak lagi hidup dalam jaminan ketentraman Firdaus, tetapi masuk kedalam ketidak pastian masa depan!

Sesudah kejatuhan, manusia masih mempunyai kebebasan untuk mengambil keputusan. Tetapi kemeredekaan dalam Tuhan yang sebelumya ada, malahan mudah berubah menjadi perhambaan dalam dosa. Ketenteraman hidup yang dulunya ada, berubah menjadi berbagai kesulitan dan penderitaan. Untunglah Allah dengan kasihNya memberikan kemungkinan agar setiap orang bisa secara bebas mengambil keputusan untuk mengikut Yesus, agar kita bisa terlepas dari ikatan dosa.

Walaupun usaha kita sendiri tidak bisa menyelamatkan kita dari murka Allah, tetapi karena pengurbanan Yesus kita bisa menggunakan kemerdekaan kita untuk memilih mengikut Yesus dan hidup dalam ketaatan kepadaNya!

I have decided to follow Jesus;

I have decided to follow Jesus;

I have decided to follow Jesus;

No turning back, no turning back.


Mengikut Yesus keputusanku,

Mengikut Yesus keputusanku,

Mengikut Yesus keputusanku.

‘Ku tak ingkar, ‘Ku tak ingkar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s