Eh emosi lagi….

“Adaa waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari” Pengkhotbah 3: 4

Jangan emosi…! Begitulah nasihat yang kita terima sewaktu kita mengalami peristiwa yang kurang menyenangkan. Emosi memang sering dihubungkan dengan kemarahan yang tidak terkontrol. Jika kita marah dan terbawa emosi, mungkin pikiran kita menjadi kurang dapat bekerja dengan baik sehingga ada kemungkinan kita melakukan hal-hal yang kurang bijaksana.

Emosi sebenarnya belum tentu berhububgan dengan kemarahan. Emosi adalah gejolak perasaan yang timbul karena rangsangan di sekitar kita. Manusia diciptakan sebagai peta dan teladan Allah dan emosi adalah salah satu bagian dari kemampuan manusia dalam bereaksi atas kejadian yang kita lihat, dengar atau rasakan. Emosi bisa berupa perasaan senang, gembira, marah, sedih dsb. Pengkhotbah dalam ayat diatas menulis bahwa ada saat-saat tertentu dimana kita bisa dipengaruhi oleh emosi kita sehingga kita bisa menangis, tertawa, meratap dan menari. Raja Daud adalah salah satu tokoh dalam Alkitab yang sering dipengaruhi oleh emosinya. Ia menari-nari dihadapan TUHAN dengan sekuat tenaga (2 Samuel 6: 14). Emosi dalam hal ini adalah sehat dan baik, dan malahan menunjukkan betapa dekatnya Daud dengan Tuhannya.

Emosi yang buruk adalah emosi yang tidak terkontrol. Umat Kristen sudah seyogyanya menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan dan dengan itu Roh Kudus memimpin hidup mereka. Jika Roh Kudus tidak atau kurang bekerja dalam hidup seseorang, orang itu akan hidup dalam dirinya sendiri dan dengan keadaan itu emosinya akan sering berakibat negatip. Tidak ada seorangpun yang benar di muka bumi ini dan semua orang cenderung berbuat dosa jika datang keadaan yang memancing emosi mereka. Keadaan yang menyenangkan mengundang emosi gembira luar biasa yang mungkin bisa menjatuhkan orang dalam dosa. Begitu juga keadaan yang tidak menyenangkan bisa menimbulkan emosi kemarahan atau kekecewaan yang besar, yang bisa membawa manusia ke arah yang salah.

Bagaimana jika kita tidak mempunyai emosi? Salahkan itu? Memang ada agama-agama yang mengajarkan bahwa orang yang saleh seharusnya bisa memadamkan emosinya agar bisa sepenuhnya menguasai hidup dan  tingkah laku mereka. Ajaran itu mungkin membuahkan manusia-manusia “rohani” yang tidak mempunyai reaksi/emosi dalam kehidupan mereka; wajah dan gerak-gerik mereka tampak seperti robot belaka. Manusia Kristen bukanlah seperti itu. Yesus sendiri tergerak emosinya ketika ia melihat kesusahan orang lain dan Ia menagis bersama Maria dan Martha yang menangisi kematian Lazarus (Yohanes 11: 35).

Orang Kristen jelas adalah orang yang masih mempunyai emosi. Emosi yang tidak dibuat-buat. Emosi yang tidak berlebihan. Tetapi emosi yang berdasarkan kasih. Jika ada sesama manusia yang menderita, orang Kristen menangis bersama mereka. Jika ada sesama manusia yang bersuka cita karena hal yang baik, orang Kristen bergembira bersama mereka. Orang Kristen yang sudah tidak peka lagi terhadap keadaan dan ketidak-adilan di sekitarnya adalah orang Kristen yang sudah padam api Roh Kudusnya.

“Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!” Roma 12: 15

Orang Kristen adalah orang yang bisa mengendalikan emosinya dalam kedaan yang tidak menyenangkan.

“Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah” Yakobus 1: 19

Emosi kemarahan mereka tidak akan berlarut-larut, karena kemarahan yang tidak berkesudahan pasti berakhir dengan dosa.

“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu” Efesus 4: 26

Maukah kita mengundang Roh Kudus untuk mengisi hidup kita dengan sepenuhnya, agar kita dapat memakai emosi kita untuk hal-hal yang baik, yang memuliakan Tuhan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s