Kita adalah manajer!

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kejadian 1: 28

Pagi ini jika kita bangun dari tidur, mungkin kita masih merasa lelah dan segan untuk masuk kerja. Bagaimana tidak? Kalau Sabtu dan Minggu umumnya diisi dengan kegiatan yang menyenangkan, hari Senin mengingatkan kita pada pekerjaan dan rutinitas yang membosankan dan melelahkan. Inikah akibat kutuk Tuhan kepada manusia sewaktu mereka jatuh dalam dosa (Kejadian 3: 17)? Bahwa karena dosa kita sekarang harus bekerja keras untuk bisa hidup di dunia? Di lain pihak banyak orang bersyukur kalau mereka punya pekerjaan atau aktivitas yang sekalipun kurang berarti, memberikan makna hidup untuk mereka.


Masalah pekerjaan, apakah itu berkat atau kutuk seringkali menjadi pertanyaan manusia sepanjang masa. Mereka yang hidupnya enak, yang pekerjaannya enteng, dan yang pekerjaannya sesuai dengan hobbynya mungkin percaya kalau pekerjaan itu adalah berkat. Sebaliknya, mereka yang pekerjaannya berat, hasilnya pas-pasan dan tidak menyukai pekerjaannya, mungkin merasakan pekerjaan itu seperti kutukan Tuhan. Bagaimana kita harus bersikap dalam hal ini?

  • Setiap orang harus bekerja. Hidup adalah untuk menghasilkan sesuatu untuk menyatakan kasih kita kepada Tuhan dan sesama. Hidup orang Kristen dari awalnya adalah untuk bekerja, dan kita bukannya bekerja hanya untuk hidup. Memang karena dosa, banyak manusia yang merasakan bahwa mereka bekerja hanya untuk bisa hidup. Tetapi sekalipun dalam kerja keras, kita seharusnya bisa bersyukur kalau masih ada hasil yang baik yang kita capai.
  • Pekerjaan harus ada hasil positipnya, bukan hanya membuang waktu. Tidak selalu berbentuk uang tetapi harus selalu untuk kemuliaan Tuhan. Banyak orang yang bekerja dan menghasilkan banyak uang tetapi itu bukan untuk kemuliaan Tuhan. Akibatnya, mereka akan menjadi hamba pekerjaan dan hamba uang. Hidup mereka akan dikacaukan oleh pekerjaan dan cinta akan uang.
  • Tiap pekerjaan yang baik, yang sesuai dengan Firman, adalah sama derajatmya di mata Tuhan. Banyak orang yang merasa sedih karena tidak dapat mencapai apa yang diidam-idamkannya. Merasa malu karena tidak mencapai posisi yang tinggi. Tetapi bagi Tuhan kita adalah manajer-manajer dan wakil-wakil Tuhan di bumi, yang diberikan hak dan kewajiban untuk bisa memuliakan Tuhan dan mengasihi sesama, serta memelihara alam semesta.
  • Dalam pekerjaan hati dan pikiran kita harus bisa berkomunikasi dengan Tuhan dan sesama. Karena pekerjaan kita adalah sebagai wakil Allah, sebagai manajer-manajer Allah kita harus bisa dan mau mendapat bimbingan Allah dan bisa berkonsultasi dengan semua manusia.  Bukan hanya dengan saudara seiman. Tanpa bimbinganNya, kerajaan Allah bisa dirugikan oleh tindakan kita.
  • Untuk umat Tuhan tidak ada istilah pensiun. Selama kita hidup di dunia, kita tetap menjadi wakilNya. Mungkin dalam hidup, kita beberapa kali berganti posisi manajer – dalam bidang dan jurusan yang berlainan; tetapi tanggung jawab kita tetap berjalan. Sebagai manajer “perusahaan” Allah kita harus tetap berusaha untuk membawa keuntungan untuk kerajaanNya.

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kolose 3: 23

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s