Dari mata turun ke hati

Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. Lukas 11: 34

Ingatkah anda akan syair lagu ini?

Dari manakah datang datangnya lintah, darilah sawah turun turun ke kali

Darimanakah datang datangnya cinta, dari mata ke hati

Syair ini cukup dikenal dan mungkin sering mucul dalam lagu-lagu Melayu tempo dulu. Memang sepertinya semua orang mengalami bahwa jika kita pernah jatuh cinta kepada seseorang, awalnya dimulai dari mata yang melihat adanya daya tarik dalam diri orang itu. Dari apa yang dilihat mata, cepat atau lambat berubah menjadi rasa suka di hati. Begitu pula jika kita pergi shopping, sebelum kita rela mengeluarkan uang dari dompet kita, mata kita harus tertarik dan pikiran kita mengiyakan atas pilihan kita.

Mata adalah salah satu panca indera manusia yang penting karena melalui mata kita menerima input dari dunia luar. Tetapi mata bukan harus berupa sepasang lensa yang bisa membedakan terang dan gelap, obyek yang berhenti atau bergerak, dan warna-warni bunga disekitar kita; mata juga bisa melihat dan membedakan apa yang sedap dipandang dan apa yang menyebalkan. Mata juga bisa berupa mata rohani yang bisa melihat apa yang adil dan apa yang tidak adil, apa yang tulus dan apa yang culas, dan bisa membedakan hal-hal yang baik dari hal-hal yang jahat. Dalam Kejadian 3: 5, Hawa melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lalu ia memakannya dan juga membaginya dengan Adam. Hawa juga membuat kekeliruan dengan mata rohaninya yang membuat ia berpikir bahwa buah itu akan membuatnya menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.

Baik mata jasmani dan mata rohani keduanya memang diperlukan manusia, sebab apa yang dilihat mata jasmani belum tentu bisa dilihat oleh mata rohani dan sebaliknya apa yang dilihat mata rohani belum tentu tampak didepan mata jasmani. Kita tahu bahwa setelah Yesus naik ke surga, Ia menampakkan diri kepada umatnya yang bisa melihat Yesus dengan mata rohani mereka. Memang Yesus jauh di mata, tetapi Ia tetap dekat di hati murid-muridNya. Kitapun sebagai orang yang beriman bisa melihat Yesus, tetapi mereka yang tidak percaya dibutakan mata rohaninya (2 Korintus 4: 4).

Informasi apapun yang masuk sebagai input melalui mata jasmani dan mata rohani kita sudah sewajarnya diteruskan ke tempat lain untuk di proses. Pikiran dan hati kita memproses apa yang kita lihat dalam hidup kita – dari mata turun ke hati. Dalam hidup di dunia ini, sayang bahwa kita tidak selalu mendapatkan informasi yang baik; ada kalanya informasi itu hanya hal yang kosong tidak berarti, tetapi mungkin juga hal yang buruk atau sesuatu yang baik. Mata menerima informasi itu ke pikiran dan hati kita dan disanalah apa yang kita terima berubah menjadi sesuatu yang baik atau buruk untuk hidup kita. Jika apa yang kita lihat selalu hal-hal yang buruk, jika apa yang kita terima adalah selalu hal yang salah dan bertentangan dengan Firman, cepat atau lambat hati dan pikiran kita akan diracuninya dan kita akan berbuat sesuatu yang tidak benar.

Memang mata jasmani dan rohani terbukti bisa menaklukkan banyak anak Tuhan. Mereka yang kuat seperti Simson bisa jatuh setelah melihat perempuan Filistin dan Daudpun jatuh dalam dosa setelah melihat Batsyeba. Tetapi mata kita  tidak hanya bisa tergoda oleh penampilan fisik. Kesuksesan, kekayaan, makanan, kepandaian, ketenaran orang lain yang kita lihat, juga bisa menjatuhkan kita. Lebih dari itu, jika mata kita terbiasa dengan melihat ketidak-adilan dan ketidak-jujuran, hati kitapun menjadi terbiasa dan kebal atas hal-hal itu. Apabila mata kita tertarik dan terbiasa akan kegelapan, kejahatan dan kekotoran dunia, maka hal-hal itu akan mengisi hati dan merusak hidup kita.

Dari mata turun ke hati, tetapi sering terjadi tanpa kita sadari. Benarkah?  Tidak seharusnya! Yesus berkata bahwa mata adalah sesuatu yang ada dalam kontrol kita:

“Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.” Matius 18: 9

Hari ini kita diingatkan bahwa apa yang kita biasa lihat dalam kehidupan kita akan mempengaruhi pandangan hidup kita. Jika kita gemar melihat dan menikmati hal-hal yang kurang baik, hati kita pun menjadi kotor. Jika mata kita tidak peka akan apa yang baik dan jahat, hati kitapun berubah menjadi kacau. Jika mata kita tertarik akan hal-hal yang tidak berguna, hati kita jadi kosong. Karena itu kita harus selalu memohon agar Roh Kudus bisa mencelikkan mata kita untuk dapat memilih apa yang baik dan berguna serta menghindari atau membuang apa yang buruk. Kita harus sadar bahwa jauh di mata, jauh di hati; jika kita bisa menghindari hal-hal yang salah, hati kita akan tetap bersih!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s