Antara PD dan iman

Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Yakobus 4: 13-14.

Bagi kita yang mempunyai anak, tentu kita ingat bahwa tidaklah mudah untuk mendorong anak-anak kita agar berani menghadapi semua tantangan baik itu dalam pergaulan, pendidikan maupun pekerjaan. Memang ada anak-anak yang lebih ekstrovert dan mampu untuk menhadapi orang, suasana dan tugas yang baru atau asing bagi mereka. Tetapi bagaimanapun juga, untuk semua orang tua maupun muda, adakalanya orang merasa kurang yakin atau takut untuk melakukan suatu tindakan besar dalam hidupnya. Karena itu, di jaman ini sangat larislah para pembicara yang bisa memberi motivasi kepada orang lain, baik itu di TV, buku, majalah, maupun berbagai kursus peningkatan percaya diri (PD). Bahkan banyak pendeta juga senang berkotbah tentang soal meningkatkan percaya diri untuk mencapai kesuksesan hidup.

Pada umumnya usaha untuk meningkatkan PD adalah berdasarkan keyakinan bahwa “nasib kita adalah di tangan kita sendiri”. Dalam bahasa Inggrisnya “you are the master of your own destiny”. Juga seringkali kita mendengar “Jika engkau percaya pada dirimu sendiri, segala sesuatu adalah mungkin”. Inilah yang banyak diajarkan kepada anak-anak jaman sekarang , baik di rumah, di sekolah maupun dalam masyarakat; agar mereka mempunyai keberanian dan keyakinan untuk maju ke arah kesuksesan hidup. Bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk mengatur dan menetapkan masa depannya sepenuhnya.

Untuk mereka yang beragama, keyakinan untuk bisa maju itu mungkin diiringi dengan tambahan ucapan “jika Tuhan menghendaki”. Mengapa? Mereka yang percaya akan kuasa Tuhan, percaya bahwa manusia boleh berusaha tetapi Tuhanlah yang menentukan. Dalam bahasa Arab mungkin kita sering mendengar kata “In sha’ Allah” yang sering diucapkan penganut agama Islam. Walaupun orang Kristen tidak memakai kata-kata ini, orang Yahudi mempunyai kata yang serupa “Im yirtsé Hashém”. Apakah setiap orang yang mengucapkan kata-kata ini memang sepenuhnya menyerahkan usaha mereka kepada Tuhan, kita tentunya tidak tahu. Yang lebih dapat dipastikan adalah bahwa dalam hidup di dunia modern ini, manusia seringkali jauh lebih menekankan usaha sendiri daripada bergantung kepada Tuhan. Seakan akan percaya diri lebih penting daripada iman.

Mereka yang mendidik anak-anak di jaman ini banyak yang kurang menekankan pentingnya mencari kehendak Tuhan. Kita yang hidup di abad ke 21 ini memang justru lebih sering meminta Tuhan untuk merestui dan memberkati usaha dan pilihan kita. Mereka yang berhasil mencapai kesuksesan, merasa bangga karena seakan semuanya itu adalah hasil usaha, jerih-payah mereka sendiri. Tetapi ini bukan masalah baru. Dalam ayat-ayat di atas, Yakobus menulis bahwa adalah kebodohan jika kita dengan bermodal PD, merencanakan untuk berbuat sesuatu guna mendapat kesuksesan, sedangkan kita tdak tahu apa yang akan terjadi besok.  Percaya diri yang tidak diiringi dengan pengertian akan kuasa Tuhan atas hidup kita adalah kekeliruan besar, karena manusia tanpa Tuhan adalah bagaikan uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

Hari ini kita diingatkan bahwa sebagai umatNya, kita wajib berusaha dan bekerja dengan rajin. Kita juga harus mempunyai percaya diri, tetapi kepercayaan itu bukanlah kepada kemampuan kita sendiri melainkan kepercayaan bahwa sebagai umatNya, kita bisa bersandar kepada kemampuan Tuhan kita yang maha kuasa, maha kasih dan maha bijaksana. Tuhan adalah sumber kekuatan kita dan hanya kepadaNya kita bisa menyerahkan hidup kita  sambil berkata:

“Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.” Yesaya 12: 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s